MAMA

MAMA
Bab 208


__ADS_3

Arin dan Lala berkunjung kerumah Nova karena mereka dari sekolah tadi emang sudah niat untuk menjenguk ibu Nova.


Mereka membawa 1kg buah pir untuk diberikan kepada ibunya Nova.


Begitu sampai di perkarangan rumah Nova, mereka mendengar suara teriakan dari dalam rumah Nova, tak cuma mereka berdua beberapa tetangga yang berdekatan juga mendengar lalu ibu-ibu tetangga pada keluar rumah untuk memastikan.


"Rin, suara teriakan dari dalam rumah Nova. Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan ibu Nova dan Nova, ayok Rin kita cepet tolongin. Noh tetangga juga dah pada keluar." Ajak Lala untuk bergegas.


"Iya kamu bener La." Timpal Lala.


Tanpa mau bertanya pada salah satu tetangga, mereka berdua langsung masuk kedalam rumah Nova yang pintunya memang terbuka.


Betapa terkejutnya mereka berdua saat mendapati ibu Nova sedang di ruqyah oleh pak ustadz.


"Nova, astgaaa.." Arin sigap menghampiri.


Diikuti oleh Lala sambil memegangi bungkusan buah pir tadi ditangannya.

__ADS_1


"Arin.. Lala." Nova menatap dengan penuh kesedihan.


"Ibu kamu kenapa Nov ? Ya Allah." Tanya Arin terkejut.


"Gak tau hiks." Nova menggelengkan kepalanya sambil menitikkan air mata.


"La, bantu Nova pegangin." Tiap Arin.


"Iya Rin." Lala mengerti.


Pak ustadz masih terus membacakan ayat-ayat ruqyah, guna mengusir makhluk jahat yang merasuki tubuh ibu Nova.


"Lepasin ! ahhh...kalian memang anak-anak b*doh..mau saja membantu ustadz si*lan ini erghhh lepasssss !!"


Arin, Lala dan Nova tidak terkecoh. Mereka dengan sekuat tenaga membantu memegangi ibu Nova yang tenaganya seperti tidak ada habisnya.


Dirasa si makhluk jahat begitu kerasnya menolak untuk keluar dari tubuh ibunya Nova. Ustadz mengajaknya berdialog jika tidak bisa di usir secara paksa maka ustadz Dedek akan membacakan ayat ruqyah yang dapat membakar habis makhluk ghaib.

__ADS_1


"Apa tujuanmu sebenarnya ? katakan !" Tanya ustadz tegas.


"Kau tidak perlu tau tujuanku, hahaha kenapa kau berhenti, kau pasti sudah menyerah bukan hahaha..." Suara ibu Nova berubah tidak seperti biasanya.


"Saya memberimu waktu, kau mau keluar atau saya yang akan memusnahkanmu hingga menjadi abu. Katakan atau kau akan hancur lebur." Ustadz Dedek mengancam.


"Tujuanku kesini, untuk memberi peringatan pada kalian. Berhenti ikut campur atau ini tidak akan berakhir sampai disini. Camkan itu ustadz, aku tidak main-main dengan apa yang aku ucapkan erghhh. Berhenti mengusikku.."


"Siapa yang telah mengusikmu ? pandai sekali kau membalikkan fakta. Baiklah karena kau menginginkan kemusnahan pada dirimu, atas izin Allah saya akan membuatmu menjadi butiran debu. Saya juga tidak main-main dengan ucapan saya."


Ustadz mengeluarkan sebuah botol minyak yang terbuat dari ekstrak daun Bidara dan memang dikhususkan untuk manusia yang tubuhnya sedang di rasuki atau dikuasai oleh makhluk ghaib.


Sembari terus bermunajat kepada Allah SWT, ustadz tak hentinya terus membaca lantunan ayat suci Al-Quran, kemudian ustadz menuangkan tiga tetes minyak ekstrak daun Bidara ini ke telapak tangannya.


Makhluk yang merasuki ibu Nova mengetahui jika ia sampai terkena minyak itu sedikit saja maka akan terasa terbakar sekujur tubuhnya.


Aku harus keluar dari tubuh ini sebelum ustadz si*lan ini benar-benar menghanguskanku. Tapi ini belum selesai hahaha...

__ADS_1


Saat ustadz akan mengoleskan di kening ibu Nova, secara mendadak ibu Nova pingsan tak sadarkan diri.


__ADS_2