MAMA

MAMA
Bab 237


__ADS_3

Walaupun sebenarnya takut tapi Arin harus berani karena kalo tidak ia tidak akan tau sosok siapa yang mengganggunya.


Arin melihat dengan mata setengah terbuka sudah sampe bagian dada, jantung Arin semakin dag dig dug tak karuan sedikit lagi hampir terlihat wajah dari sosok ini.


"Tenang Arin, tenang, jangan takut.."


Setelah melewati rasa takutnya tibalah ia melihat wajah dari sosok ini. Betapa terkejutnya Arin karena sosok ini tak lain dan tak bukan adalah bulek Sukini.


"Bulek ?" Arin tercengang dan membuka matanya penuh.


Arwah bulek Sukini nampak sangat menyedihkan, di bagian kepalanya ada darah yang mengalir, raut wajahnya sedih dan pucat sekali.


"Arin, tolong ..."


"Bulek bukannya bulek sudah meninggal? terus kenapa bulek masih ada di dunia ini ?" Arin bertanya penuh dengan rasa penasaran dan tak percaya.


Buleknya tidak dapat berbicara yang lain hanya bisa menyebut nama Arin dan kata tolong.

__ADS_1


"Arin, tolong .."


"Ya, Arin mau tolong gimana ? bulek cerita donk bulek kenapa ?"


Belum mendapatkan jawaban, arwah bulek Sukini telah menghilang dari hadapan Arin.


"Lho kok bulek kok pergi, jawab dulu pertanyaan Arin. Bulek ! bulek.." Arin teriak memanggil arwah bulek Sukini untuk kembali.


Karena Arin berisik, ibunya yang sudah tertidur terbangun.


"Arin, kamu gak tau ini udah jam berapa hah ? malem-malem gini bukannya tidur malah berisik, gangguan orang tidur kamu."


"Ini lho Bu, arwah bulek Sukini tadi datang. Nah kepalanya itu ada darah terus wajah bulek pucet banget, sedih lagi raut wajahnya. Kata bulek gini Bu, Arin..tolong.. kayak gitu ngomongnya. Berarti bulek Sukini belum tenang disana Bu, Arin yakin pasti bulek kasih petunjuk tentang meninggalnya, ya Arin yakin Bu." Arin menjelaskan.


"Kamu bener-bener ya baru aja sakit sehari tapi halusinasi kamu kemana-mana, ibu bilang sekali lagi ya, setiap manusia yang udah meninggal itu gak akan bisa lagi kembali kedunia manusia, karena arwah manusia itu akan berada di alam barzah, yaitu alam kubur jadi kamu jangan ngada-ngada yang bukan-bukan." Ibu Arin menyanggah apa yang Arin katakan.


"Kalo emang gitu Bu, kenapa tadi arwah bulek datangin Arin terus minta tolong. Jelas banget lho Bu, bulek berdiri didepan Arin barusan aja, sumpah demi Allah Bu, Arin gak bohong." Arin berani bersumpah dengan apa yang ia lihat.

__ADS_1


"Ibu gak paham kalo yang begini, mending kamu tanya ke ustadz aja, yang lebih paham. Udah ach ibu mau tidur, hoammmm ngatuk. Awas kamu jangan berisik lagi."


"Arin tidur sama ibu, bolehkan Bu."


"Mulai, mulai deh bersikap kayak anak kecil."


"Bu, boleh ya. Arin kalo tidur sendirian gak nyenyak gimana, yang ada Arin bisa demam lagi terus gak sekolah lagi emang ibu mau."


"Hilih alesan aja kamu, yaudah kalo mau tidur sama ibu. Tapi janji jangan berisik, ibu ngantuk banget. Kalo kamu berisik lagi, ibu suruh tidur disofa kamu." Ultimatum ibu.


"Tega bener, iya Bu..Arin janji, gak berisik."


"Harus, hoammmm yaudah yuk kita tidur."


"Yuk Bu, Arin juga udah ngantuk nih."


Arin memutuskan untuk tidur dikamar ibunya karena ia jika tidur sendirian pasti dia akan merasa was-was.

__ADS_1


__ADS_2