
Ibu Nova sudah selesai memasak sebuah hidangan sederhana. Namun waktu telah menunjukkan akan segera memasuki waktu Maghrib jadi ibu Nova menunda ajakan untuk makan bersama.
"Maaf ya Tante lama, kalian pasti sudah lapar tapi berhubung sebentar lagi masuk sholat Maghrib jadi makannya selepas sholat Maghrib ya, nanggung soalnya kalo mau makan sekarang. Tahan ya lapernya." Ibu Nova sembari bercanda.
"Aman kok Tante, kita sih tahan laper." Ucap Arin.
"Ya bener Tante, Tante duduk manis aja karena saya yakin pasti Tante capek abis masakin buat kita." Sambung Lala.
"Tante udah biasa masak jadi gak ada rasa capek, intinya nanti sewaktu makan mesti habis makannya kalo gak abis Tante bakalan cemberut."
__ADS_1
"Hehe kalo masalah makan memakan Arin jago nya Tante jadi Tante tak perlu risau sudah ada pakar penghabis makanan secara cepat, ya kan Arin pfftttt." Ledek Lala sambil menahan tawa.
"Apaan ngada-ngada, tipu dia Tante. Dasar mulut asal jeplak ni orang minta di lakban mulutnya." Arin kesal.
"Udah-udah jangan pada ribut, hm sepertinya sudah adzan Maghrib kalo gitu Tante permisi ke kamar ya. Kalian kalo mau sholat dikamar Nova aja. Inget jangan sampe gak sholat lho." Tak lupa ibu Nova mengingatkan.
"Siap Tante." Timpal Arin.
Ya Allah hamba harus apa dan bagaimana cara menyampaikan hal sensitif begini kepada Sezha, hamba tidak mungkin menyembunyikan kebenaran ini. Ya Allah jujur kalo hamba juga memiliki rasa keingintahuan tentang siapa laki-laki yang telah melakukan ini pada Sezha tapi disatu sisi hamba merasa tidak berhak mencampuri urusan yang bukan urusan hamba, hanya saja hamba ingin menjadi seorang teman yang bisa membantu kesulitan teman tidak lebih dari itu. Ditambah lagi Sezha sudah semakin jauh dengan Mu Ya Allah, hamba seperti memiliki tanggung jawab untuk menyadarkan Sezha kembali ke jalan Mu lagi. Hmm beri hamba jalan terbaik agar hamba dapat membantu teman hamba, Sezha. Aminn.
__ADS_1
Nova berbicara pada dirinya sendiri dan memohon pertolongan kepada Allah SWT agar ia diberi jalan agar dapat membantu Sezha keluar dari masalah yang pelik ini.
Arin dan Lala memperhatikan Nova sedang melamun. Mereka berdua saling melemparkan pandangan satu sama lain.
Ya pandangan mereka berdua mengisyaratkan jika sama-sama mempertanyakan kenapa Nova jadi bengong seperti ini, hingga Arin menepuk pundak Nova secara spontan.
"Nov.. kok malah bengong sih, udah adzan Maghrib noh. Emang kamu gak sholat ya ?"
"Eh iya Arin maaf aku malah melamun. Udah adzan ya, kalo gitu yuk ke kamar aku, kita sholat tapi kita gantian ya sholatnya soalnya mukenah aku cuma satu, gak apa-apa kan." Nova terperanjat sadar kemudian mengajak Arin dan Lala untuk kekamarnya guna akan menunaikan ibadah sholat Magrib.
__ADS_1
"Ok gak apa-apa Nov, kamu duluan aja sholat ntar aku baru Lala terakhir." Timpal Arin.
Mereka pun masuk ke kamar Nova tak lupa mereka mematikan tv terlebih dulu.