
Bayi Sezha seakan tau jikalau Sezha telah mengisi energinya. Baru saja Sezha masuk kamar, bayinya pun menangis sekuatnya.
"Oekkkkk......oekkkkkk....."
"Aishhh tau aja kalo aku udah kenyang, ck nyusui lagi mana ni perihnya belum ilang." Sezha trauma menyusui bayinya.
Sezha jalan perlahan mendekati bayinya.
"Kamu tu ya, tau aja kalo baru selesai makan. Inget, jangan kuat kali nyusu nya, sakit pu*ing nya ini." Sezha berbicara pada bayinya.
Anehnya si bayi mengerti apa yang diucapkan Sezha, ia pun mengangguk sambil menatap wajah Sezha.
"Dih, bayi aku ngerti. Woah ajaib bayi aku. Gimana gak ajaib, lahirnya aja cepat, pokoknya semua serba cepat deh. Ya namanya juga bayi pemberian dari Ratu Ajeng pasti ajaib lah." Sezha takjub dengan bayinya.
Perkembangan bayi Sezha begitu cepat tidak serupa dengan bayi pada umumnya.
Sezha yang masih enggan menyusui bayinya, lagi mengajak bayinya berbicara demi meyakinkan.
"Mama akan nyusui kamu, tapi sekali lagi janji sama mama jangan bikin pu*ing mama luka lagi atau mama stop nyusui kamu." Sezha mengultimatum bayinya.
__ADS_1
Bayinya mengangguk sama seperti yang pertama kali ditanya oleh Sezha.
"Good boy, gitu donk. Jadikan mama gak harus meringis kesakitan."
Sezha duduk diranjang dan memangku bayinya kemudian Sezha menyusui bayinya.
Ditengah Sezha sedang menyusui bayinya, ponselnya berdering. Dilihat pada layar ponsel tertera nama Nova.
"Nova ? mau apa dia nelpon aku." Gumam Sezha masih dengan posisi menyusui.
"Yaudah deh jawab aja kali aja penting, kebetulan aku juga mau kasih tau dia kalo aku udah lahiran."
Nova : " Assalamualaikum, Zha." Balas Nova mengucapkan salam.
Sezha : "Salam Nov, btw ada apa ni nelpon aku ?" Sezha membalas salam Nova hanya sepenggal.
Nova : " Waalaikum salam, Zha. Ya ampun kamu ni ya balas salam aja lupa. Kita sebagai muslim harus lengkap ucapin salamnya." Nova protes.
Sezha : " Iya iya, skip deh. Langsung aja, kamu nelpon aku ada apa ?" Sezha tidak tertarik membahas tentang salam.
__ADS_1
Nova : " Terserah kamu, ini lho aku cuma mau bilang, sore ini kamu bisa dateng kerumah aku gak ? soalnya pak ustadz Dedek mau dateng kerumah aku, ibu aku pengen kita belajar ngaji gitu sama pak ustadz, tenang gratis kok."
Sezha : " Duh maaf Nov, aku gak bisa. Kalian aja ya."
Nova : " Lho kenapa Zha ? kita kan libur sekolah, lagian kalo sekolah juga gak masalah, ngajinya kan sore."
Sezha : " Aku udah lahiran Nov dan sekarang aku lagi nyusui bayi aku."
Nova : " Hah ? lahiran ? kapan Zha ? bukannya baru beberapa bulan ?" Nova terkejut bukan kepalang.
Sezha : " Ya namanya juga udah mau lahir, masa iya aku tahan suruh masuk lagi. Hadeh Nov, Nov, ada-ada aja kamu. Yaudah ya, aku masih nyusui ini, nanti aja kita lanjut lagi. Bye Nov."
Sezha mematikan sepihak sambungan telponnya.
Nova : " Tapi Zha.." Ucapan Nova menggantung.
Terdengar suara tutttttt.....tanda sambungan terputus.
"Astaghfirullah ni anak kebiasaan deh, tiap mau nanya pasti udah main di matiin aja sambungan telponnya. Aneh banget sih, perasaan kandungan Sezha kemarin udah diambil paksa sewaktu di persinggahan itu, kenapa sekarang malah Sezha melahirkan ? Ya Allah, apa yang dilakukan sama Sezha ya, aduh moga aja Sezha gak ngelakuin yang aneh-aneh. Hm kalo gitu ntar siang aku kerumahnya aja deh, aku pengen liat apa benar kalo Sezha melahirkan soalnya gak masuk akal aja, diluar nalar aku ini." Nova pusing sendiri dengan perkataan Sezha.
__ADS_1