MAMA

MAMA
Bab 34


__ADS_3

Prakiraan pak sopir benar, tepat 15 menit mereka berdua tiba di persinggahan pondok mak Iyem.


"Nah, neng ini dia persinggahan itu kita sudah sampai." Kata pak sopir.


Sezha dan Nova kemudian turun dari taksi. Mereka tercengang karena persinggahan ini berbeda dengan yang ada di ponsel Sezha.


Persinggahan ini nampak rapi, sejuk dan juga bersih, banyak pohon-pohon tumbuh subur disekitarnya.


"Woah indah bener, kirai serem kayak yang ada di ponsel kamu Zha." Nova takjub.


"Hm tuh kan makanya diliat dulu kamu sih udah keburu takut duluan. Nah sekarang masih takut lagi ni hem ?"


"Dikit sih tapi yang kelola ni tempat, idenya langka tau gak."


"Langka gimana maksud kamu Nov ? jangan bilang ada yang aneh lagi ok." Sezha sekedar mengingatkan.


"Dih iya, gak ini lho ditempat terpencil gini ternyata ada tempat sebagus ini. Sementara tadi kita sewaktu melewati perkampungan tu rumahnya masih terbuat dari anyaman gitu kan, tapi persinggahan ini interior nya udah sama seperti bangunan di kota ya jujur cantik sih berasa sejuk so far oke."


"Yaudah yuk kita masuk, aku udah capek banget ni pengen cepet-cepet tidur tau gak." Ajak Sezha.


"Yuk dah."

__ADS_1


Mereka berdua mengambil barang bawaan mereka, tapi belum lagi mereka jauh melangkah, mereka di panggil oleh pak sopir.


"Neng tunggu neng."


Mereka berdua menoleh bersamaan


"Kenapa tuh pak sopir manggil ya ?" Nova bingung.


Pak sopir menghampiri.


"Neng punten, neng berdua ini belum bayar ongkos taksinya neng. Neng lupa ya."


"Gak apa-apa neng, bapak mah maklum kalo orang kota dateng kedesa itu bawaannya pengen buru-buru rebahan dan menikmati udara segar di desa." Ucap pak sopir.


"Hehehe iya pak, yaudah berapa ongkosnya pak ?" Tanya Sezha.


"Di argo tertera 500ribu neng."


"Ini pak, saya lebihin dikit maaf gak bisa banyak. Makasih ya pak." Sezha menyerahkan 5 lembar uang pecahan 100ribu dan selembar uang 50ribu.


"Alhamdulillah makasih banyak neng, kalo begitu bapak permisi pulang ya mau nyari penumpang lagi ni. Semoga menyenangkan selama menginap di sini. Mari neng."

__ADS_1


"Iya pak, bapak hati-hati ya." Ucap Sezha.


Pak sopir pun masuk kedalam taksinya sedangkan mereka berdua berjalan masuk ke persinggahan itu.


Di dalam taksi tercium aroma bunga melati yang menyengat.


"Wangi aroma bunga melati, perasaan tadi gak. Apa parfum yang dipake sama neng neng berdua tadi ya? ah kayaknya aromanya gak begini. Ck sampe lupa disini kan banyak ditanami bunga-bunga, mungkin aja salah satu diantaranya terselip tanaman melati. Lebih baik secepatnya aku balik, keburu sore yang ada sepi penumpang." Pak sopir bergumam sambil mengendus wangi bunga melati.


Pak sopir memutar balik taksinya, kearah yang tadi. Tanpa pak sopir sadari bagian belakang taksinya sudah banyak bunga melati tertabur yang entah darimana jatuhnya bunga-bunga melati ini.


Nova dan Sezha sudah berada tepat di pintu masuk persinggahan ini.


Suasananya terlihat sangat sepi, seperti tidak ada yang tinggal dan menginap disini.


"Zha, sepi banget ya. Kayak gak ada orang." Nova memperhatikan tiap sudut halaman persinggahan ini.


"Mungkin pada istirahat ya kan. Mending kita buru-buru masuk, kali aja ada resepsionis nya."


"Yaudah deh yuk."


Nova masih memandangi area sekitar persinggahan ini.

__ADS_1


__ADS_2