
Ibu datang di antara Deon dan Sezha. Ibu merasa tidak mengenal Deon.
"Siapa yang cari ibu, Zha?" Ibu melihat sekilas Deon.
"Eh ibu, sini Bu duduk biar Sezha kenali."
Ibu pun duduk bersebelahan dengan Sezha sembari kedua matanya memperhatikan Deon. Maklum ini pertemuan pertama untuk ibu Sezha jadi wajar jika ibunya sama sekali tidak mengenal Deon.
Sezha mengenalkan Deon.
"Kenalin Bu, ini Deon, pacar sekaligus ayah dari anak Sezha."
"Ayah ? berarti laki-laki ini yang udah hamilin kamu terus sekian lama gak ada iktikad baik tiba-tiba hadir setelah kamu melahirkan, astaga.." Sontak ibu Sezha kaget bercampur marah.
__ADS_1
"Bu, jangan gitu donk Bu. Yang penting sekarang mas Deon udah dateng kesini dan sebentar lagi pasti mas Deon nikahin Sezha, ya kan mas ?" Sezha membujuk ibu untuk tidak marah pada Deon, lalu beralih kearah Deon dengan santainya.
Deon yang hanya diam tersadar saat Sezha menanyai nya.
"Hah ? apanya ?" Deon seperti orang yang baru bangun dari mimpi.
"Sezha, Sezha, laki-laki bengong gini kamu bisa jatuh cinta bahkan sampai hamil anaknya. Hm ibu kira laki-laki yang menghamili kamu itu gentleman, huh gak taunya lembek." Ibu Sezha meremehkan Deon karena gelagatnya yang seperti orang kebingungan.
"Ish ibu kok gitu ngomongnya, maklum lah Bu kan baru pertama kali mas Deon kesini jadi wajar kalo dikit canggung."
4 kali tenggakan, pikiran Deon baru terasa terbuka. Ia tidak kebingungan lagi.
"Maaf Bu jika kedatangan saya terlambat, tapi jujur bukan maksud saya tidak ingin bertanggung jawab dengan kehamilan Sezha tapi karena memang saya banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan beberapa bulan kebelakang. Sekali lagi saya minta maaf Bu." Deon lancar berbicara dan meminta maaf kepada ibu Sezha.
__ADS_1
Kondisi Deon memang seperti bukan dirinya, yang awalnya bengong sekarang malah berbicara seakan ia bersedia bertanggung jawab dan melupakan kejadian tadi pagi yang baru saja mengakibatkan istri dan kedua anaknya pergi dari rumahnya.
Mendengar itu Sezha sumringah.
"Tuh kan Bu, mas Deon gak lembek cuma memang kemarin mas Deon sibuk makanya belum bisa kesini."
"Baiklah kita langsung saja ya, jadi kapan kamu akan menikahi anak saya secara resmi Dimata agama dan negara ? saya tidak mau kalo anak saya menikah tanpa tercatat dinegara." Ibu Sezha langsung meminta kesiapan Deon untuk menikahi Sezha dalam waktu dekat.
"Secepatnya pasti saya akan menikahi Sezha tapi tunggu saya menyelesaikan pekerjaan saya dulu, Bu. Setelah itu pasti saya menepati janji saya, apalagi sekarang Sezha telah melahirkan anak saya. Ibu tidak usah meragukan saya." Deon berbicara dengan penuh percaya diri dan keyakinan.
"Saya butuh kepastian, kapan ? saya tidak mau jika harus menunggu lama. Cucu saya juga butuh akta kelahiran untuk masa depannya." Ibu Sezha terus mendesak Deon.
Sezha mencoba menengahi ibu yang mulai tidak sabaran dalam menghadapi Deon.
__ADS_1
"Udah donk Bu, kan tadi mas Deon udah janji. Jangan terus mendesak mas Deon seperti itu, namanya juga mas Deon masih banyak pekerjaan, jadi maklumin saja ya Bu. Ibu tenang aja mas Deon gak akan lari kok. Sezha percaya sama mas Deon." Sezha menggenggam tangan ibu.