MAMA

MAMA
Bab 91


__ADS_3

Sezha tersentak langsung bangun dari tidur lelapnya.


"Gak, gak, mungkin. Bayi itu selalu bayi itu." Keringat dingin membasahi wajah Sezha, sambil ia berusaha untuk berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Sezha mencoba mengingat kembali isi mimpinya tadi, sontak ia mengingat sosok anak perempuan yang masuk ke dalam mimpinya.


"Anak perempuan itu sepertinya, anak perempuan yang aku temui sewaktu di persimpangan jalan, ya tidak salah lagi. Tapi mau apa dia menunjukkan ku, Mak Iyem dan kedua anak perempuan yang sedang terikat kemudian lepas itu dia menyodorkan bayi kehadapanku." Sezha menerka sendiri.


Terlintas di pikiran Sezha, kalo ia berniat ingin menemui seorang dukun. Ia tidak bisa terus dan selalu dihantui oleh sosok yang dia sendiri tidak tau.


"Sepertinya aku harus, mencari seorang dukun. Ya aku harus, aku gak bisa hidup seperti ini lama-lama aku bisa gila. Sekalian aku kirim sa*tet ke Deon, biar dia gak bisa hidup tenang. Sa*tet Deon, aku sa*tet kamu ( Sezha tertawa jahat). Apa malam ini saja aku cari dukunnya ? hm tapi aku gak tau, siapa. Besok saja aku cari dukun buat ngusir setan plus buat kasih hadiah buat Deon ku tersayang."

__ADS_1


Sezha memiliki niat jahat terhadap Deon, ia ingin membuat Deon menderita. Hati Sezha sudah begitu tersakiti, rasa cinta dan sayangnya berubah menjadi rasa ingin menghabisi tentunya dengan cara menyakiti dari jarak jauh melalui perantara seorang dukun.


Tak hanya ingin mengusir sosok anak perempuan, sosok bayi dan juga menyakiti Deon, ia terpikir untuk mengirimkan sihir kepada ibunya sendiri.


"Oh ya, ibu. Aku harus bikin ibu menyayangiku lagi dan tidak membenciku seperti ini. Besok aku pasti akan mendapatkan dukun sakti agar ia bisa membantuku. Sezha, Sezha, otak kamu memang encer. Gak sia-sia di sekolahin."


Sezha tersenyum sumringah membanggakan dirinya sendiri.


Sezha benar-benar sama sekali tidak mengambil pembelajaran dari apa yang terjadi pada hidupnya, ia tidak berniat untuk merubah dirinya menjadi lebih baik. Sezha bukannya mendekatkan diri pada sang Pencipta, dia malah berniat meminta bantuan kepada dukun yang jelas-jelas itu perbuatan sirik dan paling dibenci oleh Allah SWT.


Padahal apa yang terjadi didalam hidupnya itu karena ulah yang ia buat sendiri, tapi Sezha tidak mau mengakui dan merenunginya.

__ADS_1


Hati nurani Sezha seperti sudah terkunci, yang ada dipikirannya saat ini adalah ambisi dan keinginannya untuk membalaskan rasa sakitnya.


Sezha menjadi gadis yang seperti tidak memiliki masa depan. Andai saja ia tau, kalo janin yang ada di rahimnya sudah tidak ada dan andai ia juga tau bahwa sosok bayi yang selalu menghantuinya itu adalah anak yang ia kandung 2 bulan belakangan ini. Mungkin ia tidak akan seambisi ini untuk membalaskan rasa sakitnya.


Memang tidak sepenuhnya Sezha bersalah, orangtuanya juga ikut andil dalam pergaulan Sezha. Hanya saja ibunya sudah cukup perhatian terhadap Sezha, namun Sezha ingin memiliki sesuatu yang tidak ia dapatkan dari kedua orangtuanya.


Sezha ingin selalu berpenampilan menarik, memakai pakaian bagus dan modis, ponsel keluaran terbaru tentunya isi dompet tebal.


Hingga Sezha melupakan norma dan melupakan jati dirinya sebagai seorang wanita, bahwa seorang wanita memiliki satu mahkota yang benar-benar harus dijaga sampai suatu saat ia bergelar seorang istri.


Tunggu bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2