MAMA

MAMA
Bab 154


__ADS_3

Deon melirik arlojinya, jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 siang tepat. Deon membereskan berkas yang ada dimejanya kemudian mematikan layar laptop. Ia sudah berjanji untuk mengajak Sezha bertemu hari ini.


Deon beranjak dari kursinya, namun saat akan meninggalkan meja kerja, dan ia berjalan menuju pintu guna untuk keluar, tampak di dekat pintu bertabur bunga kantil yang entah darimana datangnya bunga-bunga kantil ini. Sontak Deon berbalik ke meja kerjanya lalu ia menelepon Tono, ya memang Tono lah OB yang khusus membersihkan ruangan Deon setiap harinya kecuali hari libur.


Tono akan bersiap untuk beristirahat karena sebentar lagi masuk jam makan siang, tapi baru saja Tono ingin menyantap bekal makanannya, ponselnya berdering. Dilihatnya nama pak Deon tertera dilayar. Tono menghela nafas.


"Astaghfirullah, ni pak Deon ada apa lagi coba. Baru aja mau makan, dah ditelpon hadehhh." Gumam Tono lesu seketika tak berselera.


Dengan rasa malas Tono menjawab panggilan telpon dari Deon.


"Tono : " Siang pak."


"Deon : "Kamu cepat keruangan saya, sekarang !" Titah Deon tanpa basa-basi, kemudian mematikan sambungan telpon sepihak.

__ADS_1


"Tono : " Ta~." Ucapan Tono terhenti dikala sambungan telpon sudah terputus.


"Allahu Akbar, sabar..sabar..punya atasan gini amattt. Belum lagi siap ngomong seenaknya aja dimatiin. Perasaan pak Deon kemarin-kemarin gak ribet gini, tapi hari ini pak Deon bersikap aneh (Tono merasa sikap Deon hari ini berbeda dengan biasanya).


Hiks mana laper lagi, nasi bentar ya aku pergi gak lama kok nanti pasti kamu akan masuk kelambungku." Tono berbicara pada nasi bekalnya dengan raut wajah sedih sembari berjalan keluar dari dapur guna menuju ke ruangan Deon.


Sesampai di depan pintu ruangan Deon, Tono mengetuk.


Tok..tok.. "Pak, ini saya Tono !" Panggilnya.


"Masuk ! pintu tidak dikunci !" Sahut Deon.


Tono membuka pintu, namun begitu akan melangkahkan kakinya, ia dikejutkan dengan adanya bunga kantil.

__ADS_1


"Astaghfirullah al adzim ! bunga kantil ?" Tono terkejut seketika menghentikan langkahnya.


Deon menegur Tono karena bukannya membersihkan bunga-bunga kantil itu malah berdiri dengan wajah terkejutnya.


"Kenapa kamu malah berdiri terus disitu ? memangnya kalo kamu lihatin tu bunga-bunga bisa hilang gitu aja, astaga Tono, Tono." Deon geram sambil memijat keningnya.


"Eh iya pak, maaf saya cuma kaget pak. Saya heran kenapa bisa ada bunga-bunga kantil ini diruangan bapak ?"


"Kamu yang bersihkan ruangan saya dari pagi saja tidak tau, apalagi saya Tonoooo...Sudah jangan banyak tanya, mending segera kamu bersihkan, saya mau pergi. Begitu saya kembali, saya tidak mau lagi ada bunga-bunga ini disini. Bila perlu kamu periksa seisi ruangan saya." Ketus Deon lalu dengan tergesa-gesa meninggalkan Tono.


"Baik pak." Balas Tono tidak membantah.


Setelah Deon pergi, lagi-lagi Tono menggerutu kesal dengan sikap Deon terkesan memaksa dirinya, padahal ia bisa membela diri sebab ini sudah masuk waktu makan siang tapi bukannya istirahat makan siang yang ia dapat malah pekerjaan lagi.

__ADS_1


"Hadehhh gak tau apa aku juga butuh istirahat, egois bener baru jadi manajer dah belagak, ck. Asal perintah, ucapin terimakasih gak." Tono berdecak sambil menggertakkan rahangnya.


"Hm tapi aku heran darimana datangnya bunga-bunga kantil ini ya ? aneh." Rasa kesalnya berubah jadi rasa bingung ketika melihat bunga-bunga kantil yang tiba-tiba ada diruangan Deon.


__ADS_2