
Sezha yang lagi senang menceritakan perihal ampuhnya minyak dari Tukijan kepada Nova, sementara dikediaman Tukijan, ia juga sangat senang dengan Sezha memakai jasanya. Selain akan menjadi ladang pendapatan untuknya, ia juga dapat menambah ketajaman ilmu melepas sukma yang ia miliki. Karena setiap dia berhasil menyesatkan seorang manusia maka ilmu yang ia miliki akan semakin kuat.
Ya Tukijan tak berbeda dengan Mak Iyem, ternyata mereka berdua ini sama-sama melakukan pesugihan kepada Ratu Ajeng.
Namun walaupun mereka sama-sama pemuja Ratu Ajeng, mereka tidak saling mengenal satu sama lain.
Cara Tukijan dan Mak Iyem juga berbeda, jika Mak Iyem harus memakan janin maka Tukijan cukup mencari manusia yang imannya sedang tergoncang, nah Ratu Ajeng memerintahkan Tukijan untuk lebih banyak menyesatkan orang banyak agar jauh dari agama.
Sezha ntah mengapa selalu masuk ke dalam hal-hal yang negatif dalam perjalanan hidupnya. Mulai dari ia hamil diluar nikah, lalu pergi ke persinggahan kemudian janinnya di ambil oleh Mak Iyem, sekarang Sezha malah mendatangi seorang dukun dan meminta bantuan yang notabenenya sama-sama pemuja Ratu Ajeng. Ini seperti kebetulan yang tak disengaja. Sezha seolah-olah seperti sudah menjadi jalan hidupnya, bertemu dengan pemuja Ratu Ajeng.
Tukijan melihat ke sungguhan Sezha untuk memakai jasanya, terlintas di benak Tukijan untuk menarik Sezha masuk kedalam pesugihannya ini. Karena Tukijan yakin Sezha pasti akan mau mengikutinya.
__ADS_1
"Gadis itu akan aku jadikan dayang untuk Ratu, pasti Ratu akan senang padaku." Tukijan tertawa jahat.
Tukijan belum memberitahu kepada Ratu Ajeng jika ia mendapatkan seorang manusia yang putus asa yaitu Sezha. Ratu Ajeng tidak semerta bisa langsung hadir di kediaman Tukijan, sama hal nya seperti Mak Iyem lakukan saat akan memanggil Ratu Ajeng harus melakukan ritual khusus pemanggilan Ratu Ajeng.
Tukijan belum mengetahui jikalau Sezha adalah salah satu korban ritual pesugihan Ratu Ajeng yang dilakukan oleh Mak Iyem.
\=Sepintas tentang Tukijan\=
Tukijan adalah seorang laki-laki tua sudah berusia sekitar 45 tahun. Dia tinggal seorang diri tanpa istri ataupun anak karena memang Tukijan memutuskan untuk tidak menikah.
Hingga rasa sakit hatinya membawa ia ke sebuah sungai, saat malam hari. Ia meluapkan amarahnya di pinggiran sungai ini. Ia melempari sungai ini dengan batu-batu kecil sambil mengupat si wanita tersebut.
__ADS_1
Namun tanpa ia sadari sudah banyak batu yang ia lempari ke sungai ini. Secara tiba-tiba ditengah sungai muncul gelembung-gelembung air seperti air yang sedang mendidih.
Wajah Tukijan berubah waspada tatkala. menyaksikan air sungai bergelembung.
Tak berselang lama dari dalam gelumbung air sungai itu nampak lah sebuah ekor panjang bersisik hitam. Kemudian ekor panjang itu secara spontan menyeret kedua kaki Tukijan untuk masuk kedalam sungai itu.
Tukijan yang takut ketika yang menarik kedua kakinya adalah ekor ular dengan sisik berwarna hitam pekat.
Tukijan berteriak meminta tolong.
"Tolong !!"
__ADS_1
Hanya sekali Tukijan berteriak meminta tolong dengan cepat ekor ular ini menyeret Tukijan sekuatnya masuk ke dalam sungai. Dan Tukijan pun berhasil ditarik oleh ekor ular ini.
Tunggu bab selanjutnya^.