MAMA

MAMA
Bab 277


__ADS_3

Ustadz Dedek hanya kelelahan sedangkan Ratu Ajeng merasakan terbakar dibagian ekornya. Ratu Ajeng begitu sangat marah karena tidak ada sebelumnya yang berani dengannya apalagi sampai melukai ekornya.


"Eerggghhh kurang aja*, lihat saja besok malam apa yang aku lakukan padamu manusia bedeb*h. Kau harus membayar yang kau lakukan pada ekorku."


Ratu Ajeng mengobati ekornya yang terluka dengan tenaga dalamnya. Dirasa ekornya telah mulai sembuh, ia pun mendatangi Tukijan.


"Tukijan, bangunlah. Aku ada disini."


Tukijan yang nyenyak tidur, tersentak begitu ia mendengar suara Ratu Ajeng.


"Ratu Ajeng memanggilku." Tukijan langsung duduk dan bertanya.


"Abdiku hanya untukmu, Ratu. Ada apa kah gerangan Ratu sampai membangunkan aku yang sedang tertidur?"


"Aku kesini ingin memberitahumu tentang manusia kurang aja*r itu. Aku tadi pergi ke kediamannya, aku membuat kacau area tempat tinggalnya, tapi aku lengah ia berhasil melukai ekorku. Kedatanganku kesini, beri pelajaran si manusia du*jana itu kalo dia berani berurusan dengan Ratu Ajeng maka ia akan menyesalinya selamanya .."


"Ratu tenang saja, aku akan memberi pelajaran pada manusia lancang itu Ratu."


"Aku percaya padamu, sebutkan rencana apa yang akan kau lakukan untuknya ?"


"Bagaimana jika kita jadikan umpan gadis itu lalu kita pancing untuk ustadz gadungan itu untuk datang menyelamatkan gadis itu ? aku yakin pasti dia akan datang. Nah setelah sampai, terserah pada Ratu akan diapakan manusia itu."


"Gadis siapa maksudmu ?"

__ADS_1


"Siapa lagi Ratu kalo bukan gadis yang Ratu berikan anak." Gadis yang dimaksud oleh Tukijan adalah Sezha, ya Tukijan akan menjadikan Sezha umpan untuk memancing ustadz Dedek ke perangkap mereka.


"Huahaaahhh....kau pintar sekali, bagus. Besok malam bawa perempuan itu ke tepi sungai yang sepi lalu ikat dia. Aku ingin tau apakah manusia itu akan tega melihat manusia lain aku jadikan tawanan hahahaha." Ratu Ajeng suka dengan rencana yang Tukijan lontarkan.


"Terimakasih Ratu, Ratu cukup menunggu kedatangannya saja selebriti biar aku yang melakukannya untuk Ratu."


"Iya Tukijan, ya hahaha bagus rencanamu sungguh bagus hahaha... Lanjutkan tidurmu, aku akan pergi."


"Baik Ratu."


Ratu Ajeng meninggalkan kediaman Tukijan dengan tertawa puas.


Usai Ratu Ajeng pergi Tukijan menyusun rencana jahat dibenaknya.


Keesokan paginya Tukijan telah hadir di kamar Sezha, tepat Sezha membuka mata terbangun dari tidurnya.


"Achhh... sebenarnya aku masih ngantuk hoammmm (kedua matanya masih terasa berat)."


"Bangun !" Sentak Tukijan.


"Astaga..bapak ? sejak kapan bapak ada di kamar saya ? mengagetkan saja." Kedua mata Sezha yang tadinya terasa berat karena mendengar suara Tukijan sontak terbuka lebar dan rasa kantuknya seketika hilang.


"Siapkan dirimu hari ini, nanti sore menjelang senja kamu harus datang ke tepi sungai di jalan X, kamu harus datang."

__ADS_1


"Mau ngapain pak ?" Tanya Sezha penasaran.


"Tidak usah banyak tanya, Ratu yang memerintahkanmu untuk datang."


"Ratu ? iya pak, saya akan datang nanti."


"Kamu datang seorang diri jangan membawa siapapun, paham. Ratu tidak ingin ada yang mengganggunya."


"Bapak tenang aja, palingan saya bawa bayi saya karena tidak mungkin kan kalo saya tinggal sendiri, yang ada nanti kamar saya bisa berantakan, hadeh ampun deh gak lagi."


"Jangan sampai Ratu menunggu lama."


"Iya pak, saya tidak akan terlambat. Bapak bisa meninggalkan kamar saya sekarang ? soalnya saya harus bersiap untuk pergi ke sekolah." Sezha menyuruh sukma Tukijan untuk pergi dari kamarnya.


"Saya akan pergi." Sukma Tukijan pun menghilang.


Tukijan pergi Sezha berfikir untuk apa iya harus datang kesana kalo cuma menemui Ratu.


"Menemui Ratu di tepi sungai ? padahal dirumah pak Tukijan juga bisa kan ? kenapa harus ditepi sungai ? hm." Sezha bertanya pada dirinya.


Apa mungkin Ratu akan mengadakan ritual khusus ya makanya harus ditepi sungai ? ck daripada pusing cari jawaban sendiri mending tunggu aja ntar sore pasti tau jawabannya untuk apa kesana. Mending sekarang aku siap-siap deh, udah setengah 7."


Sezha mengesampingkan rasa ingin tahunya, lalu ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk bersiap berangkat ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2