MAMA

MAMA
Bab 132


__ADS_3

Selepas dari dokter kandungan, Deon langsung mengantarkan Sezha pulang setelah itu Deon kembali ke perusahaan guna melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Deon mengantar Sezha hanya ditepi jalan tidak tepat di depan rumah Sezha sebab Sezha belum siap untuk mempertemukan Deon dengan kedua orangtuanya. Maklum karena saat ini Sezha baru mengetahui jikalau janin yang ia kandung sudah tidak ada. Ya ia juga sengaja tidak memberitahu Deon tentang hal ini.


Usai Deon pergi, Sezha berjalan menuju kerumahnya, begitu sampai perkarangannya ibu sedang duduk di teras.


"Ibu, pasti lagi nungguin ni." Gumam Sezha sambil terus berjalan.


Ibu menatap Sezha lekat, karena hampir sore Sezha baru kembali kerumah.


Sezha mendapati tatapan ibunya yang begitu serius kepadanya, ia merasa sedikit was was. Namun ia berusaha tenang menganggap tatapan ibunya biasa aja.


"Ibu ngapain duduk sendirian diluar ?" Sezha memberanikan bertanya.


"Duduk, ibu mau bicara sama kamu." Kata ibu masih dengan wajah masam.


"Bicara apa Bu ?" Tanya Sezha lagi kali ini wajah Sezha sedikit tegang.

__ADS_1


"Darimana saja kamu ? bukankah hari ini pembagian raport seharusnya kamu sudah pulang dari tadi kan kenapa sampai hampir sore begini baru pulang ?"


"Oh biasa Bu, kerumah Nova tadi soalnya Nova kan dapet nilai bagus terus dia undang buat makan bersama dirumahnya." Sezha berbohong.


Ck ibu kenapa jadi gini sih ? hadeh aku lupa tadi malem kan minyak itu gak aku olesin, makanya ibu jadi balik ketus sama aku. Sezha..Sezha dasar ceroboh ach, pake acara lupa segala lagi pake tuh minyak.


"Kamu jangan bohong sama ibu ? Ibu tau kamu sedang berbohong. Sebaiknya kamu jujur, pergi kemana kamu ?" Naluri ibu tidak bisa dibohongi.


"Bener kok Bu, Sezha gak bohong. Coba ibu telpon Nova, biar ibu percaya."


Aduh gawat ni kalo Nova sampe bilang gak, bisa abis aku ck.


"Terus Sezha harus ngapain biar ibu percaya kalo Sezha emang beneran kerumah Nova."


"Cukup berbicara jujur dan berhenti mengatakan perkataan tidak jujur." Ucap ibu sembari beranjak dari duduknya kemudian berjalan masuk kedalam rumah meniggalkan Sezha yang masih berdiri.


"Ya ampun Bu, Sezha gak bohong, beneran Bu. Percaya sama Sezha." Sezha menyusul ibunya demi agar ibunya percaya dengan perkataannya.

__ADS_1


Ibunya sama sekali tidak mengindahkan perkataan Sezha. Ibunya terus saja berjalan, hingga sampai didepan pintu kamar ibu. Ibu masuk kedalam kamar dan langsung menutup pintu kamar. Sedangkan Sezha hanya bisa menghela nafas kasar melihat sikap ibu ibunya.


"Baru kemarin sikap ibu baik sekarang berubah lagi ketus sama aku." Sezha menggerutu sambil mengusap wajahnya kasar.


Adik laki-lakinya menghampiri Sezha.


"Kenapa kak ? pasti ibu marah lagi kan, kakak sih pulangnya lama jadi kesel kan ibu."


"Sok tau kamu, udah sana belajar biar pinter heh." Jawab Sezha acuh kemudian meninggalkan adiknya.


"Lah ngambek, dasar cewek hm." Ega tidak mau ambil pusing.


Sezha masuk ke kamarnya, dan segera mencari minyak yang diberikan Tukijan namun Sezha tidak menemukan minyak itu.


"Perasaan minyaknya aku letak di deket bantal aja deh terus kemana kok gak ada sih ? masa ilang tuh minyak. Apa jatuh ya di bawah ? coba cek deh kali aja jatuh di bawah kasur."


Sezha coba memeriksa dibawah kasur tapi tetap tidak ia temukan minyak itu.

__ADS_1


"Gak ada juga, aduh gawat ni kalo sampe ilang tuh minyak ck bisa balik lagi semuanya. Gak, aku gak mau kalo sampe itu terjadi, ya aku harus kerumah dukun itu lagi, ya harus. Aku harus meminta minyak itu lagi."


Sezha begitu panik pikirannya kacau sekaligus takut kalo semuanya berbalik seperti yang tidak ia inginkan maka dari itu ia memutuskan untuk pergi menemui Tukijan lagi.


__ADS_2