MAMA

MAMA
Bab 80


__ADS_3

Melihat Sezha menangis begitu sangat sedih, Nova tidak tega jika bertanya terlalu banyak. Nova hanya mencoba menenangkan Sezha.


"Sudahlah, kamu jangan terlalu banyak bergerak dan pikiran. Sebaiknya sekarang kamu istirahat saja memulihkan tubuh kamu."


"Tapi Nov, aku ini cewek kotor, kotor..aku gak pantes untuk hidup Nov, gak pantes..." Sezha membentur-benturkan kepalanya di bantal sambil masih menangis.


Kondisi Sezha benar-benar memperihatinkan, tergambar jelas dari raut wajah Sezha menunjukkan beban yang begitu berat dan juga rasa putus asa ingin mengakhiri hidupnya.


Nova berusaha kuat untuk memberikan semangat kepada Sezha, ia tidak ingin melihat teman baiknya harus mengalami hal yang semacam ini. Sebagai teman Nova bertanggung jawab menolong Sezha dalam keadaan apapun.


"Zha, istighfar donk. Jangan kayak gini, kamu gak kotor dan kamu pantas untuk hidup. Kuatkan diri kamu Zha, aku percaya kamu pasti bisa melewati ini semua."

__ADS_1


"Untuk apa aku hidup Nov, untuk apa hah ?! ibuku dan adikku benci sama aku karena apa huh karena aku perempuan kotor Nov ! jadi jelasin sama aku untuk alasan apa aku tetap hidup, coba jelasin Nov, jelasin ?!"


Sezha berurai air mata sambil mengupat dirinya sendiri. Sezha juga mendesak Nova untuk memberi penjelasan.


"Kamu mau tau alasan kenapa kamu harus hidup, dengerin aku Zha. Pertama usia kamu masih muda, kedua kamu masih punya cita-cita, ketiga kamu masih ayah kan, ya kan, jadi please Zha pandang ayah kamu sekalipun ibu dan adik kamu membenci kamu setibanya masih ada ayah yang selalu sayang sama kamu. Apa kamu tega meninggalkan ayah kamu karena kamu lebih memilih untuk mengakhiri hidup ? Istighfar Zha, mohon ampun kepada Allah, minta kekuatan pada-Nya agar kamu bisa melewati masa sulit ini." Nova memberikan penjelasan panjang kepada Sezha.


"Aku gak tau Nov, hidupku berantakan, masa depanku hancur, hancur, hiks hiks."


"Belum Zha, kamu masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri. Percaya sama aku, aku yakin kamu pasti bisa. Ingat Zha gak ada kata terlambat selama kita masih bernafas." Nova terus memotivasi Sezha untuk tidak terpuruk.


"Iya Zha, sama-sama."

__ADS_1


Mereka berdua saling menggenggam tangan pertanda jika mereka adalah teman yang saling menguatkan satu sama lain, persahabatan mereka benar-benar murni dan tulus.


Sebenarnya masih banyak yang ingin ditanyakan oleh Nova kepada Sezha, tapi ia urungkan karena keadaan Sezha belum stabil dan masih perlu ketenangan dan juga istirahat yang cukup.


"Ya sudah kalo gitu, aku bantu kamu untuk membasuh tubuh kamu setelah itu pakaian kamu dibuka lalu ganti dengan pakaian yang bersih."


"Tidak usah Nov, aku bisa sendiri. Aku udah terlalu sering repotin kamu Nov jadi kalo hanya membasuh tubuhku saja lebih baik aku sendiri yang melakukannya." Sezha sungkan .


"Gak apa-apa Zha, aku ikhlas kok. Tenang aja, lagian kamu aja masih lemes gini, wajah kamu juga pucat, kamu berbaring aja biar aku yang basuh tubuh kamu."


"Kamu terlalu khawatir Nov, aku bisa kok." Sezha mencoba mengangkat tubuhnya perlahan untuk bisa duduk.

__ADS_1


Namun Sezha masih mengangkat tubuhnya setengah, ia sudah meringis sakit dibagian perutnya.


"Ssshhhh...aw..perutku ssshhhh.. sakit." Sezha meremas perutnya.


__ADS_2