
Meninggalkan cerita Sezha dan Nova yang masih berada di persinggahan pondok Mak Iyem'. Ditempat berbeda Arin merasa bersalah karena ia membiarkan Sezha dan Nova untuk pergi ke sana sebelum Arin menjelaskan tempat apa itu.
Saat ini Arin sudah berada di rumah Lala, Arin ingin menceritakan mengenai persinggahan itu.
"La, aku kok kepikiran dengan Sezha dan Nova ya ?"
"Kepikiran gimana, kan mereka lagi liburan. Pasti mereka sekarang lagi senang-senang disana."
"Hm karena kamu belum tau tempat apa itu makanya kamu ngomong gitu."
"Hilih palingan kayak persinggahan gitu kan atau penginapan jadi apa yang harus dipikirkan coba."
"La, ni ya aku ceritai ke kamu persinggahan seperti apa itu, jangan kaget ya kalo aku ceritai."
"Lagak kamu, emang kamu tau darimana ?"
__ADS_1
"Aku tau dari bulek ku, soalnya bulek tinggal di dekat sana. Bulek pernah cerita sewaktu aku dan keluargaku pergi berkunjung kesana."
"Oh ya, penasaran aku. Ceritain deh Arin."
Arin mulai menuturkan cerita yang ia ketahui dari buleknya yang juga tinggal di desa itu.
"Jadi gini menurut penuturan dari bulek, persinggahan itu tempatnya seorang perempuan penganut ilmu hitam yang bernama Mak Iyem'. Nah dulu Mak Iyem' ini hidup bersama suami, dan kedua anak perempuannya ya kira-kira usia anak Mak Iyem' itu 9 tahun. Anak perempuan mak Iyem kembar identik makanya memiliki usia yang sama dan juga wajah sama persis."
"Ohh gitu terus gimana awal mulanya bulek kamu ceritakan tentang persinggahan itu?" Tanya Nova
"Waktu aku disana, aku pengen jalan-jalan ke sawah karenakan secara di kota gak ada persawahan, udah gitu aku liat sebuah rumah gubug, ntah kenapa aku rasanya pengen banget ke tempat itu, kedua kakiku ini tanpa sadar kayak melangkah aja gitu. Rupanya bulek tau kalo aku akan menuju ke rumah gubug itu, dengan gerak cepat buklek berlari dan meneriaki untuk tidak ke tempat itu."
"Gini lho La, tadinya kan aku tuh gak sadar kayak kena hipnotis gitu, nah karena buklek itu tiba-tiba tepuk pundakku cukup keras, aku langsung terkejut sadar. Tau lah gimana ekspresiku kan terbengong plus melongo tau gak."
"Ish kamu nih lola juga deh loading lama wee. Aku tanya tadi darimana kamu taunya kalo gubug itu adalah persinggahan pondok Mak Iyem', gitu lho."
__ADS_1
"Kamu yang lola, enak aja. Lagian aku belum selesai cerita kamu main potong aja bikes kamu." Arin balik kesal.
"Idih, udah skip dulu pembahasan lola udah kenal. Lanjut deh jawan pertanyaan ku yang tadi." Nova masih ingin tau sejelasnya.
"Okok, lanjut.
Abis ditepuk itu aku sadar, terus aku tanya ke buklek."
Arin flashback
''Lho buklek, aku kok ada disini ?' 'Arin bingung.
''Ya Allah Gusti, untung buklek buru-buru kejar kamu kalo ndak wes lah buklek gak tau meneh. Yowes yuk sebaiknya kita pulang, sudah mau Maghrib. Pamali maghrib-maghrib diluar akeh demit keluyuran." Ajak buklek.
''Tunggu dulu buklek, itu rumah siapa buklek ?'' Arin menunjuk kearah rumah gubug yang ia lihat.
__ADS_1
''Owh bukan opo-opo yowes ndang bali, nanti buklek jelaskan dirumah yo." Buklek desak Arin untuk segera pulang.
"Janji ya buklek, itu ada tulisan Persinggahan pondok Mak Iyem', Arin penasaran dengan rumah gubuk itu." Arin menyipitkan matanya untuk membaca tulisan yang terpampang.