
Ibu Nova bergidik merinding ketika tatapan Lala terlihat aneh ke arah Nova dengan senyuman yang sedikit seram.
"Sepertinya teman kamu sedang dirasuki makhluk halus, nak." Bisik ibu Nova ke telinga Nova.
"Maksud ibu, kerasukan hantu gitu ?" Timpal Nova berbisik juga.
"Iya, cepet kamu keluar panggil pak ustadz Dedek sekarang. Ibu khawatir kalo makhluk yang ada didalam tubuh teman kamu akan semakin menguasai tubuh teman kamu." Titah ibu untuk memanggil seorang ustadz yang berada tak jauh dari rumah mereka.
"Tapi bu, apa ibu yakin bisa aja ni mereka lagi becanda Bu." Nova menolak titah ibunya dan meragukan dugaan ibunya.
"Astaghfirullah, temen kamu tidak sedang becanda. Cepet panggil pak ustadz kesini, jangan ngebantah." Hardik ibu kepada Nova.
"Ya Allah Bu, bentar dulu donk pastiin dulu bener kerasukan gak gitu lho." Nova ngeyel.
"Ni anak dibilangin orang tua gak percaya banget. Coba kamu lihat wajahnya, ibu aja merinding lihatnya masa kamu gak." Ibu berusaha meyakinkan.
__ADS_1
Nova melihat kearah Lala yang masih tersenyum aneh ke arahnya dan ya bulu kuduknya seketika berdiri diikuti perasaan merinding.
"Ihhhh La, kamu baik-baik aja kan La ?" Nova menelan salivanya sambil memberanikan untuk bertanya kepada Lala yang sedang dirasuki.
"Aku Lala ya kak, hihihi namaku bagus La_La hihihi." Lala mengeja layaknya anak kecil.
Arin berjalan ke belakang tubuh Nova dan ibu Nova, jujur ia merasa takut melihat tingkah Lala seperti itu. Padahal teman dekatnya tapi ia takut.
Sedangkan Sezha masih berasa didekat Lala karena ia tidak bisa beranjak sebab pergelangan tangannya di cengkram kuat oleh Lala.
"Hm aku setan ya hihihi, terus tadi kakak bilang tujuan, tujuan apa ? hihihi ." Lala meledek pertanyaan Sezha
"Gak usah basa-basi, bilang aja apa mau mu hah ?!" Bentak Sezha.
"Hiks, kakak jahat aku kan masih kecil huwaaaa oekkkkk... oekkkkk... oekkkkk" Lala menangis kencang yang awalnya menangis layaknya anak kecil berubah tangisan layaknya bayi baru lahir.
__ADS_1
Spontan Nova teringat dengan janin yang diambil oleh Mak Iyem kala Sezha ditangkap oleh Mak Iyem dan diikat diatas dipan papan.
Apakah Lala dirasuki oleh janin Sezha ? Ya Allah, apakah hamba harus memberitahu sebenarnya kepada Sezha kalo saat ini janin yang dikandungnya sudah hilang diambil paksa oleh Mak Iyem? Ya Allah tapi bagaimana ini tidak mungkin di hadapan mereka ?
Nova berperang dengan pikirannya, ia ingin memberi tahu tapi ia bingung karena disini ada ibunya tidak mungkin ia memberi tahu yang sebenarnya.
Sezha mulai muak dengan tingkah makhluk halus yang merasuki tubuh Lala.
"Stop bermain-main ! sekarang katakan apa mau mu sebenarnya ?! kau tadi malam pasti datang ke kamar ku tapi kau tidak bisa mendekati ku dan sekarang kau pakai cara licik dengan merasuki tubuh Lala agar bisa mendekatiku kan huh."
"Kakak pinter hihihi, abisnya kakak pake pager segala jadinya kan aku gak bisa deket kakak hihihi. Nah sekarang karena aku udah deket kakak dan aku juga udah dapetin kakak sekarang kakak ikut aku, ada yang mau aku tunjukkin ke kakak, ehh tapi kakak harus sendiri gak boleh ditemenin atau aku gak mau pergi dari tubuh kakak ini hihihi." Sosok arwah anak kecil ini ingin mengajak Sezha ikut bersamanya.
"Omong kosong ! kau pikir aku percaya sama ucapanmu, sekali lagi aku bilang keluar sekarang dari tubuh Lala atau aku akan-" Ucapan Sezha terpotong.
"Akan apa kak? akan ajak aku main ya hihihi asyikkk, main..main." Sosok arwah anak perempuan ini pun kegirangan. Ya dia masih berada didalam tubuh Lala.
__ADS_1