MAMA

MAMA
Bab 279


__ADS_3

Langit sudah akan gelap, matahari cahayanya sudah mulai meredup.


Ditengah sungai muncul sebuah pusaran air.


"Ratu akan segera datang." Kata Tukijan.


Benar saja Ratu Ajeng muncul dari dalam pusaran air itu.


"Kalian sudah tiba, bagus. Tukijan pergi kerumahnya dan sampaikan undangan dariku." To the point Ratu Ajeng.


"Baik Ratu, aku akan kesana."


Sukma Tukijan pergi menuju ke kediaman ustadz Dedek untuk memberitahu jika Ratu Ajeng ingin bertemu.


Begitu tiba dirumah ustadz Dedek, sukma Tukijan berdiri di depan jendela kamar ustadz Dedek lalu berbicara.


"Datang seorang diri ke jalan X, kalo kau ingin melihat gadis itu tetap hidup. Jika kau tidak datang maka nyawa gadis itu menjadi taruhannya."


Ustadz Dedek yang akan melaksanakan shalat Maghrib mendengar suara samar.


"Hm mereka ingin aku datang kesana. Baiklah aku akan datang menemui mereka. Setelah sholat Maghrib aku akan berangkat. Aku harus menuntaskan ini, agar tidak ada manusia lagi yang bergantung padanya." Gumam ustadz Dedek namun masih didengar istrinya yang berada dibelakang.

__ADS_1


"Abi, Abi mau kemana ?"


"Ada yang harus Abi selesaikan umi."


"Abi ingin berurusan dengan makhluk itu lagi, ya Allah Bi jangan sebaiknya Abi tidak berurusan dengan makhluk itu lagi, ini demi keselamatan kita dan pada tetangga kita. Umi takut kalo Abi kenapa-kenapa." Istrinya tidak ingin jika ustadz Dedek pergi.


"Umi, ini tugas Abi. Abi harus menuntaskan ini, sebagai manusia yang diberikan kelebihan dari Allah sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu. Umi, cukup doakan Abi saja dari rumah ya."


"Tapi Bi, umi takut kalo Abi pergi menemui makhluk itu seorang diri. Umi ikut Bi atau ajak tetangga untuk menemani Abi ?"


" Tidak perlu umi, insya Allah Abi mampu. Umi jangan cemas ya. Ya sudah, sebaiknya kita sholat Maghrib dulu ya."


Ustadz Dedek sholat berjamaah dengan istrinya.


Ditepi sungai Sezha telah diikat oleh Ratu Ajeng.


"Kau malam ini akan menjadi umpan agar manusia dur*ana itu datang kesini menemui ku."


"Ke-kenapa harus saya, Ratu ?" Sezha takut.


"Karena dia mengingatkanmu untuk berhenti memujaku. Kau tenang saja, kau tidak akan aku sakiti."

__ADS_1


"Baik Ratu, saya percaya kepada Ratu."


Ya ampun moga aja aku beneran gak diapa-apain sama Ratu, tapi siapa yang Ratu maksud ? aku sama sekali tidak mengetahui.


Sukma Tukijan dalam waktu singkat sudah sampai lagi ke tempat ini.


"Aku sudah memberitahunya Ratu, aku yakin sebentar lagi pasti dia akan datang kesini."


"Bagus, sudah kau pastikan kalo dia datang seorang diri, bukan ?"


"Sudah Ratu, tapi walaupun dia membawa orang lain saya yakin pasti Ratu tidak akan masalah. Ratu adalah Ratu yang paling sakti yang pernah saya puja. Kekuatan Ratu tidak ada tandingannya. Ratu pasti menang dan mengalahkan ustadz gadungan itu sampai titik darah penghabisannya." Tukijan percaya diri jika Ratu Ajeng akan menang.


"Hahahaha iya Tukijan ya pasti aku menang hahahaaa."


Sezha baru tau ketika Tukijan mengatakan ustadz gadungan.


"Ustadz gadungan ? apa yang dimaksud oleh Ratu dan pak Tukijan itu adalah ustadz itu."


"Benar sekali, ustadz yang tak tau sopan santun itu akan menerima balasan dari apa yang ia lakukan. Kau hanya bertugas menonton saja." Tukijan berbicara dekat di wajah Sezha.


"Huh ustadz itu memang cocok dapat pelajaran, suruh siapa kepo sama urusan orang lain. Ratu saya mendukung Ratu sepenuhnya, Ratu pasti akan menang dari ustadz si*lan itu." Sezha memberi semangat pada Ratu.

__ADS_1


__ADS_2