
Pukul 5 sore, Nova berkunjung kerumah Sezha. Ia ingin memastikan jika Sezha baik-baik saja. Nova ingin menelpon tapi tidak bisa karena ponsel Sezha tertinggal di pondok Mak Iyem.
Nova menaiki becak motor menuju kerumah Sezha. Sesampainya dirumah Sezha ia pun turun kemudian membayar ongkos.
Begitu melangkahkan kakinya keperkarangan rumah Sezha, dilihatnya ada ibu Sezha yang sedang menyapu halaman.
Nova menyapa ibu Sezha.
"Assalamualaikum Bu." Nova mengucap salam.
Ibu Sezha menoleh kearah Nova.
"Waalaikum salam. Oh kamu, mau cari Sezha kan ? dia ada di dalam, masuk saja." Ibu Sezha menjawab dengan wajah datar.
Tanpa mau basa-basi, usai menjawab seperlunya ibu Sezha memalingkan wajahnya dan melanjutkan menyapu halaman.
Nova yang menerima sikap acuh ibunya jadi merasa tidak enak tapi ia sudah tiba di sini, ya mau tidak mau dia harus masuk dan bertemu dengan Sezha.
Sepertinya ibu Sezha masih kesel dan sakit kepala hati sama Sezha. Buktinya sikap ibunya aja cuek gini. Tapi ya maklum sih, ibu mana yang gak terluka dan kecewa saat tau anak gadis yang ia harapkan ternyata jauh dari yang ia harapkan. Sezha..Sezha..kamu gampang banget di rayu laki-laki gak bertanggung jawab.
Nova tertegun sambil berbicara dalam hati.
Ibu Sezha kembali menoleh kearah Nova yang termenung kemudian ibu Sezha menegur Nova.
__ADS_1
"Ekhem." Ibu Sezha berdehem.
"Eh, iya Bu. Maaf saya malah melamun." Nova tersentak.
"Bagus kalo kamu sudah sadar, kamu mau masuk atau mau berdiri disini saja ?" Tanya Ibu Sezha masih dengan wajah datar.
"Iya Bu, saya mau masuk. Mari Bu, saya kedalam dulu." Nova canggung.
Nova berjalan masuk kerumah Sezha dengan perasaan kikuk, ia berlalu meninggalkan ibu Sezha yang sedang menyapu.
Saat sudah didalam, Nova mengetuk pintu kamar Sezha.
Tok...tok .." Zha..Sezha.. !" Panggil Nova dari luar pintu kamar Sezha.
Sezha yang sedang rebahan dikamar, mendengar jika suara Nova memanggilnya dari luar pintu kamarnya. Sezha langsung beranjak dari ranjangnya.
Jeglek.. Suara handle pintu terbuka.
"Hai Zha." Sapa Nova.
"Ihh lebay, pake hai hai segala. Yaudah yuk masuk, kita ngobrol dikamar aja." Ajak Sezha.
"Mau ngapain dikamar, sorry ya aku masih normal dih maaf maaf ya." Celetuk Nova.
__ADS_1
"Aihhss yaudah terserah, aku mau tidur. Lagian kamu pikir aku doyan jeruk makan jeruk, ogah oek." Sezha kesel dan berbalik meninggalkan Nova didepan pintu kamar.
Sezha sedikit terpancing karena celetukan Nova padahal Nova hanya bercanda tapi Sezha seperti merasa tersinggung.
"Yaelah Zha, Zha..becanda woi, gitu aja sensi amat..tuwir tuh lama-lama muka." Jelas Nova sembari masuk kedalam kamar kemudian menutup pintu kamar Sezha.
Sezha cemberut langsung merebahkan kembali tubuhnya ke atas ranjang.
Nova yang melihat sikap Sezha merasa konyol karena Sezha yang dianggapnya terlalu berlebihan.
"Astaga Zha, biasa aja kali mukanya. Kalo kamu masang muka kayak gitu mending aku pulang. Males amat, hadeh salah jam kayaknya aku dateng." Nova menghela nafas berat.
Nova memutar balik tubuhnya menuju ke pintu, ia ingin keluar dari kamar Sezha karena wajah Sezha cemberut kesel.
"Ehh Nov, kamu mau kemana? baru juga sampe dah mau pulang aja, gak jelas deh."
"Lah, yang gak jelas siapa ? kamu atau aku ? kamu dah kayak bocah, gitu aja langsung jutek ma aku." Protes Nova.
"Yaudah ah gak usah dibahas lupain aja. Anggap aja aku tadi lagi kesambet."
"Au ah, haus gerah. Minum donk, masa tamu jauh-jauh gak di servis." Sindir Nova.
"Iya..iya.. tunggu bentar." Sezha beranjak dari ranjangnya.
__ADS_1
"Ok gpl ya, alias gak pake lama." Ledek Nova.
Sezha memutar kedua bola matanya malas.