
Saat menunggu angkutan umum, Nova melihat Sezha masih duduk diwarung yang tak jauh dari sekolah tepatnya diseberang jalan.
"Itukan Sezha, hm kirain dia udah pulang gak taunya masih warung. Aku samperin aja." Nova segera berjalan keseberang.
Sezha mengetahui Nova dari kejauhan.
"Aduh Nova pake acara kesini lagi. Mending aku buruan sembunyi deh. Aku belum siap untuk memberitahunya tentang masalahku."
Sezha beranjak dan bersembunyi di samping warung.
Nova yang sudah mendekat merasa heran ketika di dapati Sezha sudah tidak berada disana lagi.
"Lho Sezha nya mana ? perasaan tadi dia ada duduk disitu tapi kenapa dah hilang aja tuh orang, cepet amat kayak bisa teleportasi aja dia." Nova bingung sembari memperhatikan warung dimana Sezha duduk tadi.
"Yaudah lah mungkin sewaktu aku fokus nyebrang jalan, ojol dia udah datang. Ck jadi harus nyebarang lagi deh, hadeh capek."
Karena tidak menemukan Sezha, Nova pun memutuskan kembali di tempat awal dia menunggu angkutan umum.
Sezha mengintip dan dilihatnya Nova sudah menaikki angkutan umum.
__ADS_1
"Huuu untung cepet sembunyi (Sezha bernafas lega) tadi sampe mana ya aku scroll info tentang persinggahan itu."
Ternyata Sezha mencari informasi tentang Persinggahan pondok Mak Iyem' yang baru ia tau tadi sewaktu dikelas.
"Nah ketemu, ada nomor ponselnya juga nih. Apa sebaiknya aku telpon dulu ya buat tanya-tanya ?"
Sezha lagi fokus dengan layar ponselnya, tiba-tiba ada yang menarik seragam sekolahnya dari arah samping kiri.
Sezha langsung mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.
Sezha kemudian menoleh kearah seragam yang merasa kalo ada yang menariknya.
Aku males banget mau pulang, dirumah yang ada aku semakin stres. Sikap ibu masih benci ama aku, ditambah lagi tiap masuk kamar keinget Deon laki-laki bre*sek itu. Aku benar-benar ingin menghilang dari dunia ini." Sezha berbicara sendiri.
Ibu pemilik warung merasa heran dilihatnya ada seorang siswi yang berdiri di samping warungnya.
"Dek, kamu sedang apa disini?" Tanya ibu pemilik warung.
"Eh iya Bu, saya sedang menunggu ojol saya Bu soalnya daritadi belum datang juga." Sezha beralasan padahal ia belum memesan ojol.
__ADS_1
"Lah kamu ini aneh ya, gimana tuh bang ojol bisa liat kamu dek, wong kamunya disini."
Sekilas ibu pemilik warung melihat layar ponsel Sezha, yang memang layar ponsel Sezha menghadap ke arah ibu pemilik warung.
Bu pemilik warung mengerutkan dahinya.
"Dek, hm pondok itu sepertinya ibu tidak asing ?" Tanya Bu pemilik warung seperti mengenal pondok yang ingin dicaritahu oleh Sezha .
Sezha langsung menatap Bu pemilik warung bingung.
Ni ibu warung kok bisa tau , bagus deh aku mau coba tanya-tanya dulu kali aja ibu warung tau banyak tentang persinggahan ini.
"Ibu tau persinggahan ini ?"
"Iya ibu macem pernah dengar kalo gak salah itu tempat apa ya, aduh kok ibu tiba-tiba lupa gini." Ibu warung mendadak lupa mengenai persinggahan pondok itu.
"Lah, Coba ibu inget-inget lagi." Ujar Sezha .
"Aduh maaf dek, ibu gak inget. Yaudah ah ibu mau balik ke warung dulu, kamu sebaiknya cepat pulang nanti orang tua kamu kepikiran. Ibu tinggal dulu yo." Ibu warung meninggalkan Sezha dan kembali kewarung.
__ADS_1
Sezha sedikit kesal karena ibu warung yang bilang mengetahui tiba-tiba lupa begitu saja.