MAMA

MAMA
Bab 145


__ADS_3

Usai sosok arwah anak perempuan dan arwah bayi Sezha pergi menghilang, Sezha bergegas keluar dari kamar mandi dan segera mengganti pakaiannya yang basah karena ia kenakan sewaktu mandi bunga.


Setelah berganti pakaian Sezha berbalik, betapa terkejutnya saat berbalik Sezha melihat 4 sosok wanita dengan rambut panjang terurai menutupi seluruh wajah dan mengenakan baju putih panjang hingga menutupi kedu kakinya.


Ke 4 sosok ini menghadap ke arah Sezha, sementara Sezha yang melihat jelas ke 4 sosok yang menyeramkan ini berada di dalam kamarnya ia hanya bisa diam, kedua matanya terbelalak, lidahnya terasa peluh, tubuhnya seperti tidak dapat bergerak, keringat dingin mulai bercucuran membasahi kening Sezha.


Ke 4 sosok ini melesat kearah Sezha, mereka mengelilingi Sezha sembari mengendus-endus aroma tubuh Sezha.


Hingga salah satu dari ke 4 sosok ini berdiri tepat dihadapan Sezha dan menatap wajah Sezha, nampak sebelah bola mata mengintip dicela rambut panjang yang terurai.


Sezha tidak memejamkan matanya malahan Sezha balas menatap sebelah bola mata sosok ini tentunya dengan irama jantung yang menderu.


Sesosok ini semakin mendekati wajahnya dengan wajah Sezha, sosok ini seperti ingin merasuki tubuh Sezha.


Hingga sampai kening Sezha dan kening sosok ini saling menempel, Sezha membuka mulutnya perlahan, ia ingin berteriak namun suaranya tercekat di tenggorokannya. Ia hanya terbata dengan suara parau yang sangat pelan


"A~yah." Sezha ingin sekali berteriak memanggil ayahnya namun sama sekali tidak bisa.

__ADS_1


Sezha saat ini benar-benar dalam keadaan yang sangat ketakutan, setelah salah satu sosok ini menempelkan keningnya tepat di kening Sezha, sementara ke tiga sosok ini tak lama juga mengikuti apa yang dilakukan oleh sosok yang pertama tadi. Ke tiga sosok ini menempelkan keningnya tepat di bagian kepala Sezha, mulai dari samping kanan/kiri maupun bagian belakang kepala Sezha.


Tubuh Sezha terkunci oleh ke 4 sosok ini.


Setelah ke 4 sosok ini menempel bersamaan dengan Sezha, secara bersamaan pula ke 4 sosok ini mengangkat kedua tangan bergerak kearah tepat di leher Sezha, seperti akan mencekik Sezha.


Dalam batin, Sezha sama sekali tidak mengingat Allah SWT, ia malah memanggil Tukijan dalam batinnya untuk meminta bantuan.


Pak Tukijan tolong saya, pak. Tolong saya hiks.


Sukma Tukijan hanya membutuhkan waktu singkat, sekejap ia sudah sampai.


"Menjauh dari dia, sekarang ! atau kalian mau aku bakar hingga menjadi debu." Ancam Tukijan pada ke 4 sosok ini.


Mendengar suara Tukijan, sontak ke 4 sosok ini menjauh dari Sezha dan seketika menghilang dari hadapan Sezha.


Sezha bernafas lega.

__ADS_1


"Astaga huuu hampir aja tuh setan cekik leher aku." Tubuh Sezha lemas, ia terduduk di lantai.


"Sekali lagi terimakasih pak, bapak selalu mau menolong saya. Kalo tidak ada bapak, hidup saya pasti sudah berakhir."


"Sudah seharusnya saya membantu kamu."


"Tapi pak, saya boleh bertanya ? kenapa malam ini saya didatangi para setan ? sumpah pak, saya takut. Bisakah bapak membuat pandangan saya tidak dapat melihat kehadiran setan ? saya mau hidup tenang pak tanpa ada gangguan dari setan-setan itu."


"Itu karena kamu telah memakan bunga kantil, jadi aroma tubuh kamu mengeluarkan wangi yang disukai para makhluk ghaib. Kamu tidak perlu risau, karena hanya malam ini saja kamu akan melihat makhluk-makhluk ghaib itu, nanti setelah kamu saya bawa kesuatu tempat maka para makhluk ghaib tidak akan berani mengganggu kamu lagi."


"Ya ampun pak, bapak bilang cuma malam ini ? astaga kalo malam ini sampe pagi saya terus liat setan, mana bisa saya tidur pak, yang ada ketakutan mulu saya." Sezha merengek.


"Jangan cingeng, saya permisi." Ucap Tukijan ketus, kemudian menghilang dari kamar Sezha.


Mendapati sukma Tukijan langsung menghilang, Sezha hanya bisa menggerutu sambil merengek.


"Tuh kan, ilang lagi..ilang lagi. Au ah.. kebiasaan emang ni pak Tukijan hiks. Setan awas ya jangan ganggu aku, aku mau tidur please.. please."

__ADS_1


__ADS_2