MAMA

MAMA
Bab 161


__ADS_3

"Waalaikum salam. Oh pak ustadz, ada apa ya pak ?" Tanya Nova.


"Tidak apa-apa, saya kesini ingin bertemu dengan orang tua kamu. Orang tua kamu ada dirumah ?"


"Ada kok, bentar ya pak saya panggil dulu."


Nova kembali masuk kedalam, guna memanggil ibunya yang sedang berada dikamar.


"Bu, diluar ada pak ustadz Dedek tuh."


"Pak ustadz ? ada apa?"


"Belum bilang sih Bu, cuma ya kayaknya penting soalnya bawa map gitu."


"Oh.." Balas ibu singkat.


"Ish..'oh' aja ibu." Protes Nova.


"Jadi.. ? yaudah kamu temenin sana temen kamu. Bentar lagi ibu keluar temui pak ustadz Dedek."


"Jangan lama-lama Bu, gak enak sama pak ustadz."


"Astaghfirullah.. iya sayang, ya ampun cerewet banget deh."

__ADS_1


"Hehehe..." Nova nyengir sambil menutup pintu kamar ibunya.


Usai dari kamar ibunya, Nova berjalan keruang tv dimana Arin sedang duduk memainkan ponsel sembari menunggunya.


"Rin, Sezha tadi kenapa kok jutek gitu ? emangnya tadi kamu tanya apa aja."


"Gak tau aku, kenapa Sezha gitu ? aku gak ngomong apa-apa kok, cuma minta dikenalin sama pacarnya. Terus aku bilang kalo dia kudu cepetan periksa soalnya aku liat perut dia tu buncit lho gak kayak biasanya, eh dia nya malah jutek." Jelas Arin.


"Oh..kirain kamu ada tanya yang aneh-aneh, hm tapi iya juga sih perut Sezha kenapa ya ? kalopun emang disebabkan makan malam, harusnya buncitnya gak gitu kan ?" Nova memikirkan sesuatu tentang perubahan perut Sezha.


Apa jangan-jangan Sezha hamil lagi ya ? soalnya kemarin-kemarin perutnya rata aja. Tapi masa iya Sezha hamil, ck Sezha...Sezha gak abis pikir aku sama kamu.


"Novaaaa..malah bengong ( Tegur Arin menyadarkan Nova yang terlihat melamun). Jadi kamu mau bilang kalo Sezha lagi hamil gitu, sepemikiran kita, soalnya tetangga aku ada yang lagi hamil perutnya kayak Sezha gitu." Celetuk Arin.


"Boleh tuh, lagu yang asik donk Nov. Jangan lagu jadul."


"Hilih emang aku angkatan tahun 70-an apa, suka sama lagu jadul."


"Aku kan cuma saran Nova."


Nova menghidupkan speaker bluetooth dan juga memasang microphone.


"Ok, mau lagu apa ni ?" Tanya Nova dengan ponsel ditangannya.

__ADS_1


"Lagu ini aja Nov. -Dinda- lagunya asik." Arin menunjuk judul lagu Dinda.


"Katanya gak mau lagu jadul, ni buktinya mau." Sindir Nova.


"Hehe yang pentingkan udah di recycle, jadi gak jadul lagi." Arin membela sambil cengengesan.


"Hilih, yaudah kamu yang nyanyi duluan. Aku kurang hafal nadanya." Nova memberikan mic nya ke Arin.


"Ok, tapi langsung reff nya, soalnya aku nada yang pertama juga kurang tau, suka fals."


"Lah, Arin..Arin..mau nyanyi kok langsung lompat ke reff ya gak asik donk, ada-ada aja kamu. Harus dari awal, nah tengah baru akhir. Masa kamu lompatin."


"Udah gak apa-apa biar cepet, sama aja kali. Buruan Nov, putar musiknya. Debat mulu, udah pegang mic juga. Ekhem..ekhem..tes..tes..123." Arin berlaga penyanyi profesional pake acara tes mic.


"Idih..idih.. wkwkwk cek sound ni." Nova lucu.


"Ya donk." Arin mengangkat kedua alis percaya diri.


"Ok..ok..langsung reff ya. Bagus deh, siap beberapa kata langsung selesai lagunya wkwkwk."


Nova memutar musik Dinda yang sudah tersambung ke speaker bluetooth.


Mereka berdua pun hanyut dengan kekocakan. Mereka saling bergantian bernyanyi

__ADS_1


__ADS_2