MAMA

MAMA
Bab 66


__ADS_3

Pertanyaan Sezha tak dijawab oleh Mak Iyem', dijawab hanya sekedar senyum tipis.


Otak Sezha mulai bekerja, ia merasa jika ada sesuatu yang tidak beres.


"Tidak ada gunanya saya berlama-lama disini, saya mau balik ke kamar ingin menyusul teman saya, kasian teman saya seorang diri di kamar. Maaf saya permisi." Sezha beranjak dari kursi.


"Ehhh...ojo terburu-buru toh, wong temen kamu ndak apa-apa, sudah sekarang kamu duduk manis disini saja." Mak Iyem menahan pundak Sezha agar Sezha kembali duduk.


"Kalian ini aneh tau gak, maksudnya apa coba saya dibawa kesini tapi saya gak boleh meninggalkan ruangan ini. Apa yang mau kalian lakukan pada saya ?! Saya mau keluar dari sini, anda jangan melarang saya !" Sezha meluapkan kekesalannya.


Mak Iyem' dan Desi menatap Sezha lekat dengan senyum miring.


"Bagus, kalo kamu bertanya begitu." Ucap Mak Iyem'.


Sezha semakin yakin, jika mereka punya niat buruk terhadapnya.


"Minggir, saya mau pergi." Sezha beranjak lagi dari kursi.


Sezha membalas tatapan Mak Iyem' dengan tatapan tanpa ekspresi.


Mak Iyem tidak berpindah dari posisi berdirinya.


"Duduk, saya bilang duduk." Mak Iyem' berkata pelan namun syarat penekanan.


Wajah Mak Iyem' yang tadinya ramah dan penuh senyum kepalsuan berubah menjadi jati dirinya yang sebenarnya.

__ADS_1


Sezha tidak gentar dan tidak kaget karena ia sudah sadar jika mereka bukanlah orang baik-baik.


"Anda tidak bisa menghalangi saya, saya mau pergi dari tempat anda. Permisi." Sezha ketus sambil berjalan dari sisi samping Mak Iyem'.


Langkah Sezha ditahan oleh Desi, Desi menghadang tepat didepan Sezha.


"Mbak tolong hargai pemilik dari tempat ini, atau saya bisa berlaku kasar terhadap mbak." Desi mengancam.


"Huh anda bilang saya tidak sopan, sekarang saya tanya kalian atau saya yang tidak sopan ?!" Cemooh Sezha.


"Mbak terlalu banyak bicara, sebaiknya mulut Mbak saya bungkam." Desi menarik paksa lengan Sezha.


"Lepasin saya ! kalian tidak berhak menghalangi saya." Sezha meronta-ronta berusaha melepaskan tangannya dari tarikan Desi.


"Saya bilang diam !" Bentak Desi.


Mendengar teriakan Sezha, Hanifah bergegas masuk dan langsung ikut memegangi Sezha juga.


"Ini talinya." Hanifah menyerahkan tali kepada Desi.


Desi menangkap tali pemberian dari Hanifah, kemudian mereka berdua memaksa Sezha duduk di kursi.


Sezha mengeraskan tubuhnya, ia menolak sekuat tenaga.


"Saya tidak mau ! lepaskan saya !"

__ADS_1


Menyaksikan kedua pengikutnya begitu kesulitan menghadapi Sezha yang terus saja meronta ingin melepaskan diri, Mak Iyem mendekatkan wajahnya tepat dihadapan Sezha.


Mak Iyem' menatap kedua bola mata Sezha dengan tatapan mengintimidasi.


"Jadilah gadis penurut." Ucap Mak Iyem' sambil memegang dagu Sezha.


Sezha seperti terhipnotis, pandangan Sezha berubah kosong.


Sezha berhenti meronta-ronta, Sezha menganggukkan kepalanya sembari menurut ucapan dari Mak Iyem'.


Sezha pun duduk tanpa ada perlawanan.


Hanifah dan Desi dengan sigap mengikat kedua tangan Sezha dan juga kedua kakinya.


Usai memastikan Sezha terikat dengan kuat. Mak Iyem bertanya kepada Hanifah.


"Hanifah, apa kau sudah menyiapkan semuanya ?"


"Njih Mak, saya sudah menyiapkan semuanya."


"Bagus, lalu bagaimana dengan temannya ? apa kau yakin jika temannya itu tidak akan kembali dan merusak ritual ku? Aku tidak mau selama aku melakukan ritual mendapatkan gangguan."


"Mak tenang saja, dia tidak akan kembali lagi kesini."


"Baiklah aku percaya. Aku ingin kembali ke kamarku, jaga dia jangan sampai dia kabur. Kalo itu sampai terjadi kalian tau apa akibat, paham?"

__ADS_1


"Njih Mak." Timpal Desi dan Hanifah berbarengan.


__ADS_2