
Siang hari tepatnya pukul 2 siang, sesuai janji ustadz Dedek datang kerumah Nova.
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam." Sahut Nova dari dalam sembari berjalan kearah pintu.
Nova membuka pintu dan dilihatnya pak ustadz Dedek.
"Pak ustadz, ada perlu apa pak ? kalo ada perlu dengan ibu, saya wakilkan saja ya pak, soalnya ibu lagi istirahat."
"Kamu lupa ? padahal semalam kamu sendiri lho yang ngomong. Coba diingat-ingat lagi, semalam itu kamu mau ngajak saya bertamu kemana ? masih muda lho kamu, masa udah pikun." Ledek pak ustadz.
Nova mengerutkan dahinya, otaknya lagi berfikir untuk mengingat.
Usai mengingat Nova menepuk jidatnya pelan.
"Oh iya, saya baru ingat. Kita kan mau kerumah temen saya."
"Nah itu ingat, untung saja tidak sampe sore saya menunggu." Gurau pak ustadz.
"Hehehe ya gak lah pak ustadz. Hm tapi gimana sama ibu saya ?" Nova teringat ibunya.
"Kenapa dengan ibu kamu ?" Ustadz balik bertanya.
__ADS_1
"Gini lho pak ustadz, tadi pagi ibu baru terjatuh di dapur jadinya saya khawatir kalo ibu, saya tinggal sendirian dirumah."
"Bagaimana keadaan ibu kamu sekarang ?"
"Alhamdulillah udah mendingan sih pak ustadz cuma saya kepikiran kalo saya pergi terus ibu sendirian dirumah."
"Kalo kamu cemas, ya sudah kunjungan kita hari ini dibatalkan saja. Nanti jika waktunya pas kita baru kerumah teman kamu itu."
"Gak apa-apa kan pak ustadz, pak ustadz gak marah kan ? soalnya kan saya yang janji eh malah saya yang gak bisa." Nova merasa salah.
"Tidak masalah, saya mah memang hobi keliling. Ya sudah saya pamit ya, cepat sembuh untuk ibu kamu. Wassalamu'alaikum."
"Waalaikum salam. Sekali lagi maaf ya pak ustadz."
Ustadz Dedek pun beranjak pulang, namun baru beberapa langkah. Terdengar suara Nova memanggil dengan keras dari dalam rumahnya.
Ustadz Dedek yang memeng belum melangkah jauh masih bisa mendengar suara Nova.
"Astaghfirullah..apa yang terjadi ? sebaiknya saya memeriksa kedalam." Ustadz Dedek berbalik dan bergegas memasuki rumah Nova.
Ustadz Dedek terus berjalan masuk mencari keberadaan Nova yang memanggilnya.
"Assalamualaikum...Nova. Kamu dimana ?"
__ADS_1
"Waalaikum salam...disini pak ustadz ! masuk aja pak..." Teriak Nova dari ruang tv.
Ustadz Dedek segera menghampiri.
"Apakah terjadi sesuatu ? kenapa kamu berteriak ?" Tanya ustadz Dedek panik.
"Tolong pak ustadz, ibunya saya pak ustadz hiks." Nova menangis memangku ibunya yang terlihat kejang-kejang dan bola matanya bergerak keatas.
"Allahu Akbar, kamu pegangi kuat ibu kamu ya. Saya mau memeriksa ibu kamu ada terkena sihir atau tidak." Ustadz memakai sarung tangan, dan mendekat ke arah Nova yang sedang memangku ibunya.
"Hiks iya pak ustadz, tolong ibu saya. Tiba-tiba ibu saya kejang-kejang gini. Padahal tadi baik-baik aja hiks." Nova sedih melihat ibunya.
Ustadz Dedek berdiri tepat dihadapan ibu Nova yang sedang kejang-kejang kemudian ustadz Dedek mengarahkan jari telunjuk tangan kanannya sembari membaca ayat-ayat ruqyah.
Tubuh ibu Nova mulai menggeliat kepanasan, tak lagi kejang-kejang seperti tadi.
Ibu Nova memelototi ustadz Dedek yang khusyuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Ibu Nova mengerang sembari menutupi telinganya.
"Panas ..panas... ustadz kurang ajar !!!! Nova !! usir ustadz kurang ajar ini keluar ahhh..!!!"
Nova hanya menangis sambil masih memegangi ibunya.
__ADS_1
Ibunya meronta ingin melepaskan diri dari pegangan Nova.
"Panas.... lepasin ibu Nova ergghhh ibu kepanasan ahhhhh !!! berhenti ustadz b*dohhh !!!"