MAMA

MAMA
Bab 272


__ADS_3

Sesampainya dirumah Nova terus memikirkan cara agar bisa menolong Sezha untuk terlepas dari persekutuan Sezha dengan setan.


"Gimana caranya ya ? hm tapi tadi pak ustadz bilang, kalo pak ustadz punya cara sendiri. Hm masa aku diem aja, ayo Nova berfikir." Gumam Nova duduk di kursi teras.


Ibu, melihat dari balik tirai jendela.


"Nova, udah pulang. Keliatannya dia lagi memikirkan sesuatu, lagi mikirin apa ya ? coba deh disamperin."


Ibu Nova menghampiri Nova.


"Nova, kue nya udah dianter ke rumahnya pak ustadz ?" Tanya ibu Nova.


"Sudah Bu, kata istrinya pak ustadz terimakasih, kue ibu enak. Kapan-kapan kalo istri pak ustadz adain pengajian, mau nempah kue ibu."


"Alhamdulillah kalo suka."


"Iya Bu." Wajah Nova menunjukan sedang berfikir.


"Kamu lagi mikirin apa sih ? ibu perhatiin kayaknya ada yang lagi kamu pikirin. Cerita donk sama ibu, kali aja ibu bisa bantu kasih solusinya."


"Biasa Bu, ini tentang Sezha.


"Sezha ? kenapa lagi emangnya hem ? belum baikan ?"

__ADS_1


"Udah sih ya walaupun Nova dulu yang tegur. Ini bukan masalah yang kemarin Bu."


"Lalu masalahnya apa ?"


"Tadikan Nova tanya sama pak ustadz mengenai Sezha, nah kata pak ustadz kalo Sezha itu saat ini sedang dalam pengaruh aura mistik gitu kan Bu, terus kemungkinan Sezha itu lakuin pesugihan. Ya Allah Bu, Nova jadi gak tau cara bantuin Sezhanya gimana ?"


"Kata pak ustadz apa ?"


"Pak ustadz bilang, kalo pak ustadz punya cara sendiri buat sadari Sezha."


"Nah itu udah ada jawaban, berarti pak ustadz punya jalan keluarnya buat bantu Sezha. Jadi kamu gak perlu ikut cari cara, nanti yang ada malah makin runyam, gimana ?"


"Tapi kan Bu, Nova masa diem aja gak bantuin pak ustadz."


"Ucapan ibu sama dengan yang pak ustadz katakan tadi, Nova diminta berdoa aja."


"Betul itu, udah yuk masuk. Sebentar lagi mau Maghrib."


"Iya Bu."


Tak lama mereka masuk rumah, Adzan Maghrib berkumandang.


Nova dan ibunya melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.

__ADS_1


Setelah sholat Maghrib tak lupa Nova mendoakan dirinya, ibunya dan juga Sezha.


Usai selesai berdoa wajah Nova masih diliputi kecemasan. Ibu kembali bertanya.


"Belum tenang juga ? ada lagi yang mengganjal ?"


"Iya Bu, masih gak habis pikir sama Sezha hm." Nova menghela nafas.


"Kamu sudah berdoa untuk Sezha kan ?"


"Sudah Bu."


"Intinya sekarang semuanya serahkan pada Allah ya. Jika Allah berkehendak pasti Allah akan membuat Sezha kembali sadar kalo apa yang dilakukannya itu sangat salah dan juga sungguh dosa yang besar. Ya walaupun perantaranya melalui bantuan pak ustadz. Nova doakan saja usaha pak ustadz diridhoi Allah dan berjalan lancar tanpa adanya kendala."


"Menurut ibu, kenapa Sezha sampai gelap mata gitu ? ngehalalin segala cara demi nafsu semata."


"Type setia orang itu berbeda, ada yang bersyukur dengan keadaan, adanya juga yang kufur tidak mau menerima keadaan jalan hidupnya yang sudah digariskan oleh Allah SWT, jadi dia mencari jalan pintas yang dia anggap bisa membantunya untuk keluar dari garis yang sudah di gariskan untuk hidupnya. Salah satu contohnya, ya seperti datang ke dukun, lalu melakukan pesugihan, bisa jadi melakukan perjanjian dengan makhluk ghaib, intinya yang bisa menyadarkan dirinya sekali lagi itu harus ada rasa kesadaran dari dalam hatinya untuk bertobat, atau bisa dari doa agar Allah segera membuka kan pintu hatinya." Penjelasan ibu.


"Oh gitu ya Bu, hm moga aja Sezha lekas sadar ya Bu. Jujur Nova kasian liat Sezha seperti itu, Nova takut kedepannya pasti akan berbalik ke Sezha, nauzubillah jangan sampe deh Bu."


"Amin ya Allah, ya sudah yuk kita makan malam, ibu udah laper nih."


"Iya Bu, Nov juga."

__ADS_1


__ADS_2