MAMA

MAMA
Bab 47


__ADS_3

Keesokkan paginya Sezha terbangun lebih dulu dibanding dengan Nova.


Sezha melirik ke jam dinding sudah menunjukkan pukul 6:00 pagi, ia melihat ke arah Nova yang masih tertidur pulas.


"Astaga ini anak, bilangin orang tidur kayak kebo lah dia, apa bedanya jam segini masih molor aja.


Nov, bangun Nov, udah pagi ni. Emang kamu gak sholat subuh." Sezha menggoyangkan tubuh Nova.


Walaupun Sezha sudah menggoyangkan tubuh Nova namun Nova belum juga terbangun dari tidurnya.


"Pingsan apa gimana ni anak ?" Sezha memeriksa nafas dari lubang hidung Nova.


"Masih nafas hm yaudah deh ngantuk banget kali dia, mending aku mandi, ganti baju terus cari sarapan, siapa tau aja ketemu sama Galang. Moga aja aku ma Galang bisa lebih deket, itung-itung buat lupain Deon si laki-laki ba*ci itu huh." Sezha kesal tiap mengingat Deon.


Sezha beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju ke kamar mandi, selesai dengan acara mandinya ia pun bergegas ke lemari pakaian dan memilih pakaian yang santai. Sezha memakai celana panjang, dan dipadukan dengan kaus lengan pendek kemudian tak lupa Sezha memoles wajahnya dengan riasan tipis.


"Selesai juga, waktunya menghirup udara segar. Dah Nov Nov, mimpi indah, aku mau jalan-jalan dulu." Sezha meninggalkan Nova seorang diri dikamar.


Sezha membuka pintu kamar, dan tidak seperti tadi malam, di pagi ini suasananya sungguh sepi tidak ada siapapun yang terlihat.

__ADS_1


"Yahh masih sepi kirain udah pada bangun, yaudah ah mending aku kekantin dulu perutku udah laper banget. Aku udah gak sabar pengen makan masakan Bu kantin, masakannya enak banget, bikin nagih, moga aja Bu kantin udah buka."


Sezha berjalan menuju pintu depan, dilihatnya ada Hanifah sedang berada di meja resepsionis.


"Pagi kak Hanifah." Sapa Sezha.


"Pagi mbak, ada yang bisa bantu ?"


"Tidak, saya hanya menyapa. Kak pagi gini belum juga pada bangun ya tamu yang lain masih sepi aja perasaan." Sezha merasa heran.


"Maklum saja mbak, disini mereka selain menginap juga sambil bekerja jadi kalo di waktu hingga petang akan sunyi tapi setelah tiba waktu mal malam baru deh ramai seperti malam tadi."


"Iya mbak."


Sezha melanjutkan langkahnya menuju kantin yang kemarin mereka kunjungi.


"Kantin juga masih sepi, yaelah gak ada temen donk. Mana si Nova di bangunin susah bener. Hem jadi harusnya makan sendiri." Sezha mengamati tiap sudut kantin.


Sezha yang masih fokus mengamati kantin ini, dari arah belakang ada yang menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Mbak."


"Eh ibu, saya cari-cari ternyata ibunya udah di belakang saya aja."


"Iya ibu habis dari sana, pagi-pagi begini mbak nya udah bangun ya. Oh ya temennya yang satu lagi mana ya mbak ?"


"Biasa Bu, masih molor di pulau kapuk jadi susah banguninnya, ya jadi terpaksa saya tinggal deh dikamar."


"Mbak iki yo becanda wae, yowes monggo toh mbak biar ibu bikinin. Pasti pesen nya nasi goreng spesial kan ?" Celetuk Bu kantin.


"Woah ibu tau aja kalo saya lagi pengen makan nasi goreng, ngomong-ngomong Bu, jangan bicara pake bahasa daerah soalnya saya gak begitu paham jika mendengar orang lain menggunakan bahasa daerah.


"Iyo iyo ibu tidak akan memakai bahasa Jawa. Yaudah mbak tunggu sini, ibu kedapur buat masakin nasi goreng spesial untuk mbak."


"Makasih Bu, jangan lama-lama ya Bu, soalnya perut saya suka demo kalo telat di kasih makan.''


"Beres mbak, cuma sebentar kok. Kalo gitu ibu tinggal dulu ya."


"Ok Bu, yang enak masaknya ya Bu."

__ADS_1


__ADS_2