MAMA

MAMA
Bab 64


__ADS_3

Istri pak Kasan terus memandangi Nova dari atas kepala hingga ke ujung kaki.


Nova nampak risih diperhatikan begitu.


Astaga apa-apaan ibu ini abis ngomong yang aku gak paham malah liatin aku serius amat. Benak Nova.


Setelah memandangi Nova cukup lama, istri pak Kasan pun mulai mengajak Nova berbicara.


"Oalah sampe lupa nyuruh duduk toh, wajah kamu sampe bingung gitu. Monggo duduk dulu, ibu ra bikinin minum yo." Ucap istri Pak Kasan.


"Makasih Bu." Nova duduk masih dengan perasaan canggung.


"Duduk disini sebentar, bapak mau bersih-bersih dulu." Kata pak Kasan.


"Ya pak." Timpal Nova.


Nova duduk seorang diri di ruang tamu rumah pak Kasan yang tidak terlalu besar, dan tidak ada juga pernak pernik, hanya ada 4 buah kursi bambu dan sebuah meja menghiasi ruang tamu ini.


Nova memperhatikan tiap sudut ruangan ini.


Tak lama istri pak Kasan datang dengan membawa nampan berisikan 3 gelas teh hangat dan juga sepiring kecil singkong yang sudah digoreng.


"Ini silahkan diminum, maaf yo cuma ada ini dirumah saja." Istri pak Kasan menghidangkannya di meja.


"Terima kasih banyak bu." Nova sungkan.

__ADS_1


Nova meminum teh hangat yang sudah dihidangkan.


Usai Nova sudah meneguk sedikit teh hangat, istri pak Kasan mulai menanyakan.


"Boleh ibu bertanya?"


"Boleh Bu." Kata Nova.


"Kamu kenal dengan namanya Arin?"


"Arin, hm ada sih Bu temen sekelas saya. Emangnya kenapa ya Bu ? tiba-tiba ibu bertanya tentang Arin." Nova heran.


"Arin itu ponakannya ibu, kemarin dia sempat telpon ibu bilang kalo temennya 2 orang ada yang menginap di persinggahan Mak Iyem'. Apakah benar kamu ini temennya Arin ?" Tanya istri pak Kasan sekali lagi.


"Bukan Tante tapi bulek, kalo Tante serasa di kota." Istri pak Kasan tersenyum becanda.


"Eh iya Tan, astga bulek maksudnya."


"Yowes karena kamu iki koncone ponakan ibu, jadi kamu panggil saja bulek Sukini jangan ibu lagi yo." Istri pak Kasan menyebutkan namanya.


"Iya bulek."


"Oh iyo jeneng mu sopo?" Tanya bulek Sukini berbahasa Jawa.


"Hm jeneng, apa bulek ?" Raut wajah Nova bingung.

__ADS_1


"Kamu iki lucu, gak ngerti bahasa jowo yo ?"


"Gak bulek." Nova menggelengkan kepalanya sambil nyengir kuda.


"Tadi bulek nanya, nama kamu siapa? masa dari tadi ngobrol belum tau nama."


"Oh nama saya Nova, bulek."


"Kata Arin ada 2 temennya yang kemari, yang satu lagi bulek gak liat."


"Nah itu masalahnya bulek, temen saya masih disana." Nova tertunduk.


"Temen kamu tidak bisa melarikan diri begitu ?"


"Iya bulek, temen saya dibawa oleh mereka tapi saya tidak tau dibawa kemana soalnya saat saya akan menyusul tengkuk saya dipukul dari belakang kemudian saya tidak sadarkan diri, tiba saya sudah sadar, saya sudah berada disebuah ruangan lalu kaki dan tangan saya terikat." Nova menjelaskan.


"Tapi kenapa hanya temen kamu saja yang dibawa mereka sedangkan kamu tidak ?" Bulek merasa ada kejanggalan.


"Saya tidak tau kalo hal itu."


"Kamu bisa lolos, apakah ada yang menolong kamu ?" Selidik bulek.


"Saya meloloskan diri tanpa ada bantuan siapa-siapa bulek, saya berusaha membuka sendiri ikatan yang ada di kaki dan tangan saya, Alhamdulillah saya bisa melarikan diri dari tempat itu."


Bulek mengangguk mengerti.

__ADS_1


__ADS_2