MAMA

MAMA
Bab 241


__ADS_3

Singkat cerita, sudah satu bulan lebih sejak Sezha melahirkan bayinya. Sampe saat ini belum ada kepastian dari Deon tentang mempersuntingnya sebagai istri. Nama bayinya juga belum Sezha sematkan.


Di dalam kamar, Sezha uring-uringan. Semenjak istrinya Deon mengalami gangguan jiwa akibat ulah Sezha, Deon jadi jarang memberi kabar atau bahkan mengajak dirinya jalan-jalan. Sesekali Deon video call, tapi itupun bisa dihitung.


"Ck kok jadi gini sih, rencananya kan aku bikin istrinya stres biar mas Deon bisa terus sama aku. Kenapa sekarang malah mas Deon lebih sibuk urus istrinya yang stres ketimbang sama aku ? mana mas Deon gak kasih kepastian, kapan mau lamar aku, duh rencanaku diluar ekspektasi."


Sezha memikirkan cara licik lagi agar tujuannya tercapai, ia ingin segera dinikahi oleh Deon.


"Hm cara apa ya biar bikin mas Deon tinggalin istrinya yang stres itu ? duh ayo berfikir Sezha, gak mungkin kan kamu gini-gini terus, harus ada kejelasan donk. Enak aja mas Deon lebih quality time sama keluarganya ketimbang aku."


Sezha yang tengah memikirkan suatu cara, sukma Tukijan hadir.


"Apa yang sedang kamu pikirkan ?"

__ADS_1


Sezha sibuk dengan pikirannya, tersentak begitu mendengar suara Tukijan.


"Eh bapak, saya sampe kaget."


"Saya lihat kamu sedang memikirkan sesuatu, apa itu ? ceritakan pada saya."


"Biasalah pak, saya bingung pacar saya sampai saat ini belum juga memberi saya kepastian, padahal istrinya udah stres tapi mas Deon belum sepenuhnya menjadi milik saya."


"Ngapain mesti pake ritual pak, saya panggil Ratu seperti ini saja Ratu Ajeng udah mau dateng kok."


"Dasar bocah otak dangkal, kamu ingin meminta sesuatu tapi kamu tidak memberikan persembahan khusus kepada Ratu, mustahil untuk Ratu mengabulkan keinginan kamu."


"Persembahan ? saya harus beri Ratu persembahan khusus, begitu pak ? hm berupa apa ?" Tanya Sezha belum paham.

__ADS_1


"Biasanya Ratu sangat menyukai darah segar, kamu siapkan saja satu mangkuk ukuran kecil darah segar. Jika Ratu menyukai persembahan yang kamu berikan, besar kemungkinan Ratu akan mengabulkan apa yang kamu inginkan."


"Darah ? darah hewan, pak ?"


"Kau kira Ratu Ajeng apa b*doh. Ratu Ajeng tidak suka dengan darah hewan, Ratu sangat suka dengan darah manusia. Apalagi diberikan sewaktu melakukan persembahan, pastinya Ratu akan sangat senang."


"Waduh, cari dimana pak ? oh saya tau, saya beli aja di rumah sakit, satu kantung darah, nah kalo gak ada tinggal cari di PMI, pasti banyak darah yang tersedia disana. Ratu gak masalah kan pak kalo saya beli darah ?"


"Terserah kamu mau cari dimana, intinya darah segar. Tapi saya ingatkan, sebelum kamu melakukan persembahan pastikan terlebih dahulu darah yang akan kamu berikan pada Ratu, karena jika bukan darah manusia maka Ratu akan merah besar, dan bisa-bisa sebagai gantinya kamu yang akan dihisap sampai habis oleh Ratu, ingat itu. Saya pergi." Usai memberi peringatan pada Sezha, sukma Tukijan menghilang.


Seketika nyali Sezha menciut saat Tukijan bilang sebagai gantinya adalah dirinya.


"Harus bener ni jangan sampe aku lakuin kesalahan, kalo bener kata pak Tukijan sebagai gantinya aku, ihhh koid donk aku. Batal nikah artinya, ihh ogah ah. Aku kan masih mau hidup nikmati dunia yang indah ini."

__ADS_1


__ADS_2