
Baru selesai menyantap makan dan minuman, terdengar suara bel masuk tanda waktu istirahat sudah habis.
Para siswa berbondong-bondong masuk kedalam kelas.
Usai masuk kelas, tak lama pak Abram datang dan memberi tahu tanggal penerimaan raport.
"Bapak cuma mau bilang, hari Sabtu kalian semua wajib datang karena bapak akan membagikan raport. Ingat jangan ada yang tidak datang. Hanya itu saja yang mau bapak sampaikan, kalian boleh pulang. Selamat siang." Pak Abram usai menyampaikan hari penerimaan raport langsung meninggalkan kelas.
"Siang pak !!" Serentak siswa di dalam kelas.
Wajah Sezha begitu sumringah, ia berjalan lebih dulu keluar kelas tanpa mengajak Nova untuk pulang bersama.
Nova yang melihat Sezha seperti lupa untuk mengajaknya hanya bisa menghela nafas dengan sikap Sezha.
"Tuh anak emang rada-rada ya, tadi ke kantin ngajak lah ini pulang jangankan nganjak pulang bareng, ngeliat kearah aku aja gak, hadeh. Eh tunggu dulu apa jangan-jangan dia dijemput sama cowok tadi pagi ya. Duh aku harus buru-buru ikutin Sezha, aku pengen tau siapa tuh cowok. Minimal tau wajahnya aja deh." Nova teringat dengan seorang laki-laki yang menemui Sezha pagi tadi, ia pun juga segera bergegas menguntit Sezha dari belakang.
Benar saja di depan gerbang, Deon sudah menunggu di samping mobilnya. Sezha menghampiri Deon.
__ADS_1
"Dateng juga, kirain gak dateng." Sezha masih dengan wajah acuhnya tapi didalam hatinya ia begitu sangat puas karena Deon yang mendatanginya.
"Iya donk, harus dateng. Soalnya mas gak mau, kalo calon mama dari anak mas kecapekan. Udahan marahnya ya, sekarang kamu mau kemana ? biar mas anterin kemana aja yang kamu mau tapi janji jangan masang wajah jutek gitu." Bujuk Deon.
"Yakin mau jalan sama aku, kalo ketauan sama istri mas gimana ?" Tanya Sezha.
"Tenang, istri mas gak bakalan tau kok. Udah ah sekarang gak usah bahas istri mas, sekarang bahas kita aja ok."
"Hm mau gak ya, ntar deh aku pikir-pikir dulu. Untuk sekarang mas pulang aja dulu ya, nanti kalo aku udah lupain yang mas lakuin ke aku baru deh aku mau jalan sama mas lagi." Sezha pura-pura nolak.
"Jangan gitu donk Zha, kamu mau beli apa ? nanti mas belikan deh sebut aja pengen apa." Deon mencoba rayu Sezha.
Deon menepuk pundak Sezha pelan karena Sezha seperti memikirkan sesuatu.
"Zha, kamu kok malah bengong. Kita jadi pergi gak ni. Soalnya mas cuma punya waktu sampe jam 3 sore lepas itu mas harus balik ke perusahaan."
"Yaudah deh karena mas maksa, aku mau."
__ADS_1
"Nah gitu donk, silahkan naik calon mama." Goda Deon.
"Ih apaan sih mas, masih sekolah kali." Sezha manyun manja.
"Hehehe mas becanda kok."
Nova yang sedari tadi memperhatikan dari kejauhan, memantapkan langkahnya untuk menghampiri Sezha.
Sezha yang baru naik kedalam mobil Deon, melirik kearah Nova yang berjalan mendekatinya.
"Mas, buruan nyalain mesin mobilnya. Aku laper ni." Sezha desak Deon untuk menjalankan mobil.
"Iya sebentar, nah udah nyala. Kamu pake safety belt nya biar aman."
"Iya mas iya, udah ini. Buruan jalan."
"Astaga iya Sezha, gak sabaran deh ni kan udah jalan mobilnya."
__ADS_1
Mobil Deon sudah jalan, dan Nova tidak berhasil menghampiri Deon dan Sezha.
"Yach pergi, batal deh keponya." Wajah Nova lemas.