MAMA

MAMA
Bab 238


__ADS_3

Tak lama Arin pun tertidur disebelah ibunya, kali ini bukan kehadiran arwah buleknya melainkan ia melihat buleknya dalam mimpi.


"Aku ada dimana ? gelap sekali." Arin memasuki sebuah tempat asing yang ia belum pernah melihatnya.


Di tempat ini tidak ia temui seorangpun, ia seperti ada di dunia lain.


"Halo ada orang ?! Ya Allah tempat apa lagi ini, perasaan tadi aku tidur sama ibu kok jadinya malah ketempat beginian, duh mana pandanganku samar-samar lagi."


Arin bingung dimana ia berada.


Hingga kebingungannya terjawab ketika sosok bulek Sukini mendatanginya namun bulek tidak berbicara hanya diam sambil seperti memberikan petunjuk untuk Arin.


"Bulek, bulek ada disini ?" Tanya Arin kaget.


Bulek Sukini diam, bulek Sukini melesat perlahan kearah depan.


"Lho kok pergi sih, tunggu bulek. Arin gak tau jalan pulang dari tempat ini. Jangan tinggalin Arin." Arin mengejar dari belakang.


Arin terus mengikuti bulek Sukini, hingga bulek Sukini berhenti di suatu tempat dan tempat ini tidak asing berbeda dengan awal Arin masuk ke alam ini. Arin mengenali tempat ini.


"Ini bukannya persinggahan pondok Mak Iyem ? bulek ngapain disini, ini bukan rumah bulek, bulek salah rumah." Arin mengingatkan jika buleknya salah memberitahu jalan.


Bulek Sukini hanya menoleh sekilas kearah Arin kemudian bulek Sukini melesat perlahan, kali ini bulek Sukini masuk kedalam persinggahan pondok Iyem.


"Bulek kok masuk ? bulek keluar bulek, ini bukan rumah bulek !" Arin terus memanggil buleknya untuk tidak masuk tapi bulek Sukini terus saja masuk.

__ADS_1


Arin tidak ada pilihan, Arin tidak tau harus kemana jadi dia memilih untuk mengikuti terus buleknya.


Ketika Arin memasuki persinggahan pondok Mak Iyem ini, ia dibuat terkejut karena ia melihat bulek tengah diikat dan jadi mainan oleh kedua anak perempuan yang entah siapa. Arin tidak mengenalinya.


"Hey ! lepasin bulek aku ! dasar anak-anak kurang aj*r kalian. Beraninya mengikat orang lebih tua." Arin berteriak dan menyuruh kedua anak perempuan ini untuk melepaskan bulek Sukini.


Kedua anak perempuan ini melihat tajam kearah Arin.


Perawakan kedua anak perempuan ini sungguh menyeramkan.


Tapi entah mengapa Arin sama sekali tidak takut, ia seperti mendapatkan keberanian, tiba-tiba saja ditengah ia akan melawan kedua anak ini, terlintas diingatannya jika kedua anak perempuan ini adalah anak dari Mak Iyem.


"Oh aku ingat kalian ini anaknya Mak Iyem kan, memang ya bukan cuma ibu kalian saja yang jahat, anaknya juga tak jauh beda sama-sama jahat. Lepaskan bulek aku sekarang atau kalian akan menyesalinya." Ancam Arin padahal ia tidak tau harus apa, yang terpenting sekarang ia bisa menyelamatkan bulek Sukini.


Kedua anak perempuan ini semakin nampak beringas. Kedua anak perempuan ini mendekati Arin, ya mereka ingin menyerang Arin.


"Apa hah apa? mau melawan aku, sini kalian biar aku terjang kalian berdua sampe keluar tempat ini, ayo sini kalo berani." Arin menantang keduanya.


Ini mimpi tapi serasa nyata, bahkan tidak masuk akal. Secara tiba-tiba juga dipergelangan tangan Arin telah memakai gelang bambu kuning, yang dari pemberian almarhumah buleknya dulu.


"Lah sejak kapan aku pake gelang bambu kuning ini, bukannya aku simpan. Yaudah nanti aja mikirnya, sekarang basmi mereka dulu, baru bebasin bulek."


Kedua anak perempuan ini menjaga jarak dari Arin, yang tadinya mereka ingin sekali menyerang, sekarang tidak lagi. Kedua anak perempuan ini pun menghilang begitu saja.


Arin merasa lega, akhirnya kedua anak perempuan itu telah pergi dan ia bisa membebaskan bulek Sukini.

__ADS_1


"Bulek, ya ampun bulek kok bisa diikat sama dua bocah nakal itu."


Seperti biasa bulek hanya tersenyum tanpa. bicara.


Usai ikatan terlepas, bulek pun tersenyum kearah Arin dan sekejap menghilang dari hadapan Arin.


"Bulek kok tinggalin Arin sendirian sih, aduh..jalan pulangnya kemana lagi. Panggil ibu aja deh." Dalam mimpi Arin teringat juga pada ibunya.


"Ibu ..ibu...!!!!!"


Ibu yang tertidur disebelah Arin tersentak bangun, ketika mendengar Arin berteriak memanggilnya.


"Astaghfirullah'al adzim, ada apa Arin ?" Ibu bangun terkejut.


Melihat Arin mengigau, ibu membangunkan Arin.


"Arin bangun, Arin bangun, ya Allah ni anak, tidur pake acara teriak-teriak." Ibu menepuk pelan kedua pipi Arin secara bergantian.


Akhirnya Arin tersadar, dan ia langsung duduk dan mengatur nafas.


"Ibu .... Alhamdulillah Arin selamat."


"Ehh berisik, kamu mimpi apa coba hem ? sampe ngigau segala panggilin ibu."


"Panjang ceritanya Bu, lagian kalo ceritain pasti ibu juga gak bakalan percaya, intinya sekarang Arin udah lega Bu. Makasih ya Bu udah bangunin Arin, kalo gak ada ibu gak tau deh Arin bisa bangun lagi atau gak."

__ADS_1


"Makanya tidur itu baca doa, yaudah sana cuci wajah kamu biar segeran terus biar gak mimpi buruk lagi."


"Siap Bu hehehe." Arin beranjak dari ranjangnya.


__ADS_2