MAMA

MAMA
Bab 188


__ADS_3

Deon akan pergi menuju kerumah Sezha, Deon ingin Sezha meminta penjelasan dari perkataannya kepada sang istri.


"Aku harus kerumah Sezha sekarang."


Deon bergegas masuk kedalam mobil dan melajukan mesin mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tidak perlu membutuhkan waktu lama, ,Deon telah sampai di depan rumah Sezha.


Kali ini Deon yang berinisiatif mendatangi Sezha dirumahnya dan ini juga pertama kalinya Deon akan memasuki kediaman keluarga Sezha.


Deon turun dari mobil, dan buru-buru berjalan. Deon mengetuk pintu.


Tok ..tok....Permisi.."


Sezha yang berada di dalam kamar mendengar suara Deon.


"Deon datang, akhirnya kamu datang juga."


Sezha bahagia karena rencananya berhasil dan Deon datang sendiri untuk menemuinya


Sezha beranjak dari ranjangnya serta menggendong bayinya.

__ADS_1


Sezha membuka pintu dan benar Deon lah yang ada dihadapannya sekarang.


"Mas.." Sapa Sezha tersenyum bahagia.


Pandangan Deon tak lepas dari Sezha yang membukakan pintu dengan menggendong bayi. Deon diam tak bisa berkata-kata.


"Sezha." Ucapnya dengan pandangan tidak percaya.


"Ya mas, ini bayi kita. Coba kamu lihat, wajahnya mirip kamu mas." Sezha mendekatkan wajah bayinya ke hadapan Deon.


"Kapan kamu melahirkan bukannya belum pas waktunya ?" Tanya Deon masih belum percaya.


"Usia bayi kita baru 3 hari, ya namanya juga waktunya udah mau lahir mas. Masa iya saya suruh masuk lagi. Yuk mas masuk, kita ngobrol didalam." Sezha berkata seolah-olah tidak terjadi masalah.


Deon duduk dengan tak lepas pandangannya ke arah bayi yang digendong oleh Sezha.


"Mas kok bengong sih, ngeliatin anak sendiri sampe segitunya. Tolong gendong dulu ya, aku mau buatin minum untuk mas sekalian panggilin ibu di belakang." Sezha memberikan bayinya pada Deon.


Deon hanya menuruti apa yang dikatakan Sezha tanpa bisa menolak atau membantahnya. Deon seperti terkena hipnotis begitu melihat Sezha keluar dengan menggendong bayi.


Sezha berjalan kedapur membuatkan segelas teh hangat dan setoples roti kering yang ada di kulkas.

__ADS_1


Setelah selesai membuatkan teh, Sezha menghampiri ibunya yang sedang menjemur pakaian.


"Bu, ada tamu tuh pengen ketemu sama ibu."


"Tamu ? siapa ?" Tanya ibu heran.


"Liat aja sendiri Bu, Sezha mau anterkan teh dulu." Sezha meninggalkan ibunya.


Ibu segera menyelesaikan pakaian yang akan dijemur.


Sezha datang dengan membawa nampan berisikan teh dan setoples roti kering.


"Diminum dulu mas mumpung masih hangat eh panas. maksudnya. Maaf cuma ada ini." Sezha menghidangkan diatas meja.


"Terimakasih."


"Aduh anak mama, baik budi banget sama papa ya nak. Sini sama mama, papa mau minum teh nya dulu, nanti gendong sama papa lagi ya." Sezha mengambil bayinya dari gendongan Deon sembari mengatakan kata-kata yang membuat Deon tidak bisa berkutik.


"Hm, saya jujur masih bingung." Ekspresi Deon seperti orang ling lung. Sungguh sulit dicerna oleh Deon. Jujur dalam hatinya begitu kaget dengan apa yang terjadi pagi hari ini.


Pertama ia bertengkar hebat dengan istrinya hingga istrinya pergi dari rumah dengan membawa kedua anak mereka, dan sekarang Deon dihadapkan dengan Sezha yang secara tiba-tiba telah melahirkan, padahal setau Deon seharusnya Sezha belum melahirkan tapi ternyata perkiraannya salah. Pikiran Deon benar-benar buntu.

__ADS_1


"Bingung kenapa mas ? udah mendingan mas minum dulu deh teh nya biar enakan, terus pasti abis minum mas gak akan bingung lagi." Sezha menyuruh Deon untuk meminum teh yang telah ia hidangkan.


__ADS_2