
Menjelang sore hari, Sezha ingin pergi kesebuah rumah sakit yang menyediakan kantung darah. Tapi ia bingung harus kerumah sakit atau ke PMI (palang merah Indonesia).
"Aku kerumah sakit atau ke PMI ya, hm alasan apa ya yang bisa diterima biar aku bisa bawa sekantong darah ? aduh aku bingung ini. Mau tanya, tanya siapa, kenalan perawat gak ada."
Terpikir Sezha ingin membeli secara langsung tanpa perlu ada alasan medis.
"Coba aja deh aku lihat di laman Fb 'marketplace', kali aja nemu ada yang mau jual darahnya, jadi aku gak usah capek-capek deh ke rumah sakit atau ke PMI."
Sezha membuka aplikasi FB lalu Sezha membuka jual lapak online di aplikasi itu, Sezha mengetik sebuah kata di pencarian yaitu 'donor darah'.
Setelah di klik muncullah pertama kali, seseorang yang ingin mendonorkan darahnya dengan harga 500ribu/kantong, dengan nama Leha.
"Wih cocok ni, mayan buat dipersembahkan untuk Ratu."
Sezha menelpon nomor ponsel yang tertera. Tidak butuh waktu lama, panggilan telpon Sezha langsung di jawab.
Sezha : " Hallo selamat sore."
Leha : " Ya selamat sore, maaf dengan siapa ?"
__ADS_1
Sezha : " Saya Sezha, saya ingin menanyakan apakah benar jika mbak berniat mendonorkan darah ?"
Leha : " Ya mbak benar, kenapa ya mbak ?"
Sezha : " Saya mau beli donk 1 kantong, harganya yang tertera di iklan kan?"
Leha : " Iya mbak cuma ada biaya tambahan sekitar 150ribu, untuk pemulihan setelah saya mengambil darah. Bagaimana mbak apakah mbak bersedia ?"
Sezha : " Ok saya mau, jadi kapan mbak bisa saya terima darahnya soalnya saya mau cepat."
Leha : " Maaf mbak sebelumnya, apa mbak tidak ingin menanyakan golongan darah saya ? takutnya setelah saya ambil darah, tidak taunya tidak cocok dengan golongan darah mbak."
Leha : " Besok pagi ya mbak, soalnya malam ini akan saya transfusi dulu darah saya ke kantong, setelah itu akan saya simpan di kulkas, agar mbak besok pagi bisa mengambilnya."
Sezha : " Alamatnya dimana mbak ?"
Leha : " Jalan H, nomor 123 mbak."
Sezha : " Lumayan jauh tuh, mbak gak bisa anter kerumah saya ? nanti saya tambahin deh 100ribu, gimana mbak bisa?"
__ADS_1
Leha : "Duh maaf mbak tidak bisa, karena pastinya saya setelah transfusi darah akan butuh istirahat, jadi tidak mungkin saya melakukan perjalanan."
Sezha : " Oh gitu ya, ya sudah besok saya kesana."
Leha : " Baik mbak, terimakasih mbak. Saya sudahi ya mbak."
Sezha : " Saya juga terimakasih banyak. Selamat sore.
Leha : " Sore mbak."
Panggilan telpon selesai, mereka berdua berbicara panjang sekali di telpon.
Sezha sangat senang karena darah yang ia perlukan sudah dapat, tidak perlu lagi ia capek-capek mencari.
"Ajaib memang orang sekarang, apa aja dijual gokil. Semua demi cuan cuy, tapi gak apa-apa kerjaanku jadi mudah buat dapetin darah langsung gak perlu pake instansi, ribet urusan."
Sezha menggendong bayinya dan mengajaknya berbicara.
"Tenang dek sebentar lagi kita akan kumpul sama papa kamu, intinya kita harus sabar menunggu, karena sabar itu akan indah pada waktunya. Kamu tau mama tuh seneng banget lho. Semua yang mama inginin berjalan sesuai keinginan mama, alam bener-bener berpihak pada mama, ini semua berkat Ratu."
__ADS_1
Rencana licik apa lagi yang akan Sezha lakukan kali ini demi bisa mendapatkan Deon seutuhnya. Tidak ada puas-puas nya Sezha ingin berbuat jahat kepada orang lain.