
Siang harinya Deon sampai kerumah Sezha, ia tidak turun dari mobil. Deon hanya menelpon.
Sezha yang sedang dikamar segera mengangkat ponsel yang berdering.
Sezha : " Ya mas."
Deon : " Mas udah sampe ni, kamu keluar ya, mas di mobil."
Sezha : " Lho kok gak masuk ?"
Deon : " Waktu mas gak banyak, mas harus segera balik kerja. Kamu buruan kesini ya."
Sezha : " Yaudah mas, tunggu bentar."
Sezha mematikan sambungan telpon, dan berjalan keluar menghampiri Deon sedangkan bayinya ia tinggal di kamar.
Sezha masuk kedalam mobil.
"Mas kok gak masuk sih, malah di mobil."
"Maaf mas, cuma punya waktu 1 jam, setelah itu mas harus secepatnya balik bekerja. Emangnya ada apa kamu suruh mas kesini ? uang saku kamu habis ?"
"Uang sakunya masih kok, cuma aku minta tolong anterin kerumah sakit."
"Kamu sakit ? sakit apa ?" Deon kaget, reflek memegang kening Sezha.
__ADS_1
"Bukan aku mas, tapi Ega." Wajah Sezha lemas.
"Ega, kenapa sama si Ega hem ?"
"Ega sakit mas, tadi malam dibawa kerumah sakit X, nah sekarang aku belum kesana buat nengokin Ega. Mas bisa anterin ?" Sezha gak bilang sejujurnya Ega sakit apa.
"Ya sudah kamu siap-siap, biar mas anterin, tapi nanti si adek sama mas di mobil jangan kamu bawa masuk ke dalam, kasian si adek masih kecil banget takutnya terpapar virus dari pasien yang sakit."
"Iya mas, tapi mas bilang gak bisa lama-lama nah kalo mas jagain si adek berartikan lama nunggui aku nya."
"Ya kamunya jangan lama-lama, kan mas harus kerja. Kalo mas gak kerja, bisa kena tegur sama atasan terus bisa-bisa mas kena sanksi. Emang kamu mau ?"
"Makanya itu mas, mas cukup anterin aja deh. Ntar aku pulangnya naik grab car."
"Iya gak apa-apa kok mas, masa kerja aja."
"Kalo gitu nih kasih sama ibu ya, buat nambah biaya makan di sana sampai Ega sembuh." Deon memberikan uang 500ribu.
"Makasih mas, nanti aku kasih ke ibu. Kalo gitu aku siapan dulu, mas mau masuk atau tunggu disini aja ?"
"Disini aja, lagian dirumah kamu gak ada orang. Ntar di gerebek pula sama tetangga kamu."
"Dih mas ni, yaudah bentar ya mas."
"Jangan lama-lama lho."
__ADS_1
"Iya mas."
Sezha masuk kerumah untuk bersiap, hampir 20 menit Sezha bersiap, setelahnya Sezha keluar dengan menggendong bayinya.
Sezha naik ke mobil, Deon pun melajukan mobilnya dan segera menuju kerumah sakit X yang dimaksud oleh Sezha.
Karena siang hari jalan raya cukup lengang, jadi mereka tidak terlalu lama sampai ke rumah sakit.
"Kita sudah sampai, titip salam sama ibu ya."
"Iya mas, mas langsung balik ?"
"Iya, mas langsung balik. Lagian mas belum makan siang. Mas mau makan siang dulu di kantin yang ada di perusahaan."
"Lho mas belum makan, kenapa gak bilang, tau gitu tadi kan bisa singgah dulu ke cafe atau warung makan gitu."
"Gak masalah yang penting bisa temui kamu. Yaudah mas berangkat ya, dah jagoan papa. Papa berangkat kerja dulu ya, baik-baik sama mama." Deon mengecup pipi bayi.
"Ya papa, adek baik kok." Sezha menirukan suara anak kecil.
"Bisa aja, hati-hati pulangnya."
"Mas juga, dah mas, dah papa." Sezha turun dari mobil sembari melambaikan tangan.
Deon membalas, lalu memutar balik mobilnya. Deon meninggalkan area rumah sakit.
__ADS_1