
Pak Abram memulai pelajaran, menyuruh mereka mengerjakan tugas yang ada di buku.
Para siswa dikelas ini sibuk dengan mengerjakan tugas, beda hal nya dengan Arin, tiba-tiba saja tubuhnya merasa tidak enak.
"Duh kok kayaknya dingin banget ya." Gumamnya.
Lala yang duduk disebelahnya heran dengan Arin yang tiba-tiba merasakan kedinginan padahal cuaca hari ini normal tidak sedang. hujan ataupun mendung.
"Kamu kenapa Rin?" Tanya Lala sedikit cemas.
"Gak tau ni, tubuh aku gak enak banget kayaknya mau meriang deh."
"Waduh perasaan tadi kamu baik-baik aja deh." Lala heran karena ia merasa kalo kondisi Arin baik-baik saja.
"Aku juga gak tau, dingin banget La." Arin mengusap-usap lengannya.
Pak Abram melihat Arin dan Lala sedang berbisik kemudian menegur.
"Ekhem.. Arin..Lala kalo kalian ingin mengobrol silahkan keluar dari ruang kelas ini. Saya tidak suka jika dalam mata pelajaran saya ada siswa yang berbicara. Saya tidak memaksa kalian suka dengan mata pelajaran saya, tapi hargai saya sebagai wali kelas di kelas ini." Pak Abram marah dan menyuruh Arin dan Lala untuk meninggalkan kelas.
"Maaf pak, Arin sedang sakit pak. Tubuhnya kedinginan." Lala berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Pak Abram berjalan mendekati meja Arin dan Lala, ia ingin memeriksa suhu tubuh Arin.
Pak Abram mengecek secara manual dengan meletakkan telapak tangan pak Abram ke kenin Arin.
Benar suhu tubuh Arin sedikit hangat, tanda Arin memang benar sedang sakit.
"Kamu ke UKS dulu, Lala antarkan Arin ke UKS (unit kesehatan sekolah)."
"Baik pak."
Lala memapah Arin dan membawanya ke sebuah ruangan dimana ruangan ini dikhususkan untuk siswa yang sedang sakit.
Diruangan ini ada guru yang berjaga, guru ini sedikitnya mengerti tentang medis. Diruangan ini juga tersedia beberapa obat umum seperti p3k, obat flu, obat demam dan juga alat termometer untuk mengukur suhu tubuh jika ada yang sedang demam.
"Temen saya tiba-tiba kurang enak badan Bu." Jawab Lala sembari membaringkan Arin di ranjang.
"Oh kita cek suhu tubuhnya dulu ya."
Si ibu guru mengambil termometer kemudian memeriksa suhu tubuh Arin.
Usai beberapa detik, alat itu berbunyi tanda pengukuran suhu tubuh selesai.
__ADS_1
Ibu guru segera mengambil alat termometer itu dan melihat beraoa derajat panas tubuh Arin.
"Woah 39°c, cukup tinggi. Kalo gitu ibu kasih obat penurun demam ya."
"Tidak apa-apa Bu, apa sebaiknya Arin saya antarakan pulang saja ?" Lala cemas dengan kondisi kesehatan Arin.
"Nanti dulu, sebaiknya teman kamu minum obat penurun demamnya dulu ya, nah nanti setelah teman aku enakan, silahkan deh kamu antarkan pulang." Saran ibu guru.
"Baik kalo gitu Bu."
"Ini obatnya, kamu minum ya. Setelah itu kamu istirahat saja ya." Ibu guru memberikan satu tablet.
Arin meminum obat penurun panas ini kemudian setelah meminum obat, Arin berbaring di ranjang.
Sedangkan Lala dengan setia menunggu Arin.
Usai memberi obat, ibu guru ini permisi keluar ruangan sebentar.
"Saya tinggal dulu ya, kalian tunggu saja disini. Jika ingin mengantarkan teman kamu pulang, harus persetujuan dari saya."
"Baik Bu." Jawab Lala.
__ADS_1
Arin selepas minum obat demam, ia merasa ngantuk, ia pun tertidur karena tidak dapat menahan rasa kantuknya.