MAMA

MAMA
Bab 118


__ADS_3

Pagi hari menjelang, Sezha bangun lebih pagi karena ia sama dengan Nova juga ingin pergi ke sekolah. Ia sudah mulai bosan dirumah saja tanpa kegiatan.


Sezha beranjak dari tempat tidurnya lalu bergegas ke kamar mandi setelah itu ia berpakaian seragam sekolah.


Selesai merias diri secukupnya kemudian ia keluar kamar guna untuk sarapan.


Dilihatnya di meja makan sudah ada ayah, adik dan ibunya sedang menyantap hidangan sarapan.


"Pagi ayah, ibu dan Ega, woah dah pada sarapan. Ummm aromanya harum, pasti ibu masak enak ni, jadi laper aku." Sapa Sezha langsung ambil posisi.


"Pagi, tumben hari ini sekolah kirain masih libur." Ucap ibu.


"Bosan Bu dirumah aja kalo disekolah kan seru bisa ketemu temen-temen."


"Ya sudah kamu buruan sarapan, nanti terlambat ke sekolahnya."


"Siap Bu."


Mereka pun sarapan bersama di satu meja makan. Ya sikap ibu Sezha dari satu hari yang lalu sudah berubah baik pada Sezha, tentunya bukan murni karena ibunya melupakan masalah Sezha tapi melainkan atas minyak dari pemberian Tukijan yang Sezha pakai seketika sikap ibunya seperti biasanya tanpa ada masalah.

__ADS_1


Sezha sudah selesai dengan sarapannya, ia pun pamit untuk pergi terlebih dahulu. Karena hari ini ia harus menaiki angkutan umum, ia tidak mau memesan ojek online lagi karena ongkosnya lebih mahal ketimbang ia naik angkutan umum.


"Bu, Sezha pergi duluan ya soalnya ntar gak dapet angkot keburu penuh." Sezha beranjak dari kursi meja makan.


"Baru selesai makan, duduk dulu 5 menit nanti perut kamu bisa sakit." Kata ibu.


"Gak kok Bu, ya udah ya Bu, ayah. Sezha berangkat dulu." Sezha mencium punggung tangan ibu dan ayahnya tanpa mengucapkan salam.


"Ya hati-hati dijalan." Pesan ibu.


Sezha bergegas melangkah kearah luar namun begitu akan membuka pintu, ayahnya memanggil.


"Sezha tunggu sebentar." Panggil ayah.


"Gak apa-apa, ayah cuma mau kasih kamu uang saku untuk disekolah, nih buat jajan kamu." Ayah Sezha memberikan uang 50 ribu.


"Woah banyak banget yah, 20 ribu aja yah buat ongkos, itu juga lebih kok cukup buat jajan Sezha juga." Sezha enggan menerima uang pemberian ayahnya karena dinilai lebih.


"Tidak apa-apa, kamu terima saja. Kebetulan ayah semalam dapet bonus dari mandor jadi bisa kasih kamu lebih. Ibu kamu juga udah tau, kalo ayah kasih kamu segini."

__ADS_1


"Yaudah deh yah, Sezha terima. Makasih ya yah, Sezha berangkat sekolah dulu, dah yah." Sezha pamit tetap tanpa mengucapkan salam, ia buru-buru pergi.


Ayahnya sadar jika Sezha belum mengucapkan salam.


"Hmm kalo udah buru-buru sampe lupa ngucapin salam. Ck dasar anak zaman sekarang." Ayah Sezha menggelengkan kepalanya.


Ibu Sezha menghampiri ayah yang masih berdiri didepan pintu.


"Kenapa yah kok geleng kepala gitu ?"


"Gak lho Bu, Sezha itu lho main pergi aja tanpa ngucapin salam."


"Owhh ya sudahlah yah maklumin aja namanya juga buru-buru." Tutur ibu.


Disela perbincangan ayah dan ibu, Ega menghampiri.


"Ayah, ibu, Ega mau berangkat juga ni. Hari ini Ega gak naik angkutan umum soalnya nebeng sama temen." Ega menyalami kedua orangtuanya.


"Iya, hati-hati dijalan. Bilang sama temennya bawa motor jangan ngebut, bahaya." Pesan ibu.

__ADS_1


"Ya Bu, kalo gitu Ega berangkat ya Bu, assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


__ADS_2