
Ratu Ajeng benar mengabulkan keinginan Sezha yaitu membalaskan dendam kepada Mak Iyem yang telah mengambil janin Sezha secara paksa padahal Mak Iyem seperti itu karena perintah dari dirinya namun Ratu Ajeng tidak memperdulikan.
Selepas pergi dari kediaman Tukijan, Ratu Ajeng langsung menuju kekamar Mak Iyem. Mak Iyem yang sudah tertidur pulas mengetahui kehadiran Ratu Ajeng di dalam kamarnya.
"Ratu ?" Mak Iyem tergugah dari tidurnya dan heran dengan kedatangan Ratu Ajeng yang secara tiba-tiba.
"Ya ini aku."
"Ada keperluan apa sehingga Ratu datang berkunjung kerumah hamba ?" Mak Iyem duduk bersimpuh.
"Kedatanganku kesini untuk mengambil jiwamu." Ucap Ratu Ajeng gamblang.
"Mak~sud Ratu ?" Mak Iyem tergagap sebab ia merasa kalo ia tidak melakukan kesalahan apapun.
__ADS_1
"Ya, aku ingin jiwamu menemaniku di singgasana ku. Bersedia atau tidak, kau harus mau ikut denganku Iyem." Tegas Ratu Ajeng.
"Ta~pi Ratu, hamba masih ingin hidup didunia ini. Hamba baru saja mendapatkan wajah awet muda mengapa sekarang Ratu menginginkan jiwa saya? Tolong sebutkan apa kesalahan hamba, Ratu ?" Mak Iyem merasa takut jikalau sampai Ratu Ajeng menginginkan jiwanya.
"Kau tidak melakukan kesalahan apapun Iyem, hanya saja aku ingin kau menjadi dayangku." Jawab Ratu Ajeng tersenyum.
"Ampun Ratu, tidak bisakah Ratu mempertimbangkannya. Hamba masih mau hidup, Ratu. Tolong beri hamba waktu." Mak Iyem memohon agar diberi penangguhan.
"Tidak bisa Iyem, malam ini juga jiwamu akan aku ambil. Kau tidak bisa menolaknya. Ini adalah sebuah penghargaan buatmu karena dari sekian banyak manusia yang menjadi pengikutku hanya kau yang aku pilih untuk menjadi dayang di istana ku." Ratu Ajeng memperdaya Mak Iyem dengan kebohongan.
"Kau memang pengikutku yang paling setia (Puji Ratu Ajeng). Berbaringlah, lalu buka mulutmu lebar karena aku akan menarik jiwamu dari mulutmu. Tenang jiwamu tidak akan terbengkalai, akan aku bawa ke istana ku." Janji Ratu Ajeng.
"Baik Ratu, apapun keinginan Ratu adalah titah buat hamba." Mak Iyem berbaring di ranjangnya dengan membuka mulutnya lebar sesuai perintah Ratu Ajeng, walaupun sebenarnya hatinya sedih tapi ia tidak dapat menolak keinginan sang Ratu.
__ADS_1
"Bersiaplah, tenang ini tidak akan sakit. Aku akan menarik jiwamu secara perlahan." Ratu Ajeng mengambil posisi ke Mak Iyem yang berbaring tepatnya diatas tubuh Mak Iyem.
Ratu Ajeng mendekatkan wajahnya pada wajah Mak Iyem kemudian mulut Ratu Ajeng pun terbuka lebar, ia menghisap jiwa Mak Iyem secara paksa. Mak Iyem kejang-kejang karena jiwanya diambil paksa oleh Ratu. Kedua bola mata Mak Iyem bergulir keatas, saat ini Mak Iyem sudah diambang kematian. Mak Iyem merasakan sakit yang teramat sangat.
Tidak butuh waktu lama, dalam hitungan 1 menit Ratu Ajeng berhasil mengambil jiwa Mak Iyem dan juga batu permata hitam yang sempat ia berikan kepada Mak Iyem tempo kemarin.
Ratu Ajeng merasakan sensasi kepuasan yang tiada tara karena telah menghisap jiwa manusia masuk kedalam tubuhnya. Ia seperti mendapatkan kekuatan baru begitu jiwa Mak Iyem bersatu dengan dirinya.
"Ah.. sungguh nikmat sekali. Sekarang aku harus mengambil janin yang sudah kau masukkan kedalam perutmu."
Belum puas dengan mengambil jiwa Mak Iyem, kini Ratu Ajeng beralih kebagian perut Mak Iyem, ya Ratu Ajeng akan mengambil segumpal darah janin yang sempat ditelan oleh Mak Iyem.
Tangan Ratu Ajeng menembus masuk kedalam perut Mak Iyem dan mengambil darah yang ada dibagian perut Mak Iyem, dengan darah perut yang berasal dari perut Mak Iyem, Ratu Ajeng akan mengembalikan janin Sezha kedalam rahim Sezha, sebab gumpalan darah janin Sezha sudah bercampur dengan darah yang ada dibagian perut Mak Iyem.
__ADS_1
Setelah selesai, Ratu Ajeng meninggalkan Mak Iyem dengan kondisi mengenaskan.