
Singkat cerita hari pembagian raport pun tiba. Pak Abram membagikan satu persatu raport dan saat giliran Sezha menerima raport pak Abram berpesan pada Sezha.
"Lebih giat belajar, nilai kamu banyak yang anjlok. Ingat pesan saya." Ucap pak Abram sembari mengatakan hal ini.
"Baik pak, terimakasih." Wajah Sezha kikuk.
Usai membagikan raport, pak Abram meminta Nova untuk maju ke depan kelas.
"Nova ! kamu maju kedepan." Seru pak Abram.
"Saya pak ?" Nova bingung sambil melihat ke kanan ke kiri kemudian balik pandangannya kepada pak Abram yang ada di depan kelas.
"Iya kamu, nama Nova dikelas ini emang ada selain kamu hem."
"Ya pak."
"Ada apa ya." Gumam Nova sambil berjalan kedepan kelas.
Setelah Nova berdiri di depan kelas, pak Abram memberitahu jika Nova mendapatkan nilai terbaik di kelas ini jadi pak Abram memberikan Nova sebuah bingkisan yang berisikan buku satu lusin dan pulpen satu kotak.
"Kalian mau tau kenapa saya memanggil Nova dan memberikannya sebuah bingkisan kecil ?" Tanya pak Abram pada para siswa.
__ADS_1
"Tidak pak !" Sahut siswa sekelas.
"Baiklah, nanti saya beritahu. Nah Nova, apa kamu tau kenapa kamu berdiri disini dan mendapatkan bingkisan ini ?" Tanya pak Abram pada Nova yang masih bertanya-tanya.
"Tidak pak." Nova menggelengkan kepalanya dengan wajah polos.
"Ini karena Nova berhasil mendapatkan nilai yang bagus pada saat ujian kemarin, dan bingkisan kecil ini khusus dari saya untuk mengapresiasi nilai bagus kamu. Saran saya, tetap kamu pertahanan nilai kamu yang sekarang ini, kalo bisa lebih bagus lagi. Kamu boleh duduk." Pak Abram menjelaskan lalu Nova dipinta untuk kembali ke bangkunya.
"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak. Gak nyangka saya, sekali lagi terimakasih pak." Nova tak lupa mengucapkan rasa terimakasihnya.
Wajah bahagia Nova begitu terpancar dari raut wajahnya. Ia tak menyangka kalo hanya dirinya yang mendapatkan nilai bagus dan juga sebuah bingkisan dari pak Abram.
"Ok karena raport sudah selesai dibagikan. Bapak informasikan kalo kita libur selama 2 Minggu. Ingat sehabis libur 2 Minggu jangan ada lagi yang absen atau bapak kasih merah nilai raport kalian, paham semua ?!"
"Bagus, kalian boleh pulang."
Pak Abram keluar dari kelas, kemudian para siswa juga berjalan keluar kelas.
Sezha menghampiri Nova.
"Woah selamat ya Nov, aku ikut seneng deh." Sezha mengacungkan tangan kanannya untuk memberi selamat kepada Nova.
__ADS_1
"Alhamdulillah makasih ya Zha, oh ya mampir kerumah aku yuk. Sekalian ajak Arin sama Lala, ya makan-makan aja sih, ntar ibu aku yang masak. Gimana kamu mau kan, Zha ?"
"Lain kali aja deh Nov, aku ada janji. Gak apa-apa kan Nov?"
"Pasti sama cowok om-om itu ya ? yaudah deh aku ajak Arin sama Lala aja, eh tapi kalo kamu mau mampir boleh kok ok."
"Ok Nov, yaudah ya aku pulang duluan ya. Dah Nova." Sezha bergegas keluar kelas terlebih dahulu.
Nova yang ditinggal Sezha pulang lebih dulu, pandangannya mencari Arin dan Lala tapi yang dilihatnya hanya Lala sedangkan Arin tidak ada. Nova pun mendekati Lala.
"La, kamu sendiri ? Arin kemana kok aku gak liat ?"
"Oh Arin, Arin emang gak masuk hari ini. Katanya sih lagi kerumah palek soalnya buleknya meninggal kemarin jadi mereka baru sempet pergi kesana. Raportnya aja dititipin sama aku."
"Buleknya hm yang di desa itu ya ?"
"Iya Nov, yang kalian juga pernah kesana."
"Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un, kok Arin gak kasih tau sih La."
"Maklum lah Nov namanya juga lagi berduka, mungkin gak inget kasih kabar. Mending kamu telpon aja Arin. Yaudah ya aku mau pulang ni, atau mau pulang bareng ?"
__ADS_1
"Iya nanti aku hubungi Arin deh, hmm. Yuk deh barengan, Sezha udah duluan soalnya."