MAMA

MAMA
Bab 142


__ADS_3

Setibanya di rumah, Sezha dikejutkan dengan kedatangan Nova yang tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Seketika Sezha bingung ekspresinya seperti seseorang yang kedapatan melakukan kesalahan.


"Lho Nov, gak bilang kalo mau dateng."


"Mau bilang kemana Zha, ada-ada aja kamu." Kata Nova.


"Ya kan bisa telpon, kalo emang mau dateng."


"Telpon ke nomor siapa ? emang kamu ada kasih nomor ponsel adek kamu sama aku, kan gak ada."


"Yaudah deh bentar ya aku ke kamar dulu, kamu tunggu disini, gak lama kok." Sezha nampak menyembunyikan sesuatu.


"Aku masuk juga donk, masa temen sendiri gak boleh masuk ke kamar sih." Celetuk Nova.


"Eee kamu disini dulu bentar aja, gak lama kok ok." Tanpa menunggu balasan dari Nova, Sezha bergegas masuk kedalam kamar.


Di dalam kamar secepatnya Sezha menyimpan bungkusan bunga kantil dan juga minyak itu kedalam lemari pakaian. Setelah ia pastikan aman, Sezha pun keluar dari kamar dan menghampiri Nova yang duduk seorang diri di ruang tamu.


"Yaudah yuk Nov, kita ngobrol dikamar aja biar bisa rebahan." Ajak Sezha.


"Kamu ngapain sih barusan kayak ada sesuatu yang rahasia gitu." Nova penasaran dengan sikap Sezha yang seperti orang kebingungan.


"Owhh biasalah panggilan alam gak bisa ditahan. Masa iya aku BAB kamu nungguin aku, ada-ada aja kamu." Sezha berkilah.


Disela perbincangan mereka berdua, ibu Sezha mendekati mereka dan berbicara pada Sezha.


"Jangan lupa, sekalian ngobrol kamu setrika pakaiannya ya. Ibu mau angkat pakaian yang ada dijemuran dulu." Suruh ibu.

__ADS_1


"Iya Bu ok." Sahut Sezha.


"Nova gak apa-apa kan kalo ngobrolnya sekalian Sezha setrika pakaian soalnya pakaian yang belum disetrika udah menumpuk." Ucap ibu kepada Nova karena merasa tidak enak.


"Gak apa-apa kok, nanti kalo Sezha capek insya Allah Nova bisa bantuin biar cepat selesai setrikanya." Balas Nova.


"Alhamdulillah makasih ya, ya sudah ibu tinggal dulu. Zha pakaiannya ada di belakang, kamu bawa aja kekamar kamu."


"Iya Bu, nanti Sezha bawa dan setrikanya di kamar aja biar sekalian ngobrol sama Nova."


Setelah menyuruh Sezha, ibu kembali kedapur diikuti Sezha yang berjalan dibelakangnya guna untuk mengambil pakaian yang akan disetrika.


Sezha membopong keranjang yang berisikan penuh dengan pakaian kusut.


Melihat Sezha seperti keberatan membawanya, Nova pun membantu Sezha untuk membawa pakaian ini kedalam kamar Sezha.


"Yupz."


Sekarang Nova seorang berada didalam kamar Sezha. Sama seperti Arin sewaktu dipasar yang mencium arom bunga kantil, begitu juga dengan Nova, ia juga mencium aroma bunga kantil menyeruak di dalam kamar Sezha.?


"Kok wangi bunga ya, nyengat banget lagi. Masa iya Sezha punya parfum aromanya kayak bunga kantil gini. Waduh aku jadi merinding ni kalo kayak gini, biasanya aku gak pernah merinding kalo di kamar Sezha." Nova memegangi tengkuknya yang mendadak merinding.


Nova memperhatikan tiap sudut kamar Sezha mulai dari langit-langit kamar dan keseluruhan kamar Sezha.


"Berasa serem deh kamar Sezha ihhh, tuh kan merinding. Sezha mana lagi, ambil setrika aja lama banget, heran aku."


Nova merasakan takut, hingga secara tiba-tiba pintu lemari pakaian Sezha yang dimana Sezha menyimpan bunga kantil dan juga minyak itu tiba-tiba terbuka sendiri.

__ADS_1


Krekkk.... Suara pintu lemari pakaian terbuka.


Sontak Nova dibuat semakin takut, degup jantung Nova seketika berdebar kencang.


"Suara apa itu." Nova menoleh kearah suara sembari menelan salivanya.


Pandangannya tertuju pada pintu lemari pakaian Sezha yang terbuka sendiri.


Dirasa Nova jika kamar Sezha seperti ada makhluk halus, tak lupa Nova membacakan ayat kursi didalam hati sambil memejamkan kedua matanya.


Namun belum lagi Nova membaca, Sezha sudah terlebih dahulu masuk ke kamar dan menepuk pundak Nova.


"Nov..malah merem, ngantuk ya. Katanya mau ngobrol lah kamu ini."


Sontak Nova tersadar.


"Eh untung kamu masuk Zha, huuu..(Nova bernafas lega). Tadi itu pintu lemari pakaian kamu terbuka sendiri tau gak, udah gitu sebelum pintu lemari terbuka aku cium aroma bunga kantil nyengat banget sumpah merinding aku. Kamar kamu jadi horor gini sih Zha, perasaan kemarin-kemarin gak serem gini aura kamar kamu."


"Dih ngaco kamu, udah ah gak usah dibahas. Aku mau setrika, banyak ini, jangan lupa nanti bantuin ya." Sezha mengalihkan agar Nova tidak membahas hal itu lagi.


"Lah bukannya dijawab, yaudah deh iya ntar aku bantuin."


"Apa yang mau dijawab, perasaan kamu aja kali. Emang gak ada apa-apa kok dikamar aku, udah makanya lupain aja ok."


"Iya dah iya, yaudah buruan setrika kebanyakan ngobrol yang ada gak kesetrika tuh pakaiannya."


"Abis kamu ngada-ngada aja sih."

__ADS_1


Nova melupakan apa yang ia alami tadi dan mereka pun terhanyut dalam obrolan santai tentunya dengan sambil menyetrika pakaian.


__ADS_2