MAMA

MAMA
Bab 180


__ADS_3

Dalam hati, Nova masih belum percaya kalo ini adalah anak Sezha.


Aku kok gak yakin ya, soalnya jelas-jelas aku liat kemarin sewaktu dipersinggahan jika Sezha pendarahan gitu dan kata almarhumah bulek, Sezha itu habis jadi korban persugihan tapi kenapa sekarang malah tiba-tiba Sezha melahirkan bayi. Sedangkan beberapa hari ini aku liat perut Sezha gak terlalu besar. Ck aduh aku pusing, masa iya Sezha ngelakuin sesuatu yang sesat, ach gak mungkin kayaknya deh. Hm apa aku tanya langsung aja ya, abisnya aku penasaran banget. 'Nova sibuk dengan pikirannya.'


Sezha memperhatikan gelagat Nova yang seperti memikirkan sesuatu.


"Nov (Sezha menepuk pundak Nova ), daritadi melamun mulu deh. Ada apaan sih ? kalo kamu mau tanya, tanya aja. Nanti pasti aku jawab."


"Hm gini lho Zha, aduh aku bingung mau nanya. Aku takut kamu tersinggung dengan pertanyaan aku." Nova nampak ragu.


"Ya gak lah, justru kalo kamu gak tanya ke aku malahan aku yang penasaran apa yang di pikiran kamu."


"Janji ya jangan tersinggung atau kesel sama aku, kalo aku nanya atau bicara yang terlalu ingin tau tentang kamu."

__ADS_1


"Iya janji. Idih lebay kamu tau gak. Udah buruan kamu tanya apa."


Nova mengatur nafas terlebih dahulu.


"Ok, aku mau tanya hm awal kehamilan kamu bulan berapa Zha ? soalnya kan aku liat beberapa hari ini perut kamu biasa-biasa aja gak seperti wanita hamil. Udah gitu kan, kamu inget gak sewaktu kita ke persinggahan Mak Iyem, nah kamu kan pernah pendarahan dan kata almarhumah bulek, kamu habis jadi korban persugihan, ya maaf janin kamu diambil paksa. diwaktu itu." Kata Nova gamblang.


Sezha nampak diam sembari menundukkan kepalanya.


Melihat Sezha seperti itu, Nova merasa bersalah karena telah menanyakan hal yang sangat sensitif kepada Sezha.


"Gak kok Nov, wajar kamu nanya gitu. Ya gak ada salahnya kalo kamu mengetahui semuanya, toh kamu juga temen deket aku. Hm jujur ada sesuatu yang telah aku lakukan. Namun kamu tidak perlu tau lebih banyak, biarlah ini menjadi rahasiaku." Wajah Sezha serius, pandangannya lurus kedepan tanpa memandang Nova.


Nova menangkap ekspresi raut wajah Sezha, jikalau saat ini ia sedang tertekan dan juga merasakan penyesalan.

__ADS_1


"Sesuatu ? maksudnya? Kamu ngelakuin apa Zha ?" Nova belum paham.


Mendengar pembicaraan Sezha dan Nova, bayi Sezha terbangun dari tidurnya diiringi tangisan.


"Oekkkk...oekkkk..."


Sezha tergugah sadar, Sezha langsung menggendong bayinya lalu menyusuinya.


Sedikit lagi Nova mendapatkan penjelasan dari Sezha, tapi ternyata gagal sebab bayi Sezha bangun dan menangis.


"Hm Zha, kamu belum jelasin yang maksud 'sesuatu' tadi."


"Sesuatu ? emang aku tadi ngomong apa? aku aja lupa. Udah ach bahas lain aja, serius amat bahasnya, oh ya btw kamu mau minum, tunggu bentar ya aku nyusui bayi aku dulu. Biasalah bayi cowok, kuat banget nyusunya. Kadang aja aku suka laper kalo habis nyusui." Sezha seketika melupakan yang baru saja ia ceritakan.

__ADS_1


"Yaudah deh lain kali aja kita lanjut cerita yang tadi abisnya kamu lupa. Kalo minum mah, aku bisa ambil sendiri, kamu santai aja."


__ADS_2