
Begitu ada digendongan Sezha, bayi Sezha mengedipkan kedua bola matanya. Bahkan bayi ini bisa memanggilnya dengan sebutan 'Mama'.
"Ma-ma-ma."
Jantung Sezha berdegup kencang, terlintas di pikirannya tentang sosok bayi yang pernah mendatanginya tempo hari.
"Gak, gak mungkin ini bayi saya, pasti Ratu salah. Gak mungkin bayi saya seperti ini. Bayi ini adalah bayi setan yang pernah mendatangiku. Saya gak sudi punya bayi setan kayak gini, gak, saya gak mau Ratu, gak mau." Sezha meletakkan bayinya di atas ranjang sambil membuang wajahnya, ia tak ingin melihat wajah bayi yang baru saja ia lahirkan.
"Tidak ada yang salah, bayi ini memang bayimu. Aku sendiri yang memasukkan ke rahimmu jadi tidak mungkin aku salah. Sudah ku katakan bagaimana pun wujudnya kau harus menerimanya dan jangan pernah kau menolaknya." Ratu Ajeng memasang wajah bengis.
"Tapi Ratu, apa kata orang jika mereka melihat saya memiliki bayi seperti ini. Yang ada saya bisa diusir dari kampung ini, karena sudah melahirkan bayi setan. Tolong saya Ratu, beri saya bayi yang berwujud layaknya manusia. Saya tidak bisa merawat bayi dengan rupa seperti bayi ini." Sezha memohon agar bayi yang sekarang dapat ditukar dengan bayi manusia.
__ADS_1
"Tidak bisa ! terima saja kenyataan ini. Kau tidak bisa mengelak. Masalah manusia yang ada di kampung ini kau tak perlu memikirkannya, aku tau apa yang harus aku lakukan." Ratu Ajeng menolak mentah-mentah keinginan Sezha.
"Hiks hiks Ratu tolong Ratu, paling tidak Ratu dapat mengubahnya menjadi bayi normal seperti bayi pada umumnya." Sezha merengek.
"Kau tenang saja, aku akan mengubah wujudnya seperti bayi manusia tapi jika sudah memasuki tepat pukul 11 malam maka wujudnya akan kembali lagi ke wujudnya semula."
"Tidak bisakah seterusnya Ratu ? karena Deon akan menikahi saya, bagaimana jika dia sampe tau kalau bayi yang saya lahirkan bukanlah manusia, bisa-bisa Deon bakal tinggalin saya. Tolong Ratu, kasihanilah saya hiks." Sezha terisak memohon agar Ratu Ajeng mengasihaninya.
"Pfuihhh...dasar manusia bayak mau ! kau minta untuk hamil sudah aku turuti dan kau sekarang sudah mempunyai bayi yang lahir dari rahimmu. Bukannya kau mengucap terimakasih padaku, malah dengan entengnya kau meminta lagi padaku. Kau mau aku murka padamu erghhhh. Jangan membuatku hilang kesabaran. Sudah ku bilang, apapun wujud bayimu kau harus menerimanya. Apa kau paham ?!" Ratu Ajeng mengerang penuh amarah.
Mendengar perkataan itu bayi Sezha tersenyum lebar menunjukkan gigi-giginya yang seperti taring.
__ADS_1
Sezha melirik sekilas, seketika ia bergidik merinding. Namun dengan cepat Sezha melemparkan pandangannya kearah Ratu Ajeng yang masih melayang di hadapannya.
Ratu Ajeng mengangkat bayi ini mendekat kearahnya. Ratu Ajeng mengusap seluruh tubuh bayi ini, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Setelah diusap, Ratu Ajeng meletakkan kembali bayi ini disebelah Sezha.
"Beri dia minum tetesan darah dari jarimu. Maka dengan sekejap bayimu akan berubah menjadi wujud manusia."
"Baik Ratu."
Sezha menggigit ujung jari telunjuknya hingga terluka dan darah mulai keluar dari ujung jari telunjuknya. Kemudian Sezha meneteskan darah yang keluar tepat ke mulut bayi.
Benar saja seperti sulap, wujud bayi Sezha detik itu juga berubah menjadi bayi normal seperti pada umumnya.
__ADS_1
"Woah bayiku, lucu banget." Wajah Sezha seketika sumringah dan bahagia.
Ratu Ajeng pun menghilang dari kamar Sezha.