MAMA

MAMA
Bab 95


__ADS_3

Usai adzan Maghrib, Sezha mengajak Nova untuk berangkat kerumah Tukijan yang di sebutkan oleh ibu penjual sayur.


"Nov, yaudah yuk kita berangkat sekarang. Mumpung udah abis adzan ni." Ajak Sezha.


"Bentar donk Zha, aku mau sholat Maghrib dulu. Apa kamu gak sholat juga ?" Tanya Nova.


"Sholatnya nanti aja, gak sholat sekali doank masa iya dosa, gak kan. Udah ah yuk buruan, kalo telat nanti tuh orangnya pergi lho Nov. Mau kapan lagi coba." Desak Sezha mengajak Nova.


"Astaghfirullah Zha, istighfar Zha. Sholat itu hukumnya wajib, bisa-bisanya kamu ngomong gitu. Udah tunggu bentar aku mau sholat dulu, gak sampe satu jam kali sholat." Protes Nova.


"Aihhss iya iya Bu ustadzah Nova, sholat gih. Aku libur." Sezha acuh.


Nova menggelengkan kepalanya, ia gak menyangka Sezha seperti lupa dengan kewajiban seorang muslim.


Nova berjalan memasuki kamar mandi Sezha, kemudian ia mengambil wudhu.


Usai mengambil wudhu Nova pun keluar dari kamar mandi dan menanyakan mukena kepada Sezha.


"Zha, mukena kamu ada?"

__ADS_1


"Ada, dilemari. Buka aja, dilipatan paling atas." Sezha duduk ditepi ranjang.


Nova membuka lemari pakaian Sezha, diambilnya mukena berwarna putih beserta sarungnya dan juga sajadah.


Nova menggelar sajadahnya kemudian ia memakai mukena beserta sarungnya, lalu Nova pun memulai sholatnya.


Sezha masih duduk ditepi ranjang, ia menggoyangkan kedua kakinya sambil bersenandung.


Saat ia bersenandung, ia mendengar suara senandung juga dari luar rumahnya.


Sezha terdiam dan menghentikan senandungnya. Ia sudah berhenti, namun suara senandung itu masih ia dengar.


"Suara siapa itu ?" Suara Sezha lirih, degup jantungnya mulai tidak seirama.


"Ck, Nova lama banget lagi. Sholat 3 rakaat aja lamanya ampun." Sezha berdecak .


Suara senandung itu terdengar semakin dekat seperti akan mendekatinya.


Sezha menelan salivanya dan keringat dingin mulai keluar dari pori-pori keningnya.

__ADS_1


Sezha benar-benar merasa ketakutan, tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk pundaknya.


"Pergi ! jangan aku, ku bilang pergi !" Teriak Sezha.


Ia tidak tau jika yang menepuk pundaknya itu adalah Nova yang baru saja selesai sholat.


"Zha, ini aku Zha, sadar ish kamu ni cuma ditepuk pelan doank malah pake teriak segala. Lebay kamu." Nova heran.


"Ya ampun Nov, bersuara donk kalo nepuk pundak aku jadi aku gak kaget." Sezha mengatur nafas sembari mengelus dadanya karena kaget tadi.


"Lagian kamu aku perhatiin kayak orang ketakutan tau gak, kayak abis liat setan."


"Memang ada setan' dirumahku Zha, makanya aku mau kerumah orang pinter biar bisa ngusir setan, capek aku diganggu mulu. Kamu tau Nov, setan bayi sebesar botol selalu datengin aku, udah gitu setan anak perempuan yang ntah dateng darimana ikut-ikutan neror aku juga. Bisa gila aku Nov kalo tuh setan gak ada kerjaan terus dateng, dateng dan dateng." Sezha meluapkan kejengkelannya karena ia selalu diganggu arwah dari bayinya dan juga arwah anak perempuan Mak Iyem.


"Emang kamu gak tau kenapa hantu bayi itu datengin kamu terus, Zha ?" Nova bertanya seolah-olah pura-pura tidak tau.


"Hello Nov,Nov..gimana aku mau ngomong, tuh setan bayi belum bisa ngomong." Sezha sedikit nyolot.


"Ya aku tau, kan tadi kamu bilang ada hantu anak perempuan juga nah coba deh kamu tanyain jadi biar kamu bisa tau apa yang mau sampaikan." Terang Nova.

__ADS_1


"Gak penting amat, ngomong sama setan buang-buang waktu. Udah gak usah dibahas, sekarang kita berangkat kuy." Sezha mengalihkan pembicaraan.


"Ok deh." Kata Nova.


__ADS_2