MAMA

MAMA
Bab 258


__ADS_3

Karena sihir itu sudah berpindah ke tubuh Ega, maka Nina dapat pulih dan kembali sehat seperti biasa, ibunya yang menunggunya dibangunkan oleh Nina.


"Ibu, bangun Bu."


Ibu tergugah karena tidur di sebelah Nina.


"Ya.." Ibunya belum sepenuhnya sadar.


"Bu, ibu ngapain tidur di kamar Nina ?" Tanya Nina heran.


"Nina ? kamu sudah sembuh nak, Alhamdulillah ya Allah." Ibunya spontan memeluk Nina sembari mengucapkan syukur.


"Emang Nina sakit apa Bu ? perasaan Nina sehat-sehat aja ?" Nina masih bingung dengan maksud sembuh yang ibunya ucapakan.


"Lho kamu gak ingat kalo kamu sebulanan ini sakit, kamu teriak, sedih, tiba-tiba tertawa. Tapi Alhamdulillah sekarang kamu udah sembuh, ibu senang nak." Ibunya terharu.


"Iya Bu, Alhamdulillah." Timpal Nina tapi ia masih belum tau sebenarnya kenapa dengan dirinya.


"Ya sudah kamu tunggu disini ya, ibu mau panggil suami kamu sama ayah. Pasti mereka seneng lihat kamu sudah pulih."


Ibu keluar kamar Nina kemudian segera memanggil ayah dan Deon yang tidur di kamar satunya.


"Ayah bangun yah."


"Kenapa Bu ?" Tanya ayah masih setengah sadar.

__ADS_1


"Nina, udah sembuh. Dia udah gak depresi lagi." Ucap ibu semangat.


Deon yang tidur disebelah ayah mendengar ucapan ibu mertuanya.


"Apa Bu ? Nina sembuh, syukur kalo gitu. Saya mau lihat Nina dulu."


Deon bergegas masuk kekamar Nina, begitu sampai di kamar Nina, bukannya dapat sambutan ramah dari Nina malah sebaliknya.


"Mama..kamu sudah sembuh, papa seneng dengernya."


"Mau apa papa kesini, sejak kapan papa mulai mengkhawatirkan mama, mama gak butuh perhatian dari laki- laki pembohong seperti papa." Nina mengusir Deon keluar dari kamarnya.


"Ma, please jangan bersikap seperti ini sama papa." Deon mendekat ke Nina yang berada di ranjang.


Ayah dan ibu Nina masuk.


"Untuk apa laki-laki yang sudah mengkhianati sebuah hubungan harus diajak bicara baik-baik, ibu. Nina udah gak bisa menerima mas Deon sebagai suami Nina lagi, gak bisa Bu." Nina sakit hati dan kecewa pada Deon.


"Iya ibu tau, Deon sangat bersalah pada kamu tapi mau bagaimana ini semua sudah terjadi. Cobalah berbicara dengan kepala dingin." Ibu menengahi.


"Ya nak, benar kata ibu kamu. Pikirkan anak-anak kalian." Timpal ayah.


"Jangan paksa Nina, Bu. Nina mau istirahat, tubuh Nina capek. Bolehkan yah, ibu kalo Nina beristirahat."


"Iya nak, ayah dan ibu akan pergi tidur juga. Besok saja kita bicarakan."

__ADS_1


"Terimakasih."


Ayah dan ibu Nina mengajak Deon untuk ikut keluar dari kamar Nina.


"Deon ayo kita keluar, biarkan istri kamu beristirahat. Ini juga masih dini hari sebaiknya kita juga pergi tidur, besok baru kita bicarakan." Kata ayah.


"Ya, yah." Wajah Deon lesu.


Deon meninggalkan kamar Nina ketika diluar kamar kedua orangtua Nina mengajak Deon berbicara serius.


"Deon, bisa ayah dan ibu berbicara ?" Tanya ibu.


"Bisa Bu, Deon juga belum ngantuk."


"Begini, jadi apa keputusan kamu sekarang ? Nina tidak ingin jika pernikahan kalian kehadiran orang ketiga, di satu sisi kamu telah memiliki anak dari wanita lain. Ayah dan ibu tidak sepenuhnya menyalahkan kamu, mungkin ini sudah jalan dari Allah untuk rumah tangga kalian, tapi jujur ayah dan ibu ingin mendengar keputusan dari kamu, Deon."


"Sekali lagi, saya meminta maaf karena saya telah kurang aj*r dan tega mengkhianati pernikahan antara saya dan Nina. Saya juga bingung harus apa, saya ingin mempertahankan hubungan pernikahan ini namun disisi lain saya telah memiliki anak dari wanita lain diluar pernikahan kami. Tidak mungkin jika wanita itu saya tinggalkan, saya tidak tau harus apa." Deon bimbang.


"Sudahlah Bu, lebih baik kita istirahat, besok saja kita bicarakan." Ayah menyarankan untuk tidak membahas malam ini.


"Hm iya yah. Kamu tidurlah." Suruh ibu kepada Deon.


"Terimakasih ayah dan ibu mau memahami saya walaupun saya telah melakukan kesalahan."


"Ini semua demi anak dan cucu kami. Beristirahat lah."

__ADS_1


Ayah dan ibu Nina beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar mereka, meninggalkan Deon sendiri di sofa deket kamar Nina.


__ADS_2