MAMA

MAMA
Bab 103


__ADS_3

Sekarang Nova dan Sezha sudah berada di dalam kamar Nova. Mereka berdua sudah terbiasa tiap mengobrol pasti memilih di dalam kamar baik dirumah Sezha maupun Nova.


"Nov, aku mau ngobrol banyak ni." Kata Sezha dengan wajah senang.


"Ngobrol apa Zha ?" Tanya Nova santai.


"Ish astaga yang semangat donk Nov, lemes amat dah."


"Iya deh, reka ulang. Btw apaan Zha ? jiwa kepo ku meronta-ronta ( Nova mengulang pertanyaan rada lebay). Nah udah kan, sekarang cerita deh."


"Ok kalo kamu kepo, aku kasih tau ya. Tadi malam itu aku kan udah nemu yang namanya Tukijan, nah gitu ketemu aku kan disuruh masuk. Kamu tau gak Nov ?" Tanya Sezha menggantung.

__ADS_1


Nova menggelengkan kepalanya tanda ia tidak tau.


"Oh iya kamu kan gak ikut gimana mau tau. Aku lanjut lagi ya. Asal kamu tau ni ya Nov, ternyata si Tukijan itu super jago lho. Jagonya itu gini, aku belum cerita masalahku tapi dia kata dia udah tau masalah ku. Tuh kan emang cocok orang pinter, gak salah aku kerumah Tukijan."


"Bisa aja Zha, setau aku setiap dukun itu pasti ada sosok makhluk halus gitu bantuin dia. Kalo gak mana bisa dia tau tanpa diberi tahu sama tuh makhluk, ya kan logikanya aja sih." Nova tidak takjub sama sekali, ia bersikap biasa.


"Aiss kamu tuh ya, udah skip (Sezha sedikit kesal sama Nova). Lanjut lagi tentang si Tukijan, gitu aku baru masuk si Tukijan itu lalu masuk kedalam mengambilkan sebotol kecil minyak ajaib, dia meminta ku untuk ngolesin setiap malam tepat ditengah malam. Udah gitu pertama-tama bau minyaknya gak enak banget bau comberan tapi setelah beberapa saat gitu eh berubah wanginya jadi jeruk purut." Sezha menceritakan perihal minyak yang ia dapatkan dari Tukijan.


"Penasaran kan pasti, taraaa ni minyak ajaib yang tadi aku bilang. Kecil botolnya besar khasiatnya." Dengan rasa bangga Sezha menunjukkan botol minyak itu kepada Nova.


"Lah minyak apa ni Zha ? ukuran sama isi kok sama, sama-sama dikit. Pelit amat tuh dukun ngasih minyak se cuil gini, berapa harganya Zha ?" Nova kepo heran.

__ADS_1


"Eits jangan salah, isi sama tempat emang pelit tapi Nov ni minyak ampuh bin ajaib." Sezha mengangkat kedua alisnya.


"Hilih ajaib (cemooh Nova) coba sebutin ajaibnya ni minyak apa aja ?"


"Kamu tau ok aku sebutin seajaib apa ni minyak. Pertama mimpi anak kecil dan bayi hantu gak jelas udah gak ganggu mimpiku lagi terus yang paling top nya itu tadi pagi pas aku baru bangun tidur tiba-tiba ibuku ketiuk pintu kamarku lalu ibu manggil namaku. Aduh Nov, aku lompat kegirangan tau gak Nov." Sezha begitu bersemangat.


"Lumayan lah tapi apa kamu yakin karena minyak ini ? atau bisa aja kan memang tuh hantu emang gak gangguin kamu masih main-main di mimpi lain. Kalo ibu kamu, mungkin aja ibu kamu sudah mau memaafkan kesalahan kamu Zha." Nova tidak mempercayai apa yang dikatakan Sezha tentang minyak yang ia tunjukkan.


"Ihhhh au ah, aku ngomong serius lho Nov malah ngeselin gitu ngomongnya." Sezha memasang wajah cemberut.


"Lah kenapa jadi aku ? hadeh." Nova tidak merasa mengatakan ucapan yang ngeselin.

__ADS_1


__ADS_2