MAMA

MAMA
Bab 195


__ADS_3

Pagi harinya Deon mengirim pesan singkat kepada Sezha.


\=Maaf ya mungkin hari ini mas gak bisa menemui kamu. Istri mas sedang sakit. Mas harap kamu bisa maklum ya. Salam sayang\=


Ting..suara ponsel Sezha berdenting tanda ada sebuah pesan singkat masuk. Sezha mengambil ponsel yang ia letak di nakas dekat ranjang.


Sezha membuka isi pesan, kali ini Sezha tidak kesal malah sezha tersenyum bahagia ketika mengetahui jika istri Deon sakit.


"Rasai, suruh siapa berani usik aku. Emang enak. Mas Deon, mas Deon mau aja ngurusi istri tua yang lagi sakit, buang-buang tenaga aja. Tapi yaudah deh biarin aja, itung-itung nolong sebelum akhirnya Deon aku dapatkan."


Sezha merasa lapar, ia keluar kamar dan menuju ke dapur. Ya karena Sezha telah mengolesi minyak pemberian dari Tukijan, sikap ibunya tidak seperti semalam, ibunya telah bersikap biasa kepada Sezha bahkan ibu Sezha telah melupakan kejadian kemarin.


"Eh kamu sudah bangun, buruan sarapan. Ibu udah masak banyak untuk kamu karena ibu tau pasti kamu lapar."


"Iya nih Bu, bayi Sezha kalo udah malam kuat bener nyusunya. Ni aja pu*ing Sezha tiap pagi luka karena dihisap terus sama adek."


"Ya namanya juga menyusui, tapi ngomong-ngomong gimana sekolah kamu ? apa tidak apa-apa jika mereka mengetahui kalo kamu telah memiliki anak ?"

__ADS_1


"Ibu tenang aja, biar Sezha yang urus. Intinya Sezha akan tetap sekolah sampe tamat kok. Nah caranya gimana serahin sama Sezha." Sezha percaya diri.


"Uhuk iya dah yang bad girl di sekolah." Ledek Ega.


"Iya donk Sezha gitu lho. Btw mana ponsel yang udah kamu beli, kakak mau liat donk."


"Ini kak, tipe yang biasa. Ini pun harganya 900 ribu masih kembali 100, tapi udah habis soalnya Ega beliin memory card."


"Yaudah deh kirain belum kamu beli, kalo belum kamu beli kakak mau nambahin uangnya tapi batal deh hangus."


Ayah yang sedang menikmati sarapan menegur Sezha dan Ega karena terus saja berbicara saat sedang meja makan.


"Udah berhenti ngomongnya, sarapan dulu. Mau makan kok malah ngobrol."


"Hehe siap yah." Timpal Sezha.


"Ok yah." Sambung Ega.

__ADS_1


Mereka pun menikmati sarapan dengan tanpa suara.


Ayah dan Ega telah selesai sarapan, ayah pamit untuk berangkat kerja sedangkan Ega pamit untuk pergi ke sekolah.


Ibu juga sudah selesai, ibu membereskan meja makan padahal Sezha belum selesai, maklum Sezha makan dengan porsi jumbo.


"Ish ibu, Sezha masih sarapan udah main diberesi aja."


"Iya sekalian, biar bersih. Risih liatnya berserakan. Yaudah kamu lanjut sarapannya. Kalo mau nambah, nambah aja ya tenang ibu udah masak banyak jadi gak bakalan habis."


"Makasih ibu, ibu memang ibu yang paling baik sedunia." Puji Sezha pada ibunya.


"Hm iya deh iya."


Ibu lanjut berberes, sementara Sezha baru selesai sarapan. Sezha pun berjalan masuk kedalam kamar. Dilihatnya jika si bayi masih tertidur, Sezha pergi kekamar mandi karena Sezha belum mandi pada saat bangun tidur tadi.


Sezha benar-benar terlena dengan semua diperbuatnya, memainkan perasaan keluarga dan orang lain seperti hobi untuknya. Bahkan ia tidak sedikitpun merasa menyesal, pikiran dan hatinya sungguh telah tertutup oleh hawa nafsu setan.

__ADS_1


__ADS_2