MAMA

MAMA
Bab 31


__ADS_3

Nova sudah selesai berkemas, ia pun meminta izin kepada ibunya terlebih dahulu.


Ibu mengizinkan Nova untuk pergi bersama Sezha.


Usai Nova pamit dengan ibunya tak lama Sezha pun tiba dirumah Nova.


"Assalamualaikum, Nova yuhu." Seru Sezha dari luar.


"Waalaikum salam, iya Zha bentar !" Sahut Nova dari dalam rumah.


Nova membukakan pintu.


"Gimana udah siap ?" Tanya Sezha langsung.


"Udah kok." Ucap Nova.


"Ok kalo gitu tunggu apalagi kita capcuss sekarang." Sezha bersemangat.


"Yuk lah." Ajak Nova.


"Oh ya, aku belum pamit sama ibu kamu. Ibu kamu ada ?"


"Ada, tapi lagi repot. Udah gak apa-apa tadi aku juga udah bilang kalo mau pergi sama kamu untuk 5 hari kedepan." Jelas Nova.

__ADS_1


"Yaudah deh, kuy kalo gitu. Ntar aku aja yang pesen taksi onlinenya n aku juga yang ongkosin. Pokoknya aman sama aku." Ungkap Sezha.


Nova dan Sezha duduk di teras rumah Nova, Sezha mengeluarkan ponsel dari tas ranselnya.


Sezha memesan taksi online.


Sambil menunggu kedatangan taksi online, mereka saling mengobrol santai.


Ditengah obrolan mereka, tak sengaja Arin dengan menggunakan motor melintas. Arin melihat Nova dan Sezha. Arin memutuskan untuk singgah sebentar.


Tinn..tinn... Suara klakson motor Arin.


Arin turun dari motornya dan menghampiri Nova dan Sezha.


"Pada bawa tas, emang mau kemana ? aku boleh ikut gak ? Biasa bosen ni dirumah terus. Boleh ya boleh." Tanpa basa-basi Arin langsung mau ikut.


"Owh kita mau ke persinggahan pondok mak Iyem, mau ikut?" Nova balik bertanya.


"Kalian nekat ya, saranku mending kalian batalin pergi kesananya seblum terlambat. Aku cuma ngingetin aja sih, itu tergantung sama kaliannya mau percaya atau gak." Ungkap Arin mengingatkan.


"Mulai sok tau kamu." Sezha sedikit nyolot.


"Ya kan aku bilang kan terserah, mau percaya boleh, gak juga gak apa-apa. Ibarat dagang ni ya istilahnya gak ada untung, gak rugi. Kalo aku ni walaupun dikasih gratis juga gak bakalan mau." Sindir Arin.

__ADS_1


"Idih lagian siapa juga yang mau ngajak. Yang mau pergi tuh aku sama Nova kali."


"Udah-udah ah debat mulu, emang kenapa sih Arin alasannya gak boleh kesana ? coba kamu jelasin biar kita ni pada tau." Sela Nova.


"Gimana ya pokoknya gitu deh, aku gak bisa jelasin. Intinya aku udah ingetin jadi saran aku jaga diri baik-baik deh." Pesan Arin.


Astaga aku sampe lupa (Arin menepuk jidatnya), aku kan tadi disuruh ibu buat ambil pesanan, aduh bisa berabe ni urusan kalo pesanannya lama banget aku ambil. Aku permisi dulu ya, bye." Arin tergesa-gesa naik ke motor.


Namun saat akan menyalakan mesin motornya, ia merasa kalo jok bagian belakangnya seperti ada yang menduduki.


"Aneh, rada berat." Arin bergumam bingung.


Nova memperhatikan Arin, ia pun beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Arin yang sudah menaiki motornya.


"Kenapa Rin? ada yang salah dengan motor kamu ?" Tanya Nova.


"Iya nih, jok belakang ku kayak berasa berat gitu, aneh kan." Tutur Arin masih dengan raut wajah bingungnya.


"Aneh apanya, gak usah ngaco. Gak ada siapa-siapa kok. Mungkin pengaruh badan kamu kali nambah berat, bisa aja kan." Celetuk Nova.


"Enak aja, udah langsung gini masih dikata berat aja deh ck." Arin berdecak bete.


"Iya kan kali Arin."

__ADS_1


"Ihh lama-lama serem, aku pulang ah. Bye."


Arin memutar balik sepeda motornya dan Arin pun meninggalkan rumah Nova tanpa mau memikirkan lebih jauh tentang jok belakang nya.


__ADS_2