
Setibanya dirumah, Sezha masih bingung dengan kegunaan minyak yang dari Tukijan.
"Minyak apaan sih ini ? ukurannya mini tapi harganya maxi, aku pikir cuma 50ribu eh gak taunya 200ribu hadeh, tapi nanti coba deh olesin nah liat besok gimana hasilnya."
Sezha rebahan di ranjang, gelisah tak sabar menunggu pukul 00:00 tepat.
Sezha menahan rasa kantuknya, dilihatnya jam dinding sedikit lagi menunjukkan pukul 00:00.
"Cepet muternya donk, astaga lama banget dah. Mana mata udah ngantuk banget ni hoammmm."
Setelah bosan menunggu perputaran jarum jam agar menunjukkan pukul 12 malam dan sekarang waktu tengah malam yang ditunggu Sezha sudah tiba.
"Wih pas, ok ini saatnya aku olesin ni minyak. Awas aja kalo gak ampuh, aku tuntut tuh dukun buat balikin duit ku."
__ADS_1
Sezha memutar tutup botol minyak ini, begitu dibuka aroma anyir menyeruak dari minyak yang tutup botolnya telah dibuka.
"Oekk...bau banget, astaga minyak apaan ni." Sezha merasa ingin muntah begitu mencium aroma anyir yang seperti mirip bau air selokan
"Au deh, olesin aja. Kalo gak demi tujuan aku, males banget aku relain uang 200ribu plus make minyak bau comberan kayak gini"
Sezha dengan rasa terpaksa mengolesi bagian lehernya dengan minyak ini sebanyak 4 kali.
"Ihhh dipake gak enak banget sih udah bau, lengket lagi dihhh, ini minyak apaan coba. Ck diusap ntar gak ada khasiatnya lagi. Sabar Sezha, sabar, ingat semua itu butuh proses dan perjuangan yang gak mudah jadi jalanin aja." Sezha terus saja menggerutu kesal tapi ia meyakinkan dirinya sembari menarik nafas menenangkan.
Sezha dibikin bergidik merinding karena aroma minyak pemberian dari Tukijan. Dalam rasa kesal dan juga rasa takut Sezha mencoba memejamkan kedua matanya dengan menyelimuti sekujur tubuhnya hingga ke kepala.
"Kenapa jadi wangi kayak jeruk purut gini sih ? ihhh au ah dasar tuh dukun gak jelas, ingin rasaku berkata kasar di depannya kalo ketemu. Mendingan aku buruan tidur dah."
__ADS_1
Tanpa Sezha sadari sukma dari Tukijan sudah berada di dalam kamarnya, sukma Tukijan berdiri di dekat ranjang Sezha.
Sukma Tukijan muncul sembari memandangi Sezha lekat sambil tersenyum misterius kemudian Tukijan pun menghilang pergi dari kamar Sezha.
Maksud kedatangan sukma Tukijan ke dalam kamar Sezha masih belum diketahui. Intinya saat ini Sezha sudah benar-benar menyekutukan Allah SWT dengan menuruti apa yang dikatakan oleh si dukun kepadanya.
Hilangnya Tukijan, selang tak berapa lama. Sosok arwah anak perempuan mendatangi Sezha untuk kembali memasuki alam mimpi Sezha namun ketika ia akan mendekati Sezha, tubuhnya terdorong mundur.
Sosok arwah anak perempuan ini nampak heran tidak biasanya ia tidak bisa mendekati Sezha. Ia mencobanya lagi tapi ia terdorong lagi ke belakang.
Dengan rasa amarah sosok arwah anak perempuan ini pun memutuskan pergi dari kamar Sezha.
Sosok arwah bayi Sezha tidak nampak hanya sosok arwah anak perempuan Mak Iyem saja yang muncul.
__ADS_1
Sebenarnya sosok arwah anak perempuan ini tidak berniat jahat kepada Sezha, ia hanya ingin meminta bantuan kepada Sezha namun Sezha seperti tidak mau tau tentang pesan apa yang akan disampaikan oleh sosok arwah anak perempuan ini. Sezha merasa terganggu dan dihantui oleh kehadiran sosok arwah anak perempuan dan arwah bayinya.