MAMA

MAMA
Bab 179


__ADS_3

Nova enggan masuk ke kamar Sezha begitu saja tanpa permisi terlebih dahulu. Nova mengetuk pintu kamar.


Tok....tok... Sezha..aku boleh masuk gak ?"


Sezha yang baru saja rebahan, kembali duduk. Ia kenal suara itu.


"Seperti suara Nova ? mau ngapain dia kesini." Gumamnya heran dengan kedatangan Nova yang terkesan tiba-tiba tanpa memberitahunya lebih dulu.


Tidak ada jawaban dari Sezha, Nova memanggil Sezha sekali lagi.


Baru akan memanggil Sezha, ibu Sezha datang menghampiri.


"Lho kok masih berdiri disini, masuk aja. Sezhanya di dalam kok."


"Iya Tante, takut ganggu waktu istirahat makanya saya panggil Sezha dulu. Tapi keliatannya Sezha lagi tidur, kalo gitu saya permisi pulang saja. Besok saja saya kembali lagi." Nova merasa sungkan.


"Eh masa udah sampe sini mau pulang, yaudah sini biar Tante bukain pintunya. Sezha paling rebahan aja, maklum lah namanya juga baru melahirkan satu hari."


"Makasih Tante."


Astaghfirullah ternyata bener apa yang dikatakan Sezha sewaktu ditelpon tadi. Batin Nova.


Ibu Sezha membukakan pintu kamar Sezha.


"Sezha, ada Nova ni dateng."

__ADS_1


"Oh iya Bu, suruh masuk aja."


"Nova, sini masuk." Ibu mengajak Nova masuk kamar Sezha.


Nova pun masuk ke kamar Sezha, kemudian ibu Sezha permisi untuk melanjutkan waktu istirahatnya tadi.


"Yaudah kalo gitu, kalian ngobrol santai ya. Ibu mau balik ke kamar dulu ya."


Sezha dan Nova mengangguk berbarengan.


Ibu keluar dari kamar Sezha dan tak lupa menutup kembali pintunya.


Nova tertegun melihat disamping kanan Sezha terbaring bayi yang tertidur pulas.


"Lohaaa.. Nova. Kok bengong gitu ngeliatinnya. Kayak gak pernah liat bayi aja deh."


Nova tersentak sadar dari lamunannya.


"Astaghfirullah, maaf Zha. Aku tuh gak nyangka aja, ternyata temen aku udah punya anak sekarang. Aku tuh masih gak percaya dengan apa yang aku liat saat ini, sumpah jujur aku kaget plus takjub lho." Nova berjalan mendekati ranjang dimana Sezha dan bayinya berbaring.


"Ish biasa aja kali Nov. Gimana bayi aku, lucu gak ? imut-imut kan kayak aku." Sezha narsis.


"Ya bedalah, ni imut-imut versi bayi, nah kamu imut-imut versi kadaluarsa." Ledek Nova.


"Dih gaje. Btw kok gak bilang mau dateng kesini ?"

__ADS_1


"Iya sengaja, biar surprise gitu. Ya ampun Zha, lucu banget wajahnya. Aku boleh gendong gak, ihh gumushhh aku." Nova merasa gemas melihat bayi Sezha secara dekat.


"Iya donk siapa dulu mamanya, Sezha gitu lho so pasti bayinya juga good looking." Sezha memuji dirinya sendiri, ibarat kata 'air laut asin sendiri'.


"Iyain biar cepet. Hm btw Zha, bayi kamu udah kayak bayi usia 3 bulanan gitu ya. Badannya ni gemoy banget."


"Jelas donk, lahirnya aja udah gede. Jadi pas udah aku kasih ASI, makin nambah donk BB anak aku."


Saat Sezha menjelaskan, mendadak Nova berubah diam dan raut wajahnya juga seketika berubah.


Sezha bertanya.


"Nov, kenapa ekspresi wajah kamu jadi berubah gitu sih ? lagi mikirin apaan ?"


"Ini lho Zha, hm aku mikirin bayi kamu." Jawab Nova berat.


"Bayi aku ? emang kenapa kamu yang mikirin coba, bayi..bayi aku. Kok kamu yang pusing."


"Maaf kalo aku nanya yang sensitif. Hm kamu udah kasih tau sama pacar kamu, kalo kamu tuh udah melahirkan.


"Udah Nov, cuma yaitu selalu bukan mas Deon yang angkat. Bikes ( bikin kesel) deh pokoknya Nov."


"Mungkin dia masih sibuk, intinya sekarang kamu harus beri tau dia dulu."


"Iya ntar aja deh.

__ADS_1


__ADS_2