
Nova sore ini disuruh ibunya untuk mengantarkan kue kerumah ustadz Dedek.
"Nova, tolong antarkan kue ini kerumah pak ustadz Dedek ya.''
"Bentar Bu, Nova mandi dulu."
"Yaudah abis itu tolong kamu antar ya. Ibu juga mau mandi."
"Iya Bu."
Nova menuju ke kamar mandi, selesai mandi ia berpakaian, lalu ia berangkat kerumah ustadz Dedek.
Tiba dirumah ustadz Dedek, ia di sambut oleh istri ustadz Dedek. Setiap sore hari istri ustadz Dedek selalu menyirami bunga.
"Assalamualaikum, Bu."
"Waalaikum salam, eh Nova. Sini masuk."
"Makasih Bu."
Nova dan istri ustadz Dedek duduk diteras.
"Bu, ini ada kue dari ibu saya." Nova memberikan kotak berisi kue.
"Woah ada acara apa ini ?" Istri ustadz Dedek menerima.
"Gak ada acara apa-apa kok Bu, kebetulan tadi ibu bikin kue nya banyak. Oh ya Bu, hm pak ustadz nya ada ?"
"Ada, mau ibu panggilkan ?"
"Iya Bu."
"Tunggu disini ya, astaghfirullah sampe lupa terimakasih kuenya sampein sama ibu."
"Iya Bu, sama-sama."
Istri ustadz Dedek masuk kedalam untuk memanggil ustadz Dedek yang ada didalam.
"Abi, diluar ada Nova sepertinya mau bertemu dengan Abi."
__ADS_1
"Iya mi, Abi temui. Itu apa mi ?" Tanya ustadz melihat kotak yang di pegang istrinya.
"Oh kue dari ibunya Nova."
"Ya sudah, bikinin teh ya."
"Iya Bi."
Ustadz Dedek berjalan kedepan menemui Nova.
"Ada perlu apa kamu cari saya ?" Tanya ustadz Dedek.
"Assalamualaikum pak ustadz."
"Waalaikum salam, ayo katakan ada perlu apa ?"
"Gini lho pak ustadz, hm tentang teman saya itu. Gimana pak menurut bapak ?" Nova bingung cara menyampaikan.
"Bagaimana apa nya ?" Tanya balik ustadz Dedek.
"Temen saya yang bapak curigai memiliki aura mistis, bagaimana cara menyadarkan temen saya itu pak ?"
"Beneran pak ? terus pak ? bapak gak bisa nyadarin dia gitu ? soalnya dia beda banget pak, sama yang sifatnya yang dulu."
"Ya saya tau, dia bersikap begitu karena pengaruh aura jahat yang menyelimutinya. Kemungkinan besar, dia saat ini sedang memuja syaitan." Tandas ustadz Dedek.
"Hah ? astaghfirullah'al adzim, Sezha pemuja setan ? bapak yakin ?" Nova terkejut.
"Saya yakin, karena saya lihat aura kediaman mereka dan juga teman kamu itu gelap sekali. Ada aura hitam pekat menyelimuti. Saya sudah mengingatkan teman kamu untuk segera bertoba sebelum semua yang ia lakukan berbalik pada dirinya."
"Lalu pak, tanggapan dia gimana ? dia terima pak ustadz beri nasihat begitu ?"
"Tentu saja dia tidak terima, bahkan dia mengancam saya jika saya masih mengusik dirinya maka dia akan melaporkan saya ke polisi."
"Ya Allah, Sezha dikasih tau yang baik malah gak terima. Duh tapi pak ustadz, biarpun Sezha begitu saya tetap ingin membantu Sezha agar bisa menjadi Sezha yang dulu. Hanya saja saya tidak bisa kalo seorang diri, makanya saya ingin meminta bantuan pak ustadz."
"Ini berat, hati nurani teman kamu masih dikuasai nafsu duniawi dan nafsu ingin dilihat lebih oleh orang lain, mungkin itu alasan dia bersekutu dengan syaitan."
"Terus bagaimana ini pak ustadz ? saya gak tega melihat teman dekat saya tersesat."
__ADS_1
"Jalan satu-satunya teman kamu harus di ruqyah agar bisa menghilangkan pengaruh sihir dari syaitan itu. Tapi pasti akan sulit karena teman kamu melakukan pesugihan, dia memuja syaitan itu untuk menjadi panutan dalam hidupnya."
"Tolong pak ustadz, kalo secara langsung pasti dia gak akan terima, yang ada Sezha akan marah. Tidak adakah cara lain pak ustadz ?"
"Ada, baiklah saya akan bantu sebisa saya, insya Allah teman kamu segera sadar."
"Ada pak ustadz? caranya?" Nova ingin tau.
"Biarlah ini menjadi rahasia saya, kamu bantu saya dengan berdoa kepada Allah."
"Baik pak ustadz."
Disela pembicaraan, istri pak ustadz membawa nampan berisikan 3 gelas tega hangat beberapa potong kue yang dibawakan Nova tadi.
"Seru sekali ngobrolnya, ini diminum dulu ya." Istri ustadz hidangkan.
"Ngerepotin banget Bu, lagian Nova juga mau pulang." Nova sungkan.
"Lho cepet banget, minum teh nya dulu, udah dibikinin, masa mau pulang."
"Hehe iya Bu, terima kasih."
"Ngobrolin apa sih kalo boleh tau ? kayaknya serius banget gitu ?" Tanya istri ustadz.
"Nanti saja Abi ceritakan di dalam, Nova biar minum teh nya dulu. Soalnya ceritanya panjang." Ucap ustadz.
"Iya Bu." Nova jadi kikuk.
"Ya sudah, Nov ni kuenya di makan juga lho. Enak ya buatan kue ibu kamu, kapan-kapan bisa ni ibu nempah kalo ada acara pengajian."
"Alhamdulillah kalo kue ibu enak. Hehe iya Bu, insya Allah ibu bisa terima tempahan."
Mereka saling mengobrol santai. Setelah minum teh dan memakan 2 potong kue, Nova pamit pulang.
"Pak ustadz, Bu, saya permisi pulang."
"Oh iya, salam buat ibu kamu ya. Sekali lagi bilang sama ibu kamu terimakasih ya." Ucap istri ustadz.
"Iya Bu. Kalo gitu saya pamit. Wassalamu'alaikum."
__ADS_1
"Waalaikum salam." Balas barengan ustadz dan istrinya.