MAMA

MAMA
Bab 185


__ADS_3

Sezha mengantuk, ia memutuskan untuk tidur.


"Hoammmm, tidur aja deh. Mungkin Ratu lagi sibuk."


Namun saat hendak memejamkan mata, secara tiba-tiba ada gumpalan asap hitam memenuhi area ranjan Sezha.


Sezha terperanjat seketika rasa kantuknya hilang.


"Asap ini, ya pasti Ratu sudah datang. Akhirnya Ratu datang juga." Sezha sumringah.


Sezha langsung mengambil posisi duduk bersimpuh untuk menyambut kedatangan Ratu Ajeng.


Dari gumpalan asap itu Ratu Ajeng muncul.


"Ada apa kau memanggilku ?"


"Ampun Ratu, ampunin atas kelancangan saya yang telah mengganggu Ratu."


"Aku sudah mengampunimu, sebutkan apa alasan kau memanggilku ?"

__ADS_1


"Ini masih perihal bayi saya, Ratu. Tidak bisakah Ratu menyempurnakan wujudnya seperti bayi pada umumnya. Jujur Ratu, saya selalu merasakan sakit di bagian pu*ing saya saat menyusui bayi saya jikalau wujudnya seperti ini. Saya mohon belas kasihan Ratu." Sezha kembali meminta agar Ratu Ajeng mau mengubah bayinya dalam wujud dan rupa layaknya bayi normal.


"Erghhh...masalah ini lagi ternyata. Aku kira ada hal yang penting. Kau tuli apa pikun huh, bukankah sudah ku bilang berkali-kali." Ratu Ajeng mulai meradang marah.


"Ampun Ratu, ampun hiks ampunin saya. Tapi jujur saya tidak tahan jikalau tiap malam harus merasakan perih di area pu*ing saya." Sezha memasang wajah sedih.


Ratu Ajeng diam sejenak, Ratu Ajeng mempertimbangkan keinginan Sezha. Ratu Ajeng sedang memikirkan sebuah siasat yang menguntungkan untuk dirinya.


"Baiklah, akan aku kabulkan keinginanmu tapi tentu kau tau tidak ada yang gratis jika kau meminta lebih padaku. Apa kau sudah siap dengan pertukarannya ?"


"Apa itu Ratu ?" Tanya Sezha.


"Sebutkan saja Ratu ? pertukaran yang bagaimana menurut Ratu ?"


"Ha-ha-ha-ha...aku suka pertanyaan mu penuh dengan percaya diri." Ratu Ajeng tertawa puas.


"Dengarkan baik-baik, berikan adik laki-laki mu untukku, maka aku akan mengubah bayimu seperti bayi manusia. Bagaimana apa kau setuju ?"


Mendengar pertukaran jikalau adiknya yang harus jadi korban, Sezha merasa ragu dan tak tega.

__ADS_1


Ega, Ratu menginginkan Ega. Gak mungkin aku menukarkan Ega. Astaga aku harus gimana. Sezha dilanda kebimbangan dengan pertukaran yang diinginkan oleh Ratu Ajeng.


Ratu Ajeng dapat membaca gelagat Sezha.


"Huh ku pikir kau serius dengan keinginanmu, tapi ternyata aku salah. Kau hanya membuang waktuku, masih banyak manusia diluar sana yang sedang menunggu kedatanganku. Sekarang katakan, kau bersedia atau tidak ? waktuku tidak banyak jadi jangan membuatku menunggu."


Sezha tersadar dari lamunannya.


"Ampun Ratu, apa kah tidak bisa digantikan oleh orang lain ? saya tidak mungkin menukar adik kandung saya. Masa depannya masih panjang Ratu." Sezha meminta agar Ratu mengizinkan untuk ditukar oleh orang lain.


"Pfuihhh..kau kira aku lagi bernegosiasi denganmu hah ?! lancang ! Waktumu sudah habis, kau nikmati saja rupa bayimu seperti ini. Aku pergi, dan ingat jangan pernah memanggilku jika tidak ada yang penting terlebih lagi tidak ada menguntungkan untukku. Mengerti kau ? atau nyawamu yang akan aku ambil." Ratu Ajeng penuh amarah dan mengancam Sezha.


Usai mengancam Sezha, Ratu Ajeng pun menghilang dari hadapan Sezha.


Seperginya Ratu Ajeng, Sezha hanya bisa menitikan air mata karena keinginannya tidak mungkin jadi kenyataan.


"Hiks aku harus menerima kondisi bayi aku, tidak mungkin aku menukarkannya dengan Ega adik kandungku sendiri."


Sezha segera menyeka air matanya, dan ia pun memilih untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2