MAMA

MAMA
Bab 133


__ADS_3

Malam harinya tepat pukul 7 malam, Sezha bergegas pergi menuju kerumah Tukijan. Ayahnya yang baru selesai sholat Maghrib menegur Sezha yang terlihat tergesa-gesa.


"Sezha ! kamu mau pergi kemana ? ini masih Maghrib. Kamu tidak sholat Maghrib ?"


"Bentar yah, Sezha ada perlu sama temen." Jawab Sezha beralasan langsung pergi keluar rumah tanpa pamit dengan ayahnya.


Ayahnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Sezha. Saat akan berbalik, ibu Sezha sudah berdiri dengan raut wajah dingin.


"Manjain aja terus, makin lama tuh anak udah gak ada tata krama. Jangankan pamit, ngucap salam ( assalamualaikum) aja tidak ada." Ucap ibu dengan nada ketus.


"Apa sih Bu, mungkin Sezha terburu-buru makanya lupa." Ayah membela.


"Tidak perlu ayah bela kesalahan Sezha. Sebaiknya Sezha, ayah nasehati agar lebih paham dengan agama, soalnya ibu lihat dia sudah tidak pernah sholat dan pulang sekolah suka lama."


Setelah mengatakan itu, ibu Sezha berjalan kedapur. Karena Sezha tidak mengolesi lehernya dengan minyak itu, sikap ibunya mulai berubah dingin terhadap Sezha namun ingatan ibunya masih belum teringat jikalau Sezha pernah hamil.


Ayah hanya bisa menghela nafas ketika ibu bilang begitu.

__ADS_1


"Sezha, Sezha, baru saja sikap ibu kamu sudah mulai baik dengan kamu, hm sekarang kamu malah buat ibu kamu kesel lagi." Gumam ayah sembari berjalan memasuki kamar.


Meninggalkan ayah dan ibu Sezha dirumah sementara Sezha sudah sampai di depan rumah Tukijan.


Sezha mengetuk pintu.


Tok..tok.. "Pak !" Panggil Sezha dengan suara keras.


Tukijan yang berada di ruangan khusus tempat ia melakukan ritual, mendengar suara Sezha sudah berada di depan rumahnya.


Tukijan beranjak dan keluar dari ruangan khusus ini berjalan menuju pintu depan.


Tukijan membuka pintu.


"Ada apa kamu kemari ? bukankah saya sudah memberikan kamu minyak itu hem" Tanya Tukijan.


"Nah itu masalahnya pak, minyak itu hilang pak. Saya tidak tau hilang dimana, makanya ini saya datang kerumah bapak buat minta minyak ampuh itu lagi. Bapak masih mempunyai minyak itu lagi kan ? Pikiran saya kacau pak, minyak itu gak ada. Tolong saya pak." Sezha sangat membutuhkan minyak itu.

__ADS_1


"Masuk." Titah Tukijan.


Sezha melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Tukijan.


Tukijan duduk dengan posisi tubuh tegak dan melipat kedua tangan di atas dada lalu Sezha duduk tepat berhadapan dengan Tukijan.


"Apakah kamu sangat menginginkan minyak ajaib itu lagi ?" Tanya Tukijan.


"Iya pak, saya sangat menginginkan minyak itu. Tolong berikan saya minyak itu, pak." Jawab Sezha mantap.


"Kali ini syaratnya berbeda dengan yang kemarin. Apakah kamu siap dengan syarat yang akan saya sebutkan nanti ?" Tukijan tertawa bangga sembari bertanya lagi.


"Siap pak, syarat apa saja saya siap pak yang penting saya mendapatkan minyak itu. Hidup saya bisa kembali berantakan kalo sampai saya tidak memakai minyak itu lagi. Bapak sebutkan saja, apa syaratnya dan saya akan melakukannya tanpa berfikir panjang." Sezha belum mengetahui syarat apa saja tapi Sezha sudah mengatakan kalau ia menyanggupi syarat yang akan di berikan oleh Tukijan.


"Saya suka dengan pendirian kamu. Saya ingatkan, syarat ini tidak main-main. Jadi sekali lagi saya tanyakan kepada kamu. Apakah kamu siap dengan syarat yang akan saya sebutkan?"


"Demi segalanya, saya siap melakukan syarat apapun untuk memperoleh minyak itu." Sezha begitu yakin.

__ADS_1


__ADS_2