MAMA

MAMA
Bab 39


__ADS_3

Bu kantin sudah selesai menyiapkan pesanan mereka berdua.


Bu kantin berjalan membawa nampan berisikan dua piring nasi goreng dan dua gelas air putih.


"Monggo mbak-mbak nasi gorengnya sudah siap." Bu kantin meletakkan diatas meja.


"Makasih ya Bu." Ucap Sezha.


"Iyo sama-sama, yowes ibu rak pamit sek yo. Diabisin nasi gorengnya jangan sampe bersisa biar kenyang." Gurau ibu kantin.


"Iya Bu, tenang aja Bu kalo masalah makan mah kita berdua jagonya." Sezha balas gurauan.


"Wes yo, ibu mau balik ke dapur dulu."


Sezha mengangguk sambil tersenyum.


Beda halnya dengan Nova, seperti biasa Nova selalu waspada. Ia memperhatikan nasi goreng dan air yang ada di gelasnya.


Sezha menegur Nova yang bukannya makan malah nampak berhati-hati dengan makanan yang sudah di siapkan oleh Bu kantin.

__ADS_1


"Nov, di makan kali bukan diliatin. Emang perut kamu bisa kenyang kalo cuma diliatin gitu."


"Aku itu harus mastiin kalo makanan ini aman buat lambungku, emang aku kayak kamu main asal masukin makanan ke perut aja." Nova melengos.


"Dih aku kan cuma ngingetin, kenapa harus pake nyindir segala sih. Au ah bodo, aku laper. Terserah kamu mau makan, mau gak, yang penting aku kenyang." Ledek Sezha.


Nova memutar bola matanya malas.


Sezha begitu menikmati nasi gorengnya, sedangkan Nova masih ragu untuk memakannya padahal perut dia juga sudah terasa laper tapi hatinya seperti menolak untuk menerima nasi goreng ini.


Sezha sudah hampir setengah memakan nasi goreng miliknya, Nova sesuap pun belum ia makan.


Nova akhirnya kalah dengan rasa lapar diperutnya, sebelum ia menyantap nasi goreng ini, ia berdoa terlebih dahulu di dalam hati. Ya yang Nova baca adalah doa sebelum makan.


Nova baru saja memulai makan nasi goreng miliknya, sementara Sezha sudah menghabiskan nasi gorengnya terlebih dahulu.


Nova melongo dengan Sezha yang dinilainya cukup cepat menghabiskan satu piring nasi goreng dalam waktu terbilang singkat.


"Zha, lahap amat makannya. Aku aja baru beberapa suap, lah kamu udah terang aja tuh piring."

__ADS_1


"Namanya juga laper ditambah lagi masakan ibu kantin ini enak jadi aku gak sadar makannya lahap banget. Emang kamu makan aja kebanyakan mikir."


"Hilih palingan kamu makan gak baca doa ya, jadi makannya dibantui setan ihhh." Sindir Nova.


"Mau gimana lagi, rasa laparku melupakan ku segalanya. Udah buruan kamu abisin deh, biar kita bisa balik ke kamar, aku pengen mandi terus tidur, hoammmmm aku mulai ngantuk ni. Efek kenyang kali ya hehehe."


"Dasar kebo kamu, porsinya banyak kayaknya aku gak bakalan abis deh."


"Tenang kalo kamu gak sanggup abisin nasi gorengnya, ada aku nah ntar aku abisin dah tuh nasi goreng kamu. Kamu makan aja sesanggupnya perut kamu. Kira-kira nyerah lambaikan tangan wkwkkkk. Perutku masih sanggup nampung nasi goreng kamu."


"Sezha, Sezha (Nova menggelengkan kepalanya) kamu persis kayak kakak aku yang lagi hamil tau gak lama-lama, makannya tu gak ada kenyang-kenyangnya, nanti abis makan nasi nih bisa makan roti terus minum susu beuh kayak apa luasnya tuh ruangan di dalam lambung. Tapi wajar sih karenakan kakak aku lagi hamil, bukan dia aja yang makan, anak yang diperutnya juga ikutan makan makanya kakak aku laper mulu bawaannya."


Nova menceritakan tentang kakaknya yang sedang hamil sementara Nova tidak tau jikalau Sezha juga sedang hamil saat ini hanya saja Sezha masih menyembunyikan dari Nova, ia belum berniat hingga sekarang untuk memberitahu Nova.


"Daritadi kamu samain aku aja deh sama kakak kamu, namanya orang banyak makan itu gak musti harus orang hamil kan, buktinya aku lahap aja kalo soal makan apalagi kalo makanannya enak wih bisa nambah aku." Sezha membela diri demi menutupi kehamilannya.


"Iya deh, yaudah ni aku gak abis. Buat kamu aja aku dah kenyang."


Nova menyodorkan sisa nasi goreng miliknya kepada Sezha.

__ADS_1


"Ok, aku makan ya."


Sezha menyantap dengan lahap.


__ADS_2