MAMA

MAMA
Bab 222


__ADS_3

Arin dan Lala menunggu dirumah dengan perasaan risau, sebab Nova bilangnya kewarung tapi sampai saat ini belum kembali.


"Nova kemana sih ? kewarung kok lama banget, gak mungkin nyasar donk."


"Iya ni Rin, si Nova kemana ? katanya cuma bentar tapi blom balik juga, apa kita cari aja ya, takutnya Nova ilang. Woah bisa ribet urusan, gimana bilang ke ibunya." Raut wajah mulai panik.


"Nova udah gede La, mana mungkin ilang."


"Ya kan bisa aja, kalo namanya culik mana mungkin lihat-lihat usia."


Ibu Nova keluar dari kamar dan menghampiri Arin dan Lala yang sedang berdiri didepan pintu.


"Lho kok pada didepan pintu gini ? masuk kedalam, yuk."


"Iya Tante, bentar lagi." Jawab Lala kikuk.


"Ni kenapa juga wajahnya pada tegang gitu ? lagi nyariin apa sih ? biar Tante bantu." Ibu Nova heran lihat sikap Arin dan Lala.


"Ini lho hm anu Tante, duh gimana ya ngomongnya." Lala ngomong gak jelas.


"Anu apa sih ? ya ampun Tante bingung kalo kayak gini, yang jelas ngomongnya."

__ADS_1


"Nova, Tan.." Sambung Arin.


"Nova ? bukannya didalam sama kalian tadi."


"Iya tadi sama kita Tan, tapi tadi Nova bilang mau kewarung eh sampe sekarang belum balik juga. Kita jadi cemas."


"Ohh kirain kenapa, kalo Nova gak usah heran. Kadang dia suka diajak ngobrol sama ibu warung makanya lama. Tunggu aja palingan bentar lagi balik. Yaudah Tante masuk dulu ya. Jangan berdiri didepan pintu pamali, jauh dari jodoh nanti."


"Iya Tante, kita sini aja nunggui Nova."


Tak lama kemudian Nova kembali, tapi tak nampak ia membawa jajanan. Ia pulang dengan tangan kosong.


"Kalian disini ngapain? nungguin siapa ?" Tanya Nova polos tanpa merasa salah.


"Lah, maaf aku lupa. Tadi itu aku kerumah pak ustadz Dedek sebentar eh aku lupa mampir kewarungnya. Kalo gitu bentar deh ya aku beliin dulu, gak lama kok."


"Udah gak usah Nov, kita juga udah mau pulang. Ibu aku udah telpon tadi suruh pulang." Ucap Arin.


"Oh yaudah deh, ni La uang kamu." Nova mengembalikan uang 5ribu Lala.


"Ok Nov."

__ADS_1


"Yaudah ya Nov, kami pamit pulang. Makasih banyak udah mau terima kita dirumah kamu."


"Ya sama-sama. Hati-hati dijalan ya."


Arin dan Lala pulang, selama diperjalanan pulang Arin bertanya pada Lala tentang pacar Sezha yang dimana Lala sempat bertemu dengannya.


Mereka memutuskan naik angkutan umum.


"La, kamu beneran ketemu sama cowok om-om nya si Sezha itu ?" Tanya Arin kepo.


"Iya bener, kenapa ? tadi katanya gak penting, gak taunya penasaran juga kan."


"Ish tadi kan ada Nova, gak mungkin lah kita keliatan julid banget tentang Sezha yang ada dia tersinggung lagi. Biar gimanapun juga mereka kan sohib ya walaupun Sezha udah gitu sama Nova."


"Intinya aku yakin 1000% kalo pacar om-om nya Sezha itu udah punya anak. Nah tau kan artinya Sezha tu apa ?"


"Tunggu dulu bisa aja kan pacar om-om Sezha itu duren ( duda keren). Soalnya kan kamu liat sama anak doank, gak sama perempuan gitu ?"


"Dih mana ku tau Rin, udah ah besok-besok aja kita bahas lagi. Rumah aku udah lewat, duluan ya Rin, bye."


"Yaelah, iya deh, bye."

__ADS_1


Lala tidak melanjutkan ceritanya sebab ia sudah sampai dirumahnya.


__ADS_2