
Sehabis sarapan, Sezha masuk kembali ke dalam kamarnya. Ia menghubungi Deon karena Sezha ingin memberi tahu tentang kehamilannya yang terkesan tidak seperti wanita hamil pada umumnya.
Sudah 2 kali Sezha mencoba menghubungi Deon tapi tidak dijawab oleh Deon.
"Ish.. mas Deon mulai ngeselin ihh, bukannya diangkat telpon dari aku, malah di cuekin gini. Padahal aku mau kasih tau kalo anaknya ini tumbuh dengan cepat di dalam perut aku, bete ah sama mas Deon." Sezha menggerutu kesal.
Ditengah rasa kesalnya tak lama, ponsel Sezha berdering dan tertera dilayar nama "Deonku".
"Akhirnya nyadar juga kalo aku nelpon." Sezha manyun menatap layar ponselnya.
Sezha menekan tombol hijau, namun saat akan dijawab oleh Sezha panggilan telpon seketika terputus.
"Apa-apaan sih mas Deon, baru juga mau diangkat udah main matiin aja. Dasar..." Sezha mengupat.
Selang beberapa detik ponsel Sezha kembali berdering, ya masih nomor ponsel Deon yang menelpon.
Dengan cepat Sezha menekan tombol hijau.
Sezha : " Hallo." Sapa Sezha terlebih dahulu
__ADS_1
Deon : " Ya, hallo. Maaf ini siapa ya ?" Terdengar suara seorang wanita.
Sezha : " Ini siapa ?" Sezha balik bertanya penasaran.
Deon : " Saya istri mas Deon. Kalo boleh saya tau mbak ini siapa ya ? dan ada perlu apa menelpon suami saya ?"
Ternyata bukan Deon yang membalas panggilan telpon Sezha melainkan istri dari Deon.
Sezha : " Oh, istrinya ya. Perkenalkan saya temannya Deon. Saya hanya ingin menyampaikan mengenai acara reuni sekolah. Ngomong-ngomong Deon nya ada?" Sezha berkilah kemudian menanyakan keberadaan Deon.
Deon : " Mas Deon nya kerja, nah ponselnya tertinggal dirumah. Kalo memang ada perlu nanti sampaikan ke suami saya."
Panggilan telpon terhenti.
Istri Deon merasa penasaran dengan yang menelpon ke nomor ponsel suaminya.
"Temen sekolahnya ? reuni ? hm..disini namanya Seno tapi kok suaranya cewek. Harusnya cowok kan ?" Gumamnya sambil berfikir sedikit curiga.
Istrinya yang masih sibuk berfikir dan menerka-nerka, dari arah luar terdengar suara klakson mobil Deon.
__ADS_1
Tinn..tinn..
Istrinya tersadar dan bergegas berjalan keluar rumah.
Deon turun dari mobil dengan tergesa-gesa menghampiri istrinya menanyakan ponselnya yang tertinggal.
"Ma, ponsel papa ketinggalan tolong ambilkan ya. Papa buru-buru ni."
"Ini pa, mama tau kok kalo ponsel papa ketinggalan." Istrinya menyodorkan ponsel Deon.
"Makasih ya ma, yaudah papa berangkat lagi ya. Masak yang enak." Deon pamit tak lupa ia mencium kening istrinya.
Istrinya hanya membalas dengan senyuman kecil sembari melambaikan tangan kearah Deon yang sudah didalam mobil.
Usai Deon pergi, istrinya masih penasaran dengan siapa sosok Seno yang suaranya adalah seorang wanita.
"Sebaiknya nanti ku tanyakan saja pada mas Deon, siapa Seno itu." Terselip rasa janggal didalam hati istri Deon.
Meninggalkan rasa penasaran istri Deon. Ditempat berbeda yaitu kediaman rumah Sezha, Sezha begitu kesal karena ia berharap jikalau itu Deon namun ternyata istri Deon.
__ADS_1
"Si*lan..mas Deon pake acara lupa segala lagi bawa ponsel, lagian ngapain juga aku tadi bilang kalo aku temen sekolahnya, harusnya tadi aku bilang kalo aku ini calon istri mas Deon. Aishhh...Sezhaaaa, Sezhaaaa lemot banget otak kamu. Coba aja tadi aku langsung bilang, pasti mas Deon berantem hebat terus cerai deh nah aku semakin gampang buat nikah sama mas Deon. Bodo' amat sama nasib istri sama anaknya, yang penting aku bahagia huh. Apa aku telpon aja lagi ya ? biar tau istrinya kalo suaminya itu bukan punya dia aja tapi juga punyaku." Muncul niat jahat Sezha.